Iran Mulai Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir

Kabar37 Dilihat

KONCOdewe.com – Iran mulai menggelar rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan mengadakan upacara penghormatan di Musalla Besar Teheran pada Jumat.

Jenazah Khamenei bersama sejumlah tokoh yang turut gugur dibawa ke kompleks masjid tersebut pada pagi hari untuk disemayamkan.

Sebelum prosesi pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari.

Sejak hari pertama, ribuan pelayat telah memadati lokasi, sementara tamu asing, ulama, serta perwakilan berbagai organisasi dari sejumlah negara turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Delegasi dari berbagai pusat Islam, kelompok masyarakat sipil, hingga organisasi anti-perang dan anti-hegemoni dari Italia, Belanda, Inggris, Denmark, Australia.

Serta sejumlah negara lain juga datang ke Teheran untuk mengikuti maupun meliput prosesi tersebut.

Upacara penghormatan di ibu kota akan berlangsung hingga Minggu (5/7), sebelum jenazah diberangkatkan ke Kota Qom pada Senin (6/7).

Setelah itu, rangkaian penghormatan akan berlanjut di Karbala dan Najaf, Irak, sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad, kota kelahiran Khamenei, pada Kamis (9/7).

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti seluruh rangkaian pemakaman yang berlangsung selama enam hari.

Wakil Presiden Pertama Iran sekaligus Ketua Komite Pemakaman Nasional, Mohammad Reza Aref, menyebut prosesi tersebut sebagai salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Republik Islam sejak Revolusi Iran 1979.

Menurutnya, pemakaman itu tidak hanya menjadi penghormatan bagi mendiang pemimpin tertinggi, tetapi juga mencerminkan persatuan nasional dan keteguhan Iran menghadapi tekanan dari luar.

Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.

Rencana pemakamannya sempat tertunda akibat situasi perang, hingga akhirnya dapat dilaksanakan setelah kondisi keamanan memungkinkan.

BACA:  Indonesia dan Iran Perkuat Hubungan, Ini Hasil Pertemuan Sugiono dengan Menlu Iran di Mashhad

Pemerintah Iran menyebut skala prosesi yang besar juga dimaksudkan sebagai simbol politik dan keagamaan untuk menunjukkan solidaritas rakyat kepada dunia internasional.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan rakyat Iran akan memanfaatkan prosesi tersebut untuk menunjukkan keteguhan mereka dalam menghadapi berbagai bentuk tekanan.

Prosesi utama dijadwalkan berlangsung pada Senin dengan rute sekitar 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi di Teheran.

Wali Kota Teheran Alireza Zakani bahkan memperkirakan sekitar 20 juta orang akan menghadiri acara tersebut.

Selain prosesi di Iran, jenazah Khamenei juga akan dibawa ke dua kota suci Syiah di Irak, yakni Karbala dan Najaf, atas permintaan sejumlah tokoh politik setempat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah melakukan koordinasi dengan otoritas di kedua kota itu untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.

Sementara itu, sekitar 30 negara diperkirakan mengirimkan delegasi ke Teheran untuk menghadiri upacara khusus bagi tamu asing.

Meski tidak ada pemimpin dari negara-negara Eropa maupun Amerika Serikat yang diundang.

Seluruh rangkaian pemakaman berlangsung di tengah masa gencatan senjata selama 60 hari antara Iran dan Amerika Serikat.

Demi menjamin keamanan jutaan pelayat, pemerintah menutup sejumlah kantor pemerintahan di Teheran.

Membatasi arus lalu lintas, menutup sementara wilayah udara ibu kota saat prosesi utama.

Serta mengerahkan personel keamanan dan jet tempur untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman selama acara berlangsung. (kangtop)