Tak Sekadar Dagang, Prabowo dan Belarus Bidik Alih Teknologi demi Perkuat Industri Nasional

Politik52 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk segera merampungkan proses ratifikasi Persetujuan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Dalam pernyataan bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Belarus yang telah lebih dahulu menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas tersebut.

Menurut Prabowo, perjanjian yang ditandatangani Indonesia bersama negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) pada Desember 2025 itu menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonomi.

EAEU sendiri terdiri atas Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan.

Di tengah situasi global yang dinilai penuh tantangan dan ketidakpastian, Prabowo menyebut Belarus sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia.

Karena itu, kedua negara sepakat memperluas kolaborasi di berbagai bidang, seperti perdagangan, pertanian, industri, teknologi, hingga kebudayaan.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Belarus meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang akan menjadi arah pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun mendatang.

Prabowo menilai dokumen tersebut mencerminkan tekad kedua negara untuk membangun kerja sama yang lebih konkret, terarah, dan saling menguntungkan.

Dalam sektor industri, pemerintah melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan membangun usaha patungan (joint venture) antara pelaku usaha Indonesia dan Belarus.

Bidang yang diprioritaskan meliputi manufaktur, otomotif, kendaraan berat, hingga agroindustri.

Prabowo juga optimistis kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko akan semakin mempererat hubungan kedua negara.

Ia berharap berbagai kesepakatan yang telah dicapai dapat segera diwujudkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia maupun Belarus.

Sementara itu, Presiden Alexander Lukashenko menegaskan bahwa Belarus siap mendukung implementasi seluruh program kerja sama yang telah disusun dalam peta jalan tersebut.

BACA:  Kehangatan Prabowo dan PM Modi di Prambanan Tuai Pujian, Diaspora India Beri Kesaksian Menyentuh

Menurutnya, kolaborasi tidak hanya difokuskan pada peningkatan perdagangan, tetapi juga pengembangan pertanian modern, manufaktur, serta penguatan ketahanan pangan.

Lukashenko menilai aspek yang paling penting dalam kerja sama ekonomi adalah alih teknologi.

Menurutnya, transfer teknologi akan membantu Indonesia meningkatkan kemampuan industri nasional.

Sehingga mampu memproduksi lebih banyak kebutuhan secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

Belarus juga menyatakan kesiapan untuk memperluas diversifikasi perdagangan sekaligus membuka peluang kerja sama strategis di berbagai sektor.

Lukashenko menyebut hubungan baik kedua negara telah terjalin sejak era Uni Soviet dan berharap kemitraan dengan Indonesia sebagai salah satu negara penting di Asia Tenggara terus berkembang.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan nilai perdagangan nonmigas Indonesia dan Belarus sepanjang 2025 mencapai sekitar 221,3 juta dolar AS atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Belarus tercatat sebesar 79,6 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa komponen elektronik, produk kelapa sawit, hasil perikanan olahan, tekstil, serta kopi, kakao, dan teh. (kangtop)