Tak Hanya Puasa Asyura, Ini Hikmah Besar 10 Muharram yang Perlu Diketahui Umat Islam

Religi27 Dilihat

KONCOdewe.com – Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang paling istimewa dalam kalender Hijriah.

Selain menjadi pembuka tahun baru Islam, Muharram juga termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Pada bulan inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh karena setiap kebaikan yang dilakukan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Di tengah berbagai keutamaan Muharram, terdapat satu hari yang memiliki kedudukan sangat mulia, yakni tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.

Hari tersebut menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, bersedekah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, hingga mempererat tali silaturahmi.

Tak heran jika sebagian masyarakat juga mengenal Muharram sebagai “Lebaran Anak Yatim” karena banyak kegiatan sosial yang dilakukan.

Seperti menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Asyura

Keutamaan Hari Asyura telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, diceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi menjalankan puasa pada tanggal 10 Muharram.

Saat ditanya mengenai alasan mereka berpuasa, kaum Yahudi menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu.

Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS.

Beliau kemudian melaksanakan puasa Asyura dan menganjurkan para sahabat serta umatnya untuk ikut berpuasa pada hari tersebut.

BACA:  Jangan Sampai Terlewat, Ini Amalan Terbaik yang Bisa Dilakukan pada 10 Muharram

Puasa Asyura hingga kini menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, termasuk harapan diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Hikmah Besar di Balik Hari Asyura

Keutamaan 10 Muharram bukan hanya sebatas pahala dari ibadah puasa.

Hari Asyura juga menyimpan banyak pelajaran penting yang dapat menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim.

Salah satunya adalah menguatkan keyakinan bahwa pertolongan Allah SWT akan selalu datang kepada orang-orang yang beriman dan tetap bersabar menghadapi ujian.

Kisah keselamatan Nabi Musa AS menjadi bukti bahwa tidak ada kesulitan yang tidak mampu diatasi dengan pertolongan Allah.

Selain itu, Hari Asyura juga mengajarkan pentingnya rasa syukur.

Keselamatan yang diberikan Allah kepada para nabi menjadi pengingat agar setiap muslim senantiasa mensyukuri nikmat-Nya melalui ibadah, ketaatan, dan amal saleh.

Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT melalui puasa, doa, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.

Di sisi lain, semangat berbagi pada bulan Muharram juga menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga kepedulian terhadap sesama manusia.

Amalan yang Dianjurkan pada 10 Muharram

Hari Asyura menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak berbagai amal kebajikan.

Selain menjalankan puasa sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, berzikir, memperbanyak istigfar, bersedekah, serta menyambung tali silaturahmi.

Banyak ulama juga menganjurkan agar umat Islam memanfaatkan bulan Muharram sebagai awal yang baik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah sepanjang tahun Hijriah.

Semangat berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa juga menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia pada bulan Muharram sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial.

BACA:  Tak Sekadar Ibadah, Puasa Ternyata Melatih Hati Menjadi Lebih Peka dan Dermawan

Hal yang Sebaiknya Dihindari

Meski Hari Asyura memiliki banyak keutamaan, umat Islam tetap dianjurkan menjalankan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW yang sahih.

Karena itu, hendaknya menghindari berbagai keyakinan atau ritual yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

Misalnya, mempercayai bahwa Hari Asyura memiliki kekuatan gaib tertentu tanpa dalil yang jelas.

Melakukan ritual yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW, atau merayakan Hari Asyura secara berlebihan.

Selain itu, umat Islam juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan hadis-hadis lemah atau bahkan palsu mengenai keutamaan bulan Muharram dan Hari Asyura.

Momentum Memperbaiki Diri

Datangnya 10 Muharram merupakan kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah sekaligus melakukan introspeksi diri.

Hari Asyura mengajarkan bahwa pertolongan Allah SWT akan selalu hadir bagi orang-orang yang beriman, bersabar, dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya.

Melalui momentum ini, umat Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Semoga setiap amalan yang dilakukan pada bulan Muharram, khususnya pada Hari Asyura, menjadi jalan untuk meraih ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Serta menjadikan tahun Hijriah yang baru sebagai awal kehidupan yang lebih baik. (kangtop)