Benarkah Ibu Hamil Dilarang Minum Es? Ini Fakta di Balik Mitos yang Masih Beredar

Kesehatan43 Dilihat

KONCOdewe.com – Memasuki masa kehamilan, seorang ibu biasanya menerima banyak nasihat dari orang-orang di sekitarnya.

Mulai dari makanan yang dianggap baik untuk janin, aktivitas yang perlu dibatasi, hingga berbagai pantangan yang dipercaya dapat memengaruhi kondisi bayi dalam kandungan.

Salah satu nasihat yang cukup sering terdengar adalah larangan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi es atau minuman dingin, terutama ketika usia kehamilan masih berada di trimester pertama.

Di tengah masyarakat, beredar berbagai anggapan mengenai dampak minum es selama kehamilan.

Ada yang menyebut minuman dingin dapat menyebabkan sakit perut, membuat bayi “kaget” di dalam kandungan, bahkan ada pula yang mengaitkannya dengan risiko bayi mengalami asma.

Pertanyaannya, apakah anggapan tersebut benar secara medis?

Dari Mana Muncul Anggapan Ibu Hamil Tak Boleh Minum Es?

Larangan minum es selama kehamilan pada dasarnya lebih dekat dengan mitos daripada fakta medis.

Seperti dilansir Pregnant, anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi minuman dingin diduga berkembang dari pemahaman tradisional di sejumlah budaya Asia yang mengibaratkan rahim seperti tempat penghangat atau inkubator bagi bayi.

Dari pemikiran tersebut kemudian muncul keyakinan bahwa janin membutuhkan sesuatu yang hangat agar tetap berada dalam kondisi yang baik.

Minuman dingin yang masuk ke tubuh ibu pun dianggap dapat memberikan pengaruh langsung terhadap bayi.

Padahal, sistem pencernaan dan kehamilan manusia tidak bekerja dengan cara seperti itu.

Minuman yang dikonsumsi ibu akan masuk melalui mulut, melewati kerongkongan, kemudian menuju lambung.

Suhu minuman juga tidak akan bertahan dalam bentuk aslinya hingga mencapai rahim.

Tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mengatur dan mempertahankan suhu internal.

Karena itu, sensasi dingin dari es yang diminum ibu tidak berarti membuat tubuh atau janin mengalami perubahan suhu secara langsung.

Benarkah Minum Es Bisa Membuat Bayi Kaget?

Anggapan bahwa bayi di dalam kandungan akan “kaget” ketika ibu minum es juga tidak memiliki dasar medis yang kuat.

Janin memang dapat merespons berbagai rangsangan selama berada di dalam kandungan, tetapi bukan berarti suhu minuman yang dikonsumsi ibu akan secara langsung mengenai tubuh bayi.

Apa yang dikonsumsi ibu terlebih dahulu diproses oleh sistem pencernaan.

Zat gizi dari makanan dan minuman kemudian diserap tubuh dan disalurkan melalui mekanisme yang kompleks untuk mendukung kebutuhan ibu dan janin.

BACA:  Tamarin atau Asam Jawa, Benarkah Menyimpan Manfaat bagi Kesehatan Pembuluh Darah?

Dengan demikian, minum air es tidak sama dengan memberikan air dingin secara langsung kepada bayi di dalam rahim.

Benarkah Minum Es Menyebabkan Bayi Mengalami Asma?

Mitos lain yang juga sering dikaitkan dengan minum es selama kehamilan adalah anggapan bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat bayi lahir dengan penyakit asma.

Anggapan tersebut juga tidak tepat.

Memang ada orang yang mengalami gejala tertentu ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Termasuk sebagian penderita asma yang sensitif terhadap udara atau makanan dengan suhu tertentu.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti bahwa minuman dingin yang dikonsumsi ibu hamil akan menyebabkan bayi mengalami asma.

Asma merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Faktor genetik dan lingkungan diketahui memiliki peran dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi tersebut.

Karena itu, mengaitkan kebiasaan ibu minum es selama hamil sebagai penyebab bayi terkena asma merupakan kesimpulan yang tidak memiliki dasar cukup kuat.

Jadi, Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Es?

