KONCOdewe.com – Pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar eceran nasional pada Senin (22/6/2026) masih menunjukkan perbedaan di berbagai komoditas.
Berdasarkan pembaruan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, cabai rawit merah masih menjadi salah satu bahan pangan dengan harga paling tinggi, yakni Rp83.550 per kilogram.
Selain itu, telur ayam ras diperdagangkan di kisaran Rp31.600 per kilogram.
Data yang diperbarui hingga pukul 09.50 WIB tersebut juga memuat harga berbagai kebutuhan pokok lainnya yang menjadi acuan di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah tercatat dijual Rp61.700 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp46.400 per kilogram.
Pada kelompok beras, beras kualitas bawah I dipasarkan dengan harga Rp16.850 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II sebesar Rp16.500 per kilogram.
Selanjutnya, beras kualitas medium I dibanderol Rp17.650 per kilogram, sedangkan medium II tercatat Rp17.700 per kilogram.
Untuk beras premium, beras kualitas super I dijual seharga Rp18.600 per kilogram, sedangkan super II berada di angka Rp18.750 per kilogram.
Sementara itu, harga komoditas cabai lainnya juga masih relatif tinggi.
Cabai merah besar tercatat Rp54.850 per kilogram, cabai merah keriting mencapai Rp63.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau dipasarkan dengan harga Rp53.050 per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar dijual seharga Rp38.650 per kilogram.
Adapun daging sapi kualitas I berada di level Rp149.700 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II dipatok Rp143.700 per kilogram.
Untuk komoditas gula, gula pasir premium tercatat Rp23.350 per kilogram, sementara gula pasir lokal dijual dengan harga Rp21.250 per kilogram.
Sedangkan pada komoditas minyak goreng, minyak goreng curah dipasarkan seharga Rp21.200 per liter.
Untuk minyak goreng kemasan bermerek I, harganya mencapai Rp25.050 per liter, sedangkan kemasan bermerek II dijual Rp24.150 per liter.
Informasi harga yang dirilis PIHPS dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk memantau perkembangan harga bahan pangan.
Meski demikian, harga di setiap daerah dapat berbeda karena dipengaruhi oleh faktor distribusi, ketersediaan stok, serta kondisi pasar di masing-masing wilayah. (kangtop)













