Sering Bermasalah dengan Pencernaan? Coba Tambahkan 9 Makanan Probiotik Ini ke Menu Harian

Kesehatan32 Dilihat

KONCOdewe.com – Selama ini banyak orang menganggap semua bakteri berbahaya bagi kesehatan.

Padahal, tubuh juga membutuhkan bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem pencernaan.

Mikroorganisme baik tersebut dikenal sebagai probiotik.

Probiotik merupakan bakteri hidup yang memberikan manfaat bagi tubuh, terutama untuk menjaga kesehatan usus.

Tidak hanya membantu melancarkan pencernaan, probiotik juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan suasana hati seperti depresi.

Para ahli menjelaskan bahwa probiotik bekerja dengan menekan pertumbuhan bakteri jahat di dalam usus sekaligus menggantikannya dengan bakteri yang bermanfaat.

Karena itu, keseimbangan mikrobiota usus tetap terjaga sehingga tubuh lebih sehat dan tidak mudah mengalami gangguan pencernaan.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu mencegah maupun meredakan sejumlah masalah kesehatan.

Seperti diare, sindrom iritasi usus besar (IBS), kolitis ulseratif, penyakit Crohn, infeksi saluran kemih, infeksi saluran cerna akibat Clostridium difficile, hingga eksim pada anak.

Selain dalam bentuk suplemen, probiotik sebenarnya bisa diperoleh secara alami dari berbagai makanan hasil fermentasi.

Berikut beberapa makanan yang dikenal kaya probiotik dan baik dikonsumsi secara rutin.

  1. Yogurt, Sumber Probiotik yang Paling Populer

Yogurt menjadi salah satu makanan probiotik yang paling mudah ditemukan.

Produk olahan susu ini dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Mengonsumsi yogurt secara rutin dipercaya membantu menjaga kesehatan tulang, mendukung kesehatan usus, membantu mengurangi diare akibat antibiotik, hingga meringankan gejala IBS.

Bahkan, yogurt juga lebih mudah dicerna oleh sebagian orang yang mengalami intoleransi laktosa.

Namun, tidak semua yogurt mengandung probiotik hidup.

Karena itu, pilihlah produk yang mencantumkan label live cultures atau active cultures, serta perhatikan kandungan gula tambahannya.

  1. Kefir, Minuman Fermentasi Kaya Bakteri Baik
BACA:  7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Tubuh Tetap Bugar dan Sehat, Nomor Terakhir Sering Diabaikan

Selain yogurt, kefir juga menjadi sumber probiotik yang sangat baik.

Minuman fermentasi berbahan dasar susu sapi atau susu kambing ini dibuat menggunakan biji kefir yang mengandung berbagai jenis bakteri baik dan ragi.

Kandungan probiotiknya bahkan lebih beragam dibanding yogurt.

Kefir diketahui bermanfaat menjaga kesehatan tulang, meningkatkan fungsi pencernaan, sekaligus membantu tubuh melawan infeksi.

Minuman ini juga umumnya aman dikonsumsi oleh orang dengan intoleransi laktosa.

  1. Sauerkraut, Asinan Kubis yang Menyehatkan

Sauerkraut merupakan kubis yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat.

Makanan khas Eropa ini memiliki rasa asam dan dapat disimpan cukup lama dalam wadah kedap udara.

Selain mengandung probiotik, sauerkraut juga kaya serat, vitamin C, vitamin K, vitamin B, zat besi, mangan, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan mata.

Untuk mendapatkan manfaat probiotiknya secara maksimal, pilih sauerkraut yang tidak melalui proses pasteurisasi.

  1. Tempe, Kebanggaan Indonesia yang Kaya Manfaat

Tempe bukan hanya sumber protein nabati, tetapi juga termasuk makanan fermentasi yang kaya probiotik.

Proses fermentasi membantu mengurangi kadar asam fitat pada kedelai sehingga penyerapan mineral seperti zat besi dan seng menjadi lebih optimal.

Tempe juga mengandung vitamin B12 hasil proses fermentasi sehingga menjadi pilihan makanan bergizi bagi vegetarian.

  1. Kimchi, Fermentasi Pedas Asal Korea

Kimchi merupakan makanan khas Korea yang dibuat melalui proses fermentasi kubis maupun sayuran lainnya dengan tambahan cabai, bawang putih, jahe, daun bawang, dan garam.

Kimchi mengandung berbagai bakteri asam laktat yang membantu menjaga kesehatan usus.

Selain itu, makanan ini juga kaya vitamin K, vitamin B2, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.

  1. Miso, Bumbu Fermentasi Khas Jepang

Miso adalah pasta fermentasi berbahan dasar kedelai yang banyak digunakan sebagai bahan utama sup miso.

BACA:  Banyak Orang Menjalani Puasa, Tapi Tidak Semua Menyadari Manfaat Besarnya bagi Tubuh

Selain mengandung probiotik, miso juga kaya protein, serat, vitamin K, mangan, dan tembaga.

Beberapa penelitian bahkan mengaitkan konsumsi miso dengan penurunan risiko kanker payudara serta stroke, meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

  1. Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer

Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh hitam atau teh hijau menggunakan bakteri dan ragi.

Minuman ini telah lama dikonsumsi di berbagai negara Asia.

Walaupun manfaat kesehatannya pada manusia masih terus diteliti, kandungan probiotiknya diyakini membantu menjaga keseimbangan bakteri usus dan mendukung sistem pencernaan.

  1. Acar Fermentasi

Acar mentimun yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan air garam juga mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan usus.

Selain rendah kalori, acar merupakan sumber vitamin K yang baik.

Namun, perlu diperhatikan bahwa acar yang dibuat menggunakan cuka umumnya tidak lagi mengandung probiotik hidup.

  1. Beberapa Jenis Keju

Tidak semua keju mengandung probiotik, tetapi beberapa jenis seperti gouda, cheddar, mozzarella, dan cottage cheese diketahui masih menyimpan bakteri baik hasil fermentasi.

Selain mendukung kesehatan pencernaan, keju juga kaya protein, kalsium, vitamin B12, fosfor, dan selenium yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan tubuh secara keseluruhan.

Probiotik Bukan Sekadar Tren, tetapi Bagian dari Pola Hidup Sehat

Menjaga kesehatan usus tidak harus selalu mengandalkan suplemen.

Mengonsumsi makanan fermentasi yang kaya probiotik secara rutin dapat menjadi cara alami untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.

Meski demikian, manfaat probiotik akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang, konsumsi serat yang cukup, rutin minum air putih, berolahraga, dan menjaga gaya hidup sehat setiap hari. (kangtop)