Harga Bawang Merah Turun Jadi Rp36.900 per Kg, Ternyata Segini Penurunannya

Kombis152 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga bawang merah di tingkat pedagang eceran secara nasional mengalami penurunan pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, bawang merah ukuran sedang dijual dengan harga rata-rata Rp36.900 per kilogram.

Data yang diperbarui pada Rabu (28/10/2026) pukul 18.00 WIB itu menunjukkan harga bawang merah turun Rp200 atau sekitar 0,54 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Penurunan tersebut juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang. Komoditas ini tercatat seharga Rp38.500 per kilogram, atau turun Rp50 setara 0,13 persen.

Perubahan harga bawang berlangsung di tengah pergerakan sejumlah komoditas pangan lainnya yang bervariasi.

Beberapa bahan pokok mengalami penurunan, sedangkan sebagian lainnya justru mencatat kenaikan harga.

Harga Cabai Rawit Merah Turun Rp4.300

Pada kelompok cabai, harga cabai rawit merah tercatat Rp98.950 per kilogram. Angka tersebut turun Rp4.300 atau 4,16 persen.

Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang kini berada di harga Rp71.800 per kilogram, setelah berkurang Rp4.050 atau 5,34 persen.

Sementara itu, cabai merah keriting turun Rp3.150 atau 3,62 persen menjadi Rp83.950 per kilogram.

Berbeda dengan ketiga komoditas tersebut, harga cabai rawit hijau masih bertahan di Rp79.750 per kilogram.

Harga Beras Bergerak Beragam

Pergerakan harga beras berbeda-beda menurut kategori kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.950 per kilogram dan tidak mengalami perubahan.

Beras kualitas bawah II berada di harga Rp14.900 per kilogram, naik Rp150 atau 1,02 persen. Adapun beras medium I naik Rp50 atau 0,3 persen menjadi Rp16.700 per kilogram.

Harga beras medium II tetap Rp16.450 per kilogram.

BACA:  Bawang Merah 19 September Turun 1,19 Persen, Harga Terbarunya Kini Rp37.250 per Kilogram

Untuk kategori super, beras super I naik Rp100 atau 0,56 persen menjadi Rp18.050 per kilogram, sedangkan beras super II meningkat Rp100 atau 0,57 persen menjadi Rp17.500 per kilogram.

Harga Daging Ayam Turun, Daging Sapi Naik

Harga daging ayam ras segar mengalami penurunan Rp850 atau 2,11 persen menjadi Rp39.500 per kilogram.

Sebaliknya, daging sapi mencatat kenaikan. Daging sapi kualitas I dijual dengan harga rata-rata Rp153.300 per kilogram, naik Rp250 atau 0,16 persen.

Sementara itu, daging sapi kualitas II naik Rp100 atau 0,07 persen menjadi Rp144.200 per kilogram.

Harga Gula Pasir Mengalami Kenaikan

Pada kelompok gula, harga gula pasir premium naik Rp100 atau 0,49 persen menjadi Rp20.700 per kilogram.

Gula pasir lokal juga meningkat Rp150 atau 0,77 persen, sehingga berada di angka Rp19.550 per kilogram.

Minyak Goreng Naik di Seluruh Kategori

Harga minyak goreng turut mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik Rp100 atau 0,49 persen menjadi Rp20.350 per kilogram.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 meningkat Rp200 atau 0,82 persen menjadi Rp24.500 per kilogram.

Adapun minyak goreng kemasan bermerek 2 naik Rp100 atau 0,42 persen menjadi Rp23.700 per kilogram.

Harga Telur Ayam Turun

Harga telur ayam ras segar tercatat Rp29.500 per kilogram, turun Rp150 atau 0,51 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Secara keseluruhan, data PIHPS menunjukkan harga bahan pangan bergerak dengan arah yang berbeda-beda.

Harga bawang merah dan sejumlah komoditas lain mengalami penurunan, sementara beras, daging sapi, gula, dan minyak goreng mencatat kenaikan pada kategori tertentu.

Perlu diperhatikan, angka PIHPS merupakan rata-rata harga nasional di tingkat pedagang eceran.

Harga yang dijumpai konsumen di pasar setempat dapat berbeda, bergantung pada kondisi pasokan, permintaan, dan wilayah masing-masing. (kangtop)