KONCOdewe.com – Persija Jakarta menjadi klub dengan jumlah wakil terbanyak dalam skuad Timnas Indonesia untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut mengirim lima pemain untuk memperkuat Skuad Garuda.
PSSI sebelumnya telah mengumumkan 23 pemain yang dipilih pelatih John Herdman untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026.
Daftar tersebut disusun berdasarkan hasil pemantauan terhadap para pemain dalam beberapa pekan terakhir.
Dari 23 nama yang dipanggil, sejumlah klub menjadi penyumbang pemain dalam jumlah lebih banyak dibandingkan lainnya. Berikut empat klub yang mengirimkan pemain terbanyak ke Timnas Indonesia.
- Persija Jakarta Kirim Lima Pemain
Persija Jakarta menjadi klub dengan kontribusi pemain paling banyak. Lima pemain Macan Kemayoran masuk dalam daftar pilihan John Herdman.
Mereka adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Rayhan Hannan, dan Dony Tri Pamungkas.
Kelima pemain tersebut bukan nama baru di lingkungan Timnas Indonesia. Mereka sebelumnya juga menjadi bagian dari skuad pada Piala AFF 2026.
Namun, kondisi Dony Tri Pamungkas masih menjadi perhatian karena bek tersebut sedang menjalani proses pemulihan cedera yang dialaminya.
- Persib Bandung Diwakili Dua Pemain
Persib Bandung selama ini juga dikenal sebagai salah satu klub yang cukup banyak menyumbangkan pemain untuk Timnas Indonesia.
Pada FIFA ASEAN Cup 2026, Maung Bandung memiliki dua wakil dalam skuad, yaitu Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.
Sebenarnya terdapat satu nama lain yang masih memiliki keterkaitan dengan Persib, yakni Dion Markx. Namun, bek berusia 20 tahun tersebut saat ini menjalani masa peminjaman di Persita Tangerang.
Karena itu, Markx tercatat sebagai pemain Persita ketika menjalani aktivitas kompetitifnya.
- Dewa United Punya Dua Wakil
Dewa United juga mengirimkan dua pemain ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Keduanya adalah Egy Maulana Vikri dan Ivar Jenner. Dua pemain tersebut sudah cukup familiar dengan sistem permainan Timnas Indonesia dan menjadi bagian dari skuad pada era pelatih sebelumnya.
Ivar Jenner bahkan menunjukkan konsistensi bersama Dewa United. Ia tercatat selalu bermain penuh selama 90 menit dalam tiga pertandingan Super League 2026-2027.
Kehadiran keduanya membuat Dewa United kembali memiliki kontribusi dalam skuad nasional meski jumlah wakilnya kali ini hanya dua pemain.
- Fortuna Sittard Jadi Wakil Klub Luar Negeri
Fortuna Sittard menjadi satu-satunya klub luar negeri yang menyumbangkan dua pemain ke skuad Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Dua pemain tersebut adalah Ole Romeny dan Justin Hubner.
Keduanya menjadi bagian penting dari klub yang berkompetisi di Eredivisie tersebut.
Konsistensi penampilan mereka membuat John Herdman kembali memberikan kesempatan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa selain klub-klub Indonesia, pemain yang berkarier di luar negeri juga tetap mendapat perhatian dalam pemilihan skuad.
Dua Pemain Naturalisasi Siap Mencuri Perhatian
Selain melihat klub penyumbang pemain, FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi ajang yang menarik karena terdapat dua pemain naturalisasi yang berpeluang menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior.
Mereka adalah Luke Vickery dan Dion Markx.
Keduanya menjadi nama baru dalam skuad senior dan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di level internasional.
Dion Markx lebih dahulu menyelesaikan proses naturalisasi. Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 8 Februari 2025.
Markx mengucapkan sumpah setia sebagai WNI bersama Ole Romeny dan Tim Geypens.
Sebelum masuk dalam radar tim senior, ia telah memiliki pengalaman memperkuat Timnas Indonesia U-20 dan U-23.
Meski demikian, Markx belum pernah mencatatkan penampilan bersama Timnas Indonesia senior.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun dapat menjadi panggung penting bagi dirinya untuk memperlihatkan kemampuan di level tersebut.
Saat ini, Markx bermain untuk Persita Tangerang dengan status pinjaman dari Persib Bandung.
Masa peminjaman tersebut menjadi kesempatan bagi sang bek untuk mendapatkan pengalaman dan mengembangkan permainannya.
Luke Vickery Datang dengan Pengalaman di Australia
Berbeda dengan Markx, proses naturalisasi Luke Vickery berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026.
Pemain berusia 20 tahun itu resmi memperoleh status WNI pada 16 Juli 2026.
Sebelum proses naturalisasinya rampung, Vickery baru satu kali mengikuti sesi latihan bersama Timnas Indonesia.
Ia kemudian menjalani sumpah setia sebagai WNI di Sydney, Australia, ketika Timnas Indonesia sedang mengikuti Piala AFF 2026.
Untuk musim 2026/2027, Vickery masih terdaftar sebagai pemain Macarthur FC yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi Australia.
Kompetisi tersebut belum dimulai sehingga Vickery belum memperoleh kesempatan tampil pada musim baru. Namun, catatannya pada musim sebelumnya cukup menarik perhatian.
Ia tampil dalam 24 pertandingan A-League dengan mencetak lima gol dan memberikan dua assist.
Vickery juga memiliki pengalaman di kompetisi Asia. Bersama klubnya, ia mencatatkan dua gol dan satu assist di AFC Champions League 2.
Rekam jejak tersebut menjadi modal yang dibawanya ketika mendapat kesempatan masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia senior.
Persaingan Menuju Skuad Berikutnya
Kehadiran Dion Markx dan Luke Vickery membuat persaingan di dalam Timnas Indonesia semakin terbuka.
Status sebagai pemain naturalisasi tidak otomatis menjamin keduanya mendapatkan tempat utama.
Mereka tetap harus memperlihatkan kemampuan dan konsistensi agar bisa memperoleh kepercayaan lebih dari John Herdman.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi Herdman untuk melihat secara langsung kemampuan kedua pemain tersebut dalam pertandingan bersama tim senior.
Apabila mampu menunjukkan performa sesuai harapan, pengalaman di turnamen ini berpotensi menjadi bagian dari pertimbangan untuk agenda Timnas Indonesia selanjutnya, termasuk persiapan menuju Piala Asia 2027.
Markx membawa pengalaman dari Timnas Indonesia kelompok usia U-20 dan U-23 serta kiprahnya bersama Persita Tangerang. Sementara Vickery memiliki pengalaman bermain di A-League dan AFC Champions League 2.
Keduanya kini mempunyai kesempatan yang sama untuk membuktikan kualitas di level senior.
Persaingan di dalam skuad pun menjadi bagian penting. Markx dan Vickery harus bersaing dengan pemain lain yang telah lebih dahulu mendapatkan kepercayaan di Timnas Indonesia.
Dengan demikian, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar kesempatan menjalani debut bagi dua pemain naturalisasi tersebut.
Turnamen ini juga menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi Skuad Garuda. (kangtop)








