KONCOdewe.com – Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan positif pada awal perdagangan Senin (17/8/2026).
Tepat di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada pukul 09.45 WIB berada di level Rp17.798 per dolar AS.
Posisi tersebut menguat 29 poin atau 0,16 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah berlangsung seiring dengan melemahnya indeks dolar AS.
Kondisi tersebut turut memberikan sentimen positif bagi sejumlah mata uang di kawasan Asia yang pada awal perdagangan juga bergerak menguat.
Mata Uang Asia Ramai-Ramai Menguat
Penguatan rupiah menjadi bagian dari tren positif yang terjadi di sejumlah mata uang Asia.
Beberapa mata uang regional tercatat mampu menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi.
Dolar Taiwan mencatat kenaikan paling tinggi dengan penguatan sebesar 0,45 persen.
Berikutnya, won Korea Selatan menguat 0,24 persen, sedangkan ringgit Malaysia naik 0,20 persen.
Sementara itu, yen Jepang menguat 0,16 persen, sama seperti penguatan yang dicatat rupiah. Adapun baht Thailand bergerak naik sebesar 0,12 persen.
Pergerakan tersebut mencerminkan adanya tekanan terhadap dolar AS di kawasan Asia pada awal perdagangan.
Bagi rupiah, kondisi indeks dolar serta perkembangan ekonomi global masih menjadi faktor yang patut dicermati.
Selain itu, pasar juga akan memperhatikan arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan berbagai data ekonomi terbaru yang dapat memengaruhi ekspektasi investor.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah ke depan masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan sentimen global.
Terutama terkait kebijakan bank sentral AS dan arah pergerakan dolar di pasar internasional. (kangtop)












