KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar secara nasional mengalami penurunan pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga telur ayam ras tercatat Rp29.350 per kilogram (kg), turun Rp250 atau sekitar 0,84 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Data PIHPS yang diperbarui pada pukul 20.37 WIB tersebut memperlihatkan bahwa harga telur ayam ras bergerak turun di tengah perubahan harga berbagai komoditas pangan lainnya.
Telur menjadi salah satu bahan pangan yang banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari.
Meski harga rata-rata nasional mengalami penurunan, harga telur di pasar tradisional maupun toko pangan dapat berbeda-beda.
Kondisi pasokan, permintaan, dan biaya distribusi turut memengaruhi harga jual di setiap daerah.
Harga Telur Ayam Ras Turun Rp250 per Kg
Berdasarkan data PIHPS Nasional, harga telur ayam ras segar berada di angka Rp29.350 per kg setelah turun Rp250 atau 0,84 persen.
Perubahan harga tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan biaya belanja kebutuhan sehari-hari.
Namun, angka tersebut merupakan rata-rata nasional dan tidak selalu sama dengan harga yang berlaku di pasar setempat.
Harga Daging Ayam dan Sapi Juga Menurun
Selain telur ayam ras, harga daging ayam ras segar turut mengalami penurunan. Komoditas ini tercatat Rp39.150 per kg, turun Rp1.050 atau 2,61 persen.
Harga daging sapi kualitas 1 juga turun Rp200 atau 0,13 persen menjadi Rp152.550 per kg.
Sementara itu, daging sapi kualitas 2 berkurang Rp350 atau 0,24 persen menjadi Rp143.350 per kg.
Harga Cabai Turun Cukup Besar
Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah jenis cabai. Cabai rawit merah tercatat Rp96.500 per kg setelah turun Rp6.700 atau 6,49 persen.
Cabai merah besar turun Rp5.700 atau 7,57 persen menjadi Rp69.600 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting turun Rp5.650 atau 6,54 persen menjadi Rp80.700 per kg.
Adapun cabai rawit hijau mengalami penurunan Rp650 atau 0,82 persen sehingga berada di angka Rp79.100 per kg.
Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Melemah
Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp800 atau 2,15 persen menjadi Rp36.350 per kg.
Bawang putih ukuran sedang juga mengalami penurunan Rp400 atau 1,04 persen sehingga tercatat Rp38.100 per kg.
Harga Beras Bergerak Beragam
Harga beras menunjukkan pergerakan berbeda berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I naik Rp150 atau 1,01 persen menjadi Rp15.050 per kg.
Sebaliknya, beras medium I turun Rp50 atau 0,30 persen menjadi Rp16.600 per kg. Beras super I juga melemah Rp100 atau 0,56 persen menjadi Rp17.900 per kg.
Sementara itu, beras kualitas bawah II bertahan di Rp14.750 per kg dan beras medium II tetap Rp16.450 per kg.
Harga beras super II justru naik Rp50 atau 0,29 persen menjadi Rp17.450 per kg.
Harga Gula dan Minyak Goreng Bervariasi
Harga gula pasir premium turun Rp50 atau 0,24 persen menjadi Rp20.500 per kg. Sebaliknya, gula pasir lokal naik Rp200 atau 1,03 persen menjadi Rp19.550 per kg.
Harga minyak goreng curah masih stabil di Rp20.350 per kg.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik Rp50 menjadi Rp24.400 per kg dan kemasan bermerek 2 bertambah Rp150 menjadi Rp23.750 per kg.
Data PIHPS Nasional pada Kamis (29/10/2026) menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok bergerak bervariasi.
Khusus telur ayam ras segar, harga rata-rata nasional turun Rp250 menjadi Rp29.350 per kg.
Masyarakat dapat membandingkan harga di pasar setempat untuk mengetahui harga jual yang berlaku di wilayah masing-masing. (kangtop)












