KONCOdewe.com – Harga sejumlah kebutuhan pangan nasional bergerak cukup dinamis bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (BI) pada Senin (17/8/2026), sebagian besar komoditas tercatat mengalami kenaikan, meskipun beberapa bahan pangan justru mengalami penurunan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah cabai merah besar. Harganya tercatat naik 22,61 persen menjadi Rp60.200 per kilogram.
Harga Cabai Merah Besar Naik Jadi Rp60.200
Kenaikan harga cabai merah besar menjadi salah satu perhatian dalam pergerakan harga aneka cabai pada perdagangan Senin.
Berdasarkan data PIHPS, komoditas tersebut kini berada di level Rp60.200 per kilogram, setelah mengalami peningkatan sebesar 22,61 persen.
Kondisi berbeda terjadi pada cabai rawit hijau yang justru mengalami penurunan. Harganya turun 5,3 persen menjadi Rp50.900 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting juga ikut mengalami kenaikan. Harganya meningkat 22,08 persen hingga mencapai Rp62.200 per kilogram.
Adapun kenaikan paling tinggi dalam kelompok cabai terjadi pada cabai rawit merah yang melonjak 48,72 persen menjadi Rp90.200 per kilogram.
Bawang Merah dan Bawang Putih Turut Naik
Perubahan harga juga terlihat pada komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah meningkat 26,27 persen dan berada di angka Rp49.750 per kilogram.
Sementara itu, bawang putih mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 28,2 persen, sehingga harganya mencapai Rp52.050 per kilogram.
Pergerakan kedua komoditas tersebut menjadi perhatian karena bawang merupakan bahan yang umum digunakan dalam kebutuhan memasak sehari-hari.
Harga Beras Bergerak Naik
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah jenis beras yang tercatat dalam PIHPS.
Beras kualitas bawah I naik 4,05 persen menjadi Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras bawah II meningkat 5,46 persen menjadi Rp15.450 per kilogram.
Pada kelompok medium, harga beras medium I naik 3,65 persen menjadi Rp17.050 per kilogram.
Sementara beras medium II meningkat 5,23 persen hingga mencapai Rp17.100 per kilogram.
Untuk beras kualitas super, harga beras super I naik 5,08 persen menjadi Rp18.600 per kilogram.
Adapun beras super II meningkat 5,54 persen menjadi Rp18.100 per kilogram.
Daging Ayam Naik, Daging Sapi Menurun
Pergerakan berbeda terlihat pada komoditas daging. Harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan 24,35 persen menjadi Rp50.550 per kilogram.
Sebaliknya, harga daging sapi justru mengalami penurunan.
Daging sapi kualitas I turun 6,29 persen menjadi Rp141.600 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II turun 3,52 persen menjadi Rp137.150 per kilogram.
Gula, Minyak Goreng, dan Telur Ikut Berubah
Harga gula pasir juga mengalami kenaikan.
Gula pasir kualitas premium naik 16,01 persen menjadi Rp23.550 per kilogram, sementara gula pasir lokal meningkat 9,45 persen menjadi Rp20.850 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, pergerakannya tidak seragam. Minyak goreng curah justru turun 4,4 persen menjadi Rp19.550 per liter.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I naik 11,16 persen menjadi Rp26.900 per liter, sedangkan merek II meningkat 6,82 persen menjadi Rp25.050 per liter.
Harga telur ayam ras segar juga naik cukup signifikan, yakni 17,8 persen menjadi Rp34.750 per kilogram.
Secara keseluruhan, data PIHPS Nasional BI pada Senin (17/8/2026) memperlihatkan harga pangan yang bergerak beragam.
Cabai merah besar berada di level Rp60.200 per kilogram, sementara cabai rawit merah menjadi komoditas cabai dengan lonjakan paling tinggi.
Di sisi lain, sejumlah bahan seperti daging sapi dan minyak goreng curah justru mengalami penurunan. (kangtop)












