Harga Cabai Rawit Hijau Naik Jadi Rp 80.150 per Kg, Ini Rincian Harga Pangan Terbaru

Kombis57 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan tipis di tengah penurunan harga sejumlah komoditas cabai lainnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit hijau mencapai Rp 80.150 per kilogram (kg) pada Selasa (27/10/2026) pukul 19.25 WIB.

Harga cabai rawit hijau tersebut naik Rp 50 atau sekitar 0,06 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Meski kenaikannya relatif kecil, pergerakan harga ini berbeda dengan cabai rawit merah, cabai merah besar, dan cabai merah keriting yang kompak mengalami penurunan.

Cabai rawit merah tercatat Rp 101.050 per kg setelah turun Rp 4.400 atau 4,17 persen.

Sementara itu, cabai merah besar turun Rp 2.800 atau 3,7 persen menjadi Rp 72.900 per kg.

Adapun cabai merah keriting dijual dengan harga rata-rata Rp 85.550 per kg, turun Rp 2.550 atau 2,89 persen.

Harga Beras Bergerak Beragam

Perubahan harga juga terlihat pada komoditas beras. Beras kualitas bawah I masih bertahan di angka Rp 14.950 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II naik Rp 100 menjadi Rp 14.800 per kg.

Beras medium I tidak mengalami perubahan dan tetap dijual Rp 16.650 per kg. Sementara itu, beras medium II naik Rp 50 menjadi Rp 16.450 per kg.

Untuk beras kualitas super I, harga turun Rp 50 menjadi Rp 17.900 per kg. Sebaliknya, beras super II mengalami kenaikan Rp 50 sehingga mencapai Rp 17.450 per kg.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun

Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp 37.100 per kg, turun Rp 150 atau 0,4 persen dibandingkan sebelumnya.

BACA:  Ada Apa dengan Antam? Harga Emas Turun Saat Produk Lain Diam di Tempat

Penurunan lebih besar terjadi pada bawang putih ukuran sedang. Harganya berkurang Rp 600 atau 1,55 persen menjadi Rp 38.150 per kg.

Harga Daging Ayam dan Sapi Melemah

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun Rp 1.050 atau 2,59 persen menjadi Rp 39.550 per kg.

Daging sapi kualitas I tercatat Rp 152.500 per kg setelah turun Rp 150 atau 0,1 persen. Daging sapi kualitas II juga turun Rp 150 atau 0,1 persen menjadi Rp 143.450 per kg.

Sementara itu, telur ayam ras segar dijual dengan harga rata-rata Rp 29.600 per kg, turun Rp 100 atau 0,34 persen.

Harga Gula dan Minyak Goreng

Harga gula pasir kualitas premium masih stabil di angka Rp 20.600 per kg. Adapun gula pasir lokal naik Rp 50 atau 0,26 persen menjadi Rp 19.400 per kg.

Untuk minyak goreng curah, harga tercatat Rp 20.250 per kg setelah turun Rp 50 atau 0,25 persen.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 masih bertahan di angka Rp 24.450 per kg.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 2 mengalami penurunan Rp 50 atau 0,21 persen menjadi Rp 23.600 per kg.

Daftar Harga Pangan Nasional 27 Oktober 2026

Berikut rincian harga rata-rata sejumlah komoditas pangan nasional berdasarkan data PIHPS pada Selasa (27/10/2026) pukul 19.25 WIB:

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 37.100 per kg.
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 38.150 per kg.
  • Beras kualitas bawah I: Rp 14.950 per kg.
  • Beras kualitas bawah II: Rp 14.800 per kg.
  • Beras medium I: Rp 16.650 per kg.
  • Beras medium II: Rp 16.450 per kg.
  • Beras super I: Rp 17.900 per kg.
  • Beras super II: Rp 17.450 per kg.
  • Cabai merah besar: Rp 72.900 per kg.
  • Cabai merah keriting: Rp 85.550 per kg.
  • Cabai rawit hijau: Rp 80.150 per kg.
  • Cabai rawit merah: Rp 101.050 per kg.
  • Daging ayam ras segar: Rp 39.550 per kg.
  • Daging sapi kualitas I: Rp 152.500 per kg.
  • Daging sapi kualitas II: Rp 143.450 per kg.
  • Gula pasir premium: Rp 20.600 per kg.
  • Gula pasir lokal: Rp 19.400 per kg.
  • Minyak goreng curah: Rp 20.250 per kg.
  • Minyak goreng kemasan bermerek 1: Rp 24.450 per kg.
  • Minyak goreng kemasan bermerek 2: Rp 23.600 per kg.
  • Telur ayam ras segar: Rp 29.600 per kg.
BACA:  Harga Minyak Goreng 9 September 2026: Curah Rp20.450, Kemasan Bermerek Segini

Data tersebut menunjukkan rata-rata harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Harga di pasar daerah dapat berbeda karena dipengaruhi ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan permintaan konsumen. (kangtop)