Prabowo Perkuat Hubungan dengan Belarus, Tujuh Kesepakatan Strategis Resmi Diteken, Berikut Daftarnya

Politik54 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Belarus untuk mempererat hubungan bilateral melalui penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) dan sejumlah perjanjian kerja sama yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Prabowo mengatakan berbagai kesepakatan yang dicapai menjadi bukti keseriusan kedua negara dalam membangun kemitraan yang semakin erat dan saling menguntungkan.

Ia berharap seluruh kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.

Tetapi dapat segera direalisasikan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia maupun Belarus.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup sektor industri, kesehatan, kebudayaan, akreditasi nasional, jasa keuangan, riset dan inovasi, hingga pertukaran informasi mengenai pencegahan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal.

Selain itu, kedua negara juga meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai pedoman memperkuat hubungan bilateral dalam lima tahun ke depan.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih terarah di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, ilmu pengetahuan, teknologi, ketahanan pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah Indonesia optimistis kerja sama tersebut akan membuka peluang investasi baru sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Sementara itu, Presiden Alexander Lukashenko menyampaikan bahwa Belarus siap memperluas kemitraan dengan Indonesia melalui berbagai proyek strategis.

Menurutnya, kerja sama tidak hanya difokuskan pada peningkatan perdagangan.

Tetapi juga pembangunan perusahaan bersama (joint venture), pengembangan industri, modernisasi pertanian, serta peningkatan ketahanan pangan.

BACA:  Tak Hanya Prabowo, Kehadiran Jokowi di Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Perhatian

Belarus juga menawarkan dukungan berupa penyediaan pupuk, teknologi pertanian, peralatan modern, hingga pelatihan tenaga kerja agar Indonesia mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan industri.

Lukashenko meyakini kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Di bidang kesehatan, Belarus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kapasitas tenaga medis.

Sementara pada sektor pariwisata, kedua negara akan mendorong kemudahan akses bagi wisatawan sebagai upaya meningkatkan hubungan antarmasyarakat.

Lukashenko menegaskan Indonesia merupakan salah satu mitra utama Belarus di kawasan Asia Tenggara.

Ia menilai hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari tiga dekade terus menunjukkan perkembangan positif berkat semangat saling menghormati, saling percaya, dan saling mendukung dalam berbagai bidang.

Presiden Belarus juga mengaku terkesan dengan pesatnya pembangunan Indonesia sejak kunjungan pertamanya pada 2013.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia memiliki prospek ekonomi yang semakin menjanjikan dan menjadi mitra penting bagi Belarus di kawasan Asia.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut juga terjadi momen hangat ketika Lukashenko memberikan pulpen yang digunakannya untuk menandatangani buku tamu kenegaraan kepada Presiden Prabowo.

Hadiah sederhana itu disambut dengan senyum dan rasa terkejut oleh Prabowo sebelum keduanya berjabat tangan dan berfoto bersama sebagai simbol eratnya persahabatan Indonesia dan Belarus.

Pertemuan bilateral tersebut sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.

Dengan dukungan Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030, Indonesia dan Belarus berharap hubungan yang telah terjalin selama ini dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan kedua negara. (kangtop)