Honda Super-One Debut di GIIAS 2026, Mobil Listrik Mungil Ini Bikin Penasaran

Otomotif46 Dilihat

KONCOdewe.com – Kehadiran mobil listrik mungil semakin mewarnai perkembangan kendaraan ramah lingkungan di berbagai negara.

Salah satu model yang kini mencuri perhatian adalah Honda Super-One, hatchback listrik berukuran kompak yang melakukan debut perdananya di Indonesia melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Meski sudah diperkenalkan kepada publik Indonesia, Honda belum mengumumkan harga resmi Super-One untuk pasar Tanah Air.

Namun, gambaran mengenai banderol mobil listrik tersebut sudah terlihat dari pasar Australia.

Honda Australia menetapkan harga awal Super-One sebesar 36.900 dolar Australia, atau sekitar Rp467 juta jika dikonversikan.

Debut di Indonesia, Harga Masih Jadi Tanda Tanya

Kemunculan Honda Super-One di GIIAS 2026 menjadi salah satu perhatian tersendiri karena mobil ini menawarkan konsep yang berbeda dari kebanyakan kendaraan listrik berukuran besar.

Honda menghadirkan Super-One sebagai hatchback listrik dengan dimensi kompak dan kapasitas empat penumpang.

Karakter tersebut membuatnya cocok ditempatkan sebagai kendaraan untuk mobilitas perkotaan, terutama bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan bermanuver.

Untuk pasar Indonesia, Honda disebut hanya menyediakan 100 unit Super-One sepanjang 2026.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik ini belum ditujukan sebagai produk massal dalam jumlah besar.

Sementara itu, di Australia, Honda juga membatasi pasokannya.

Hanya sekitar 130 unit Super-One yang disiapkan untuk pasar Negeri Kanguru hingga penghujung 2026.

Sudah Diminati Ribuan Konsumen di Australia

Menariknya, respons calon konsumen Australia terhadap Honda Super-One ternyata cukup besar.

Bahkan sebelum harga resminya diumumkan, Honda telah menerima lebih dari 6.500 expressions of interest atau pernyataan minat.

Jumlah tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan minat awal yang pernah diterima Honda untuk Civic Type R.

Antusiasme tersebut menjadi sinyal bahwa mobil listrik berukuran kecil masih memiliki daya tarik tersendiri, khususnya bagi konsumen yang mencari kendaraan praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Honda Australia mulai membuka pemesanan Super-One pada 4 Agustus 2026.

Sementara unit pertama dijadwalkan mulai tiba di jaringan diler Honda Australia pada 1 Oktober 2026.

Konsumen Australia juga mendapatkan pilihan tampilan Two-Tone dengan kombinasi warna hitam.

Pilihan tersebut ditawarkan dengan tambahan harga 500 dolar Australia, atau sekitar Rp6 juta, dibandingkan versi standar.

Punya Ukuran Mungil dengan Karakter Mobil Kei Jepang

Honda Super-One bukanlah mobil yang dirancang untuk mengejar dimensi besar. Justru ukuran mungil menjadi salah satu karakter utama kendaraan ini.

Mobil tersebut memiliki panjang 3.599 milimeter dan lebar 1.573 milimeter.

Ukurannya kurang lebih setara dengan mobil kota seperti Kia Picanto, tetapi Super-One memiliki bodi yang lebih sempit.

Dimensi tersebut juga memperlihatkan akar desainnya sebagai kendaraan yang terinspirasi dari konsep Kei car Jepang.

Mobil jenis ini memang dikenal memiliki ukuran kompak sehingga lebih mudah digunakan di kawasan perkotaan dengan ruang jalan dan parkir yang terbatas.

BACA:  Chery Q Siap Tantang Jaecoo J5 EV di Indonesia, Duel SUV Listrik Ringkas Makin Panas

Jika dibandingkan dengan BYD Atto 1, Super-One tercatat lebih pendek sekitar 391 mm dan lebih sempit 147 mm.

Namun, mobil Honda ini memiliki tinggi sekitar 18 mm lebih besar serta jarak sumbu roda 16 mm lebih panjang.

Dengan ukuran tersebut, Super-One diposisikan sebagai salah satu mobil baru paling kecil yang tersedia di pasar Australia.

Tenaga Tidak Besar, tetapi Ada Mode Boost

Dari sisi performa, Honda Super-One juga mengambil pendekatan berbeda.

Mobil listrik ini tidak dibekali motor dengan tenaga besar seperti sejumlah kendaraan listrik modern lainnya.

Motor listrik yang menggerakkan roda depan menghasilkan tenaga 47 kW dengan torsi maksimum 162 Nm.

Dengan spesifikasi tersebut, akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam membutuhkan waktu sekitar 14,5 detik.

Angka tersebut memang tidak menjadikan Super-One sebagai mobil yang mengejar performa tinggi.

Namun, karakter tersebut cukup masuk akal mengingat kendaraan ini dirancang sebagai hatchback mungil untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Menariknya, Honda menyediakan Boost Mode yang dapat diaktifkan melalui tombol pada lingkar kemudi.

Ketika mode tersebut digunakan, tenaga motor untuk sementara dapat meningkat hingga 70 kW.

Fitur tersebut memberikan sensasi berkendara yang lebih responsif ketika pengemudi membutuhkan tambahan tenaga.

