Harga Daging Sapi Hari Ini Turun, Segini Harganya di Tengah Perubahan Pangan Nasional

Kombis38 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga sejumlah kebutuhan pangan pada Senin (17/8/2026) bergerak beragam bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (BI), ada komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi, tetapi sebagian lainnya justru mencatat penurunan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah harga daging sapi.

Berbeda dengan daging ayam yang mengalami kenaikan, harga daging sapi justru bergerak turun pada perdagangan hari tersebut.

Harga Daging Sapi Kualitas I Turun 6,29 Persen

Berdasarkan data PIHPS, daging sapi kualitas I mengalami penurunan 6,29 persen dan kini berada di level Rp141.600 per kilogram.

Sementara itu, daging sapi kualitas II juga ikut mengalami penurunan. Harganya turun 3,52 persen menjadi Rp137.150 per kilogram.

Penurunan harga ini menjadi kabar berbeda di tengah kenaikan sejumlah bahan pangan lainnya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan daging sapi untuk konsumsi rumah tangga, pergerakan harga tersebut tentu menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati.

Daging Ayam Justru Mengalami Kenaikan

Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam ras segar justru mengalami kenaikan cukup tinggi.

Komoditas tersebut naik 24,35 persen hingga mencapai Rp50.550 per kilogram.

Perbedaan arah harga antara daging sapi dan daging ayam menunjukkan bahwa pergerakan komoditas pangan tidak selalu berjalan bersamaan.

Faktor pasokan, permintaan, serta kondisi distribusi dapat memengaruhi perubahan harga masing-masing bahan pangan.

Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp90.200

Kenaikan paling mencolok pada perdagangan Senin terjadi pada cabai. Cabai rawit merah melonjak 48,72 persen dan mencapai Rp90.200 per kilogram.

Harga cabai merah besar juga meningkat 22,61 persen menjadi Rp60.200 per kilogram.

BACA:  Pasar Global Membaik, Rupiah Menguat ke Level Rp17.600-an per Dolar AS

Sementara cabai merah keriting naik 22,08 persen menjadi Rp62.200 per kilogram.

Namun, cabai rawit hijau justru bergerak berlawanan. Harganya turun 5,3 persen menjadi Rp50.900 per kilogram.

Bawang dan Beras Sama-Sama Naik

Perubahan harga juga terlihat pada komoditas bumbu dapur. Bawang merah naik 26,27 persen menjadi Rp49.750 per kilogram.

Kemudian bawang putih meningkat 28,2 persen hingga mencapai Rp52.050 per kilogram.

Sementara itu, berbagai jenis beras juga mengalami kenaikan.

Beras bawah I berada di level Rp15.400 per kilogram setelah naik 4,05 persen, sedangkan beras bawah II menjadi Rp15.450 per kilogram setelah meningkat 5,46 persen.

Harga beras medium I naik 3,65 persen menjadi Rp17.050 per kilogram dan medium II meningkat 5,23 persen menjadi Rp17.100 per kilogram.

Untuk kategori super, harga beras super I mencapai Rp18.600 dan super II Rp18.100 per kilogram.

Telur dan Gula Ikut Mengalami Kenaikan

Harga telur ayam ras segar juga tercatat naik 17,8 persen menjadi Rp34.750 per kilogram.

Di kelompok gula, gula pasir premium naik 16,01 persen menjadi Rp23.550 per kilogram.

Sedangkan gula pasir lokal meningkat 9,45 persen menjadi Rp20.850 per kilogram.

Untuk minyak goreng, pergerakannya berbeda. Minyak goreng curah turun 4,4 persen menjadi Rp19.550 per liter.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I naik 11,16 persen menjadi Rp26.900 per liter dan bermerek II meningkat 6,82 persen menjadi Rp25.050 per liter.

Dengan harga daging sapi kualitas I Rp141.600 per kilogram dan kualitas II Rp137.150 per kilogram, komoditas tersebut menjadi salah satu bahan pangan yang mengalami penurunan di tengah kenaikan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Masyarakat tetap perlu memantau perkembangan harga karena kondisi pasar dapat berubah dari waktu ke waktu. (kangtop)