KONCOdewe.com – Pergerakan harga pangan nasional pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menunjukkan perubahan yang cukup beragam.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (BI) pada Senin (17/8/2026), sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan, termasuk daging ayam ras segar.
Harga daging ayam ras segar kini mencapai Rp50.550 per kilogram, setelah mengalami kenaikan sebesar 24,35 persen.
Perubahan tersebut membuat harga ayam menjadi salah satu komoditas pangan yang patut diperhatikan masyarakat karena banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Harga Daging Ayam Ras Segar Naik Signifikan
Kenaikan harga daging ayam ras segar terjadi ketika sejumlah komoditas pangan lainnya juga bergerak naik.
Dengan harga yang telah mencapai Rp50.550 per kilogram, masyarakat perlu mencermati perkembangan harga sebelum berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Di sisi lain, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga daging sapi justru bergerak turun.
Daging sapi kualitas I turun 6,29 persen menjadi Rp141.600 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 3,52 persen menjadi Rp137.150 per kilogram.
Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp90.200
Komoditas yang mencatat kenaikan paling mencolok adalah cabai rawit merah. Harganya melonjak 48,72 persen hingga mencapai Rp90.200 per kilogram.
Harga cabai merah besar juga meningkat 22,61 persen menjadi Rp60.200 per kilogram. Sementara cabai merah keriting naik 22,08 persen menjadi Rp62.200 per kilogram.
Namun, harga cabai rawit hijau justru bergerak berlawanan. Komoditas tersebut turun 5,3 persen dan berada di level Rp50.900 per kilogram.
Bawang Merah dan Bawang Putih Ikut Naik
Kenaikan juga terlihat pada komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah meningkat 26,27 persen menjadi Rp49.750 per kilogram.
Sementara itu, bawang putih naik 28,2 persen hingga mencapai Rp52.050 per kilogram.
Kenaikan kedua bahan tersebut tentu berpengaruh terhadap pengeluaran masyarakat karena bawang merupakan kebutuhan yang hampir selalu digunakan dalam aktivitas memasak.
Harga Beras Bergerak Naik
Perubahan harga juga terjadi pada berbagai jenis beras.
Beras kualitas bawah I naik 4,05 persen menjadi Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras bawah II meningkat 5,46 persen menjadi Rp15.450 per kilogram.
Untuk beras medium, harga beras medium I naik 3,65 persen menjadi Rp17.050 per kilogram. Adapun beras medium II meningkat 5,23 persen menjadi Rp17.100 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas super.
Beras super I naik 5,08 persen menjadi Rp18.600 per kilogram, sementara beras super II meningkat 5,54 persen menjadi Rp18.100 per kilogram.
Telur Ayam Ras Tembus Rp34.750
Selain daging ayam, komoditas protein hewani lainnya juga mengalami kenaikan. Harga telur ayam ras segar meningkat 17,8 persen hingga mencapai Rp34.750 per kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah bahan pangan yang umum dikonsumsi masyarakat mengalami tekanan harga secara bersamaan pada perdagangan Senin.
Gula Naik, Minyak Goreng Bergerak Beragam
Harga gula pasir juga tercatat mengalami peningkatan.
Gula pasir kualitas premium naik 16,01 persen menjadi Rp23.550 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 9,45 persen menjadi Rp20.850 per kilogram.
Berbeda dengan gula, harga minyak goreng bergerak tidak seragam. Minyak goreng curah turun 4,4 persen menjadi Rp19.550 per liter.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I naik 11,16 persen menjadi Rp26.900 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II meningkat 6,82 persen menjadi Rp25.050 per liter.
Secara keseluruhan, data PIHPS Nasional BI pada 17 Agustus 2026 memperlihatkan harga pangan bergerak dinamis.
Daging ayam ras segar menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni 24,35 persen hingga mencapai Rp50.550 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi dan minyak goreng curah justru mengalami penurunan.
Perubahan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat karena harga bahan pangan berpengaruh langsung terhadap kebutuhan belanja sehari-hari. (kangtop)