Secara umum, ibu hamil boleh mengonsumsi es atau minuman dingin selama tidak memiliki kondisi medis tertentu yang membuat konsumsi tersebut perlu dibatasi.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr Sangeeta Pikale dari S L Raheja Hospital India, menyampaikan bahwa minum es pada dasarnya tidak menjadi masalah bagi ibu hamil yang sehat.

Terlebih jika sebelum hamil tubuh ibu memang tidak memiliki masalah ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Dengan kata lain, suhu minuman bukan menjadi persoalan utama. Yang lebih penting justru adalah apa yang terkandung di dalam minuman tersebut dan seberapa banyak dikonsumsi.

Yang Perlu Diperhatikan Bukan Esnya, tetapi Isi Minumannya

Ketika ingin menikmati es selama kehamilan, ibu sebaiknya tidak hanya memperhatikan suhu minuman.

Hal yang jauh lebih penting adalah kandungan gula, kafein, pemanis tambahan, serta bahan lain yang terdapat dalam minuman tersebut.

Segelas es teh manis, minuman bersoda, atau kopi dingin misalnya, bukan sekadar air yang didinginkan.

Minuman tersebut dapat mengandung gula atau kafein dalam jumlah tertentu.

Jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan, asupan tersebut dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil.

Karena itu, air putih dingin atau air dengan tambahan buah tanpa gula berlebihan dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana ketika ibu ingin menikmati minuman segar.

Prinsipnya bukan harus menghindari semua minuman dingin, melainkan menjaga kualitas dan jumlah asupan.

BACA:  Tak Perlu Diet Ketat, Ini 4 Cara Mengatur Pola Makan agar Tubuh Tetap Sehat dan Berat Badan Ideal

Jangan Sampai Minuman Manis Justru Terlalu Sering Dikonsumsi

Kehamilan memang tidak berarti seorang ibu harus menghilangkan seluruh makanan dan minuman favoritnya.

Namun, perubahan kebutuhan nutrisi membuat pola makan perlu lebih diperhatikan.

Minuman dengan kandungan gula tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menambah asupan kalori tanpa memberikan banyak nutrisi penting.

Hal yang sama berlaku untuk kafein. Ibu hamil perlu memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi dari kopi, teh, minuman energi, cokelat, maupun sumber lainnya.

Jadi, jika ingin minum es, bukan berarti harus merasa bersalah hanya karena suhunya dingin. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan dan jumlah minuman tersebut.

Bagaimana Jika Ibu Hamil Memiliki Penyakit Penyerta?

Meskipun secara umum minum es diperbolehkan, kondisi setiap kehamilan tidak selalu sama.

Ibu hamil yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih dalam menentukan pola makan dan minum sehari-hari.

Begitu pula ibu yang menjalani kehamilan berisiko atau mendapatkan aturan diet khusus dari dokter.

Dalam kondisi seperti ini, anjuran tenaga kesehatan tentu lebih penting dibandingkan mengikuti pantangan yang beredar di masyarakat.

Jika ibu merasa ragu terhadap jenis makanan atau minuman tertentu, berkonsultasi dengan dokter kandungan dapat membantu mendapatkan jawaban yang sesuai dengan kondisi kehamilan masing-masing.

Tak Perlu Takut dengan Es, Selama Dikonsumsi Secara Bijak

Anggapan bahwa ibu hamil dilarang minum es lebih banyak berasal dari mitos yang telah lama beredar.

Minuman dingin tidak secara langsung membuat bayi kaget, menyebabkan sakit perut pada janin, maupun membuat bayi mengalami asma.

Selama ibu hamil dalam kondisi sehat dan tidak memiliki larangan medis tertentu, menikmati minuman dingin pada dasarnya diperbolehkan.

Yang lebih penting adalah memperhatikan kandungan minuman, membatasi gula dan kafein agar tidak berlebihan, serta tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan pilihan yang sehat.

Kehamilan memang penuh dengan berbagai nasihat dan pantangan. Namun, tidak semua informasi yang diwariskan dari generasi ke generasi memiliki dasar medis.

Karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak hanya mengikuti mitos, tetapi juga mencari informasi dari sumber kesehatan yang terpercaya dan berkonsultasi dengan dokter ketika memiliki kondisi khusus. (kangtop)