Ada Sensasi seperti Mobil Sport Listrik

Meski memiliki tenaga yang relatif kecil, Honda ternyata memberikan sentuhan unik pada Super-One.

Saat Boost Mode diaktifkan, mobil ini memiliki simulasi perpindahan transmisi otomatis yang dirancang memberikan sensasi berkendara berbeda.

Bukan hanya perpindahan gigi virtual, Honda juga menghadirkan suara mesin buatan.

Konsep tersebut mengingatkan pada pendekatan yang digunakan Hyundai Ioniq 5 N, meski tentu karakter dan tingkat performanya berbeda jauh.

Keunikan tersebut menunjukkan bahwa Honda tidak hanya berfokus pada efisiensi ketika mengembangkan mobil listrik mungil ini.

Unsur kesenangan berkendara tetap coba dipertahankan melalui teknologi digital.

Dengan bobot sedikit di bawah 1,1 ton, Super-One juga tergolong ringan untuk ukuran mobil listrik modern. Bobot tersebut bahkan disebut kurang lebih setara dengan Mazda 2 hatchback.

Baterai 29,6 kWh dengan Jarak Tempuh 206 Km

Untuk menyuplai tenaga motor listriknya, Honda Super-One menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 29,6 kWh.

Berdasarkan standar WLTP, baterai tersebut mampu memberikan jarak tempuh hingga 206 kilometer.

Angka tersebut memang tidak sebesar sejumlah mobil listrik berukuran lebih besar, tetapi dapat menjadi pertimbangan tersendiri untuk penggunaan dalam kota.

Honda juga menyebutkan bahwa di Eropa, Super-One memiliki klaim jarak tempuh hingga 320 kilometer berdasarkan WLTP City.

Angka tersebut berlaku untuk kondisi penggunaan perkotaan dengan kecepatan relatif rendah.

Karakter tersebut semakin mempertegas posisi Super-One sebagai mobil listrik yang diarahkan untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.

BACA:  Toyota Fortuner Baru Terendus, Versi 2.8L Siap Hadir dengan Fitur TSS, Ini Bocoran Varian Barunya

Pengisian Cepat 30 Menit

Kemampuan pengisian daya menjadi salah satu aspek penting dalam penggunaan kendaraan listrik.

Honda Super-One mendukung pengisian cepat menggunakan sistem DC fast charging hingga 50 kW.

Dengan sistem tersebut, pengisian baterai dari kondisi 10 persen hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit.

Selain pengisian cepat DC, mobil ini juga mendukung pengisian melalui AC hingga 10 kW dengan sambungan tiga fase.

Kombinasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna, baik ketika membutuhkan pengisian cepat di fasilitas umum maupun melakukan pengisian secara lebih rutin menggunakan sumber listrik AC.

Fitur Modern untuk Mobil Berukuran Mungil

Honda Australia memang belum membuka seluruh daftar fitur standar Super-One.

Namun, sejumlah perlengkapan yang diperkirakan tersedia menunjukkan bahwa ukuran mungil tidak berarti mobil ini minim teknologi.

Super-One diperkirakan akan mendapatkan velg alloy 15 inci yang mendukung tampilan eksteriornya.

Di bagian kabin, terdapat kemungkinan penggunaan layar sentuh infotainment berukuran 9 inci.

Sistem hiburan tersebut juga diperkirakan mendukung Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel, sehingga pengguna dapat menghubungkan smartphone tanpa harus selalu menggunakan kabel.

Teknologi Google built-in juga menjadi salah satu fitur yang diperkirakan hadir.

Jika benar tersedia, fitur tersebut akan semakin memperkuat posisi Super-One sebagai kendaraan listrik mungil dengan teknologi kabin modern.

Honda Super-One Jadi Pendatang Menarik di Segmen Mobil Listrik

Kehadiran Honda Super-One di GIIAS 2026 membuka gambaran mengenai arah baru kendaraan listrik di Indonesia.

Jika sebagian mobil listrik hadir dengan bodi besar, kapasitas baterai tinggi, serta performa yang kuat, Super-One justru menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan kompak.

Ukuran mungil, bobot ringan, kemampuan jelajah yang sesuai untuk kebutuhan perkotaan, serta fitur modern menjadi kombinasi yang membuat mobil ini menarik untuk diperhatikan.

Apalagi, Honda Indonesia disebut hanya menyiapkan 100 unit untuk tahun 2026.

Dengan jumlah yang terbatas tersebut, Super-One berpotensi menjadi salah satu mobil listrik yang cukup eksklusif di pasar Indonesia.

Namun, satu hal yang masih dinantikan adalah harga resmi Honda Super-One untuk Indonesia.

Dengan banderol Australia yang berada di kisaran Rp467 juta, konsumen Tanah Air tentu akan menunggu apakah harga yang diterapkan di Indonesia nantinya akan berada di level yang sama, lebih rendah, atau justru berbeda.

Untuk saat ini, Honda Super-One masih menjadi salah satu mobil listrik mungil yang menarik perhatian.

Bukan hanya karena dimensinya yang kompak, tetapi juga karena pendekatan desain, teknologi, serta karakter berkendaranya yang mencoba menggabungkan kepraktisan mobil kota dengan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan. (kangtop)