Jangan Sampai Terlewat, Ini Amalan Terbaik yang Bisa Dilakukan pada 10 Muharram

Religi29 Dilihat

KONCOdewe.com – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam.

Selain menjadi awal tahun baru Hijriah, Muharram juga termasuk dalam empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

Pada bulan inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Di antara hari yang paling istimewa di bulan Muharram adalah tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.

Hari tersebut memiliki banyak keutamaan yang telah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Tak hanya puasa sunnah, masih banyak amalan lain yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan dan pahala dari Allah SWT.

Momentum Hari Asyura juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Sekaligus mempererat hubungan dengan sesama melalui berbagai amal kebajikan.

  1. Puasa Asyura Menjadi Amalan Utama

Salah satu ibadah yang paling dianjurkan pada 10 Muharram adalah puasa Asyura.

Rasulullah SAW sendiri melaksanakan puasa tersebut setelah mengetahui bahwa Nabi Musa AS berpuasa sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dijelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada Hari Asyura.

Setelah mengetahui alasan mereka, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS.

Beliau pun berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yakni Muharram.

Para ulama pun menganjurkan agar puasa dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau 10 dan 11 Muharram sebagai bentuk pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi.

Keutamaan puasa Asyura sangat besar karena diharapkan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

  1. Memperbanyak Doa dan Dzikir
BACA:  Kenapa Sujud Harus Tenang dan Tidak Boleh Terburu-buru? Ini Penjelasannya

Selain berpuasa, Hari Asyura juga menjadi waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan berdzikir kepada Allah SWT.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca tasbih, tahmid, tahlil, serta shalawat kepada Rasulullah SAW.

Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Sebagian ulama juga menganjurkan membaca doa-doa yang berisi pujian kepada Allah SWT.

Dan permohonan perlindungan dari berbagai keburukan, selama doa tersebut tidak diyakini memiliki keutamaan khusus tanpa dasar yang sahih.

  1. Menghidupkan Malam dengan Shalat Sunnah

Hari Asyura juga dapat diisi dengan memperbanyak shalat sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Selain shalat Tahajud, sebagian kaum muslimin juga melaksanakan Shalat Tasbih yang berisi bacaan tasbih dalam setiap rakaat.

Shalat ini menjadi salah satu bentuk ibadah sunnah yang dapat menambah keimanan sekaligus memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Tidak hanya itu, membaca Al-Qur’an, memperpanjang doa, serta memperbanyak ibadah malam juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Muharram.

  1. Memuliakan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Di Indonesia, tanggal 10 Muharram juga dikenal luas sebagai “Lebaran Anak Yatim”.

Sebutan tersebut muncul karena banyak masyarakat yang memanfaatkan Hari Asyura untuk berbagi kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.

Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa orang yang memelihara dan menyayangi anak yatim akan berada sangat dekat dengan beliau di surga.

Bentuk kepedulian tersebut tidak harus berupa materi dalam jumlah besar.

Memberikan perhatian, kasih sayang, makanan, pakaian, maupun bantuan sesuai kemampuan juga menjadi bagian dari amal yang sangat dianjurkan.

  1. Memperbanyak Sedekah

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Asyura.

Berbagi kepada fakir miskin, memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, membantu tetangga, maupun meringankan beban orang lain merupakan bentuk ibadah sosial yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Banyak ulama juga menganjurkan agar seorang muslim melapangkan nafkah untuk keluarganya pada Hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

BACA:  Cara Menenangkan Jiwa Saat Dilanda Kesedihan Menurut Amalan Islam

Semangat berbagi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

  1. Membaca Al-Qur’an dan Memperbanyak Amal Saleh

Hari Asyura menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, bershalawat, hingga melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.

Setiap kebaikan yang dilakukan pada bulan Muharram menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperbaiki kualitas ibadah sepanjang tahun Hijriah.

Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak taubat serta memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.

  1. Menjalin Silaturahmi dan Muhasabah Diri

Selain memperbanyak ibadah, Hari Asyura juga menjadi momen untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

Silaturahmi yang sempat terputus dapat kembali dijalin sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam yang mengedepankan persaudaraan.

Mengunjungi kerabat, menjenguk orang sakit, maupun mempererat hubungan dengan tetangga menjadi bagian dari amal saleh yang sangat dianjurkan.

Muharram sebagai awal tahun Hijriah juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Umat Islam diajak mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki kekurangan, serta menyusun tekad agar menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang baru.

  1. Hindari Amalan Tanpa Dasar Syariat

Meski Hari Asyura memiliki banyak keutamaan, umat Islam tetap dianjurkan beribadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan hadis yang sahih.

Segala bentuk ritual atau keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat hendaknya dihindari agar ibadah tetap berada dalam koridor ajaran Islam yang benar.

Dengan mengisi Hari Asyura melalui puasa, doa, sedekah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, menyantuni anak yatim, serta melakukan berbagai amal saleh lainnya.

Umat Islam diharapkan mampu meraih ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT sekaligus menjadikan bulan Muharram sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. (kangtop)