Harga Minyak Goreng Hari Ini 12 Agustus 2026, Curah Rp20.500 per Liter

Kombis42 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar eceran nasional kembali mengalami pergerakan pada Rabu (12/8/2026).

Salah satu komoditas yang perlu diperhatikan masyarakat adalah minyak goreng, dengan harga minyak goreng curah tercatat Rp20.500 per liter.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga minyak goreng kemasan juga masih berada di atas minyak goreng curah.

Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.250 per liter, sedangkan kemasan bermerek II berada di angka Rp23.500 per liter.

Selain minyak goreng, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mencatat harga yang cukup beragam.

Cabai rawit hijau berada di level Rp54.050 per kg, sementara cabai rawit merah lebih tinggi, yakni Rp61.350 per kg.

Adapun cabai merah besar mencapai Rp49.200 per kg dan cabai merah keriting Rp51.200 per kg.

Harga Bahan Pangan Lainnya

Untuk komoditas telur, harga telur ayam ras tercatat Rp29.450 per kg. Sementara bawang merah berada di angka Rp39.400 per kg dan bawang putih mencapai Rp40.650 per kg.

Harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.850 per kg, sedangkan bawah II sekitar Rp14.650 per kg.

Untuk beras medium, harga medium I berada di level Rp16.450 per kg dan medium II Rp16.250 per kg.

Sementara itu, beras super masih menjadi salah satu kelompok dengan harga relatif tinggi. Beras super I tercatat Rp17.750 per kg, sedangkan super II sekitar Rp17.200 per kg.

Harga Daging dan Gula

Pada kelompok daging, harga daging ayam ras segar berada di kisaran Rp40.600 per kg.

Daging sapi kualitas I mencapai Rp151.000 per kg, sementara kualitas II sekitar Rp142.050 per kg.

BACA:  Harga Minyak Goreng 31 Agustus 2026 Naik Tipis, Kini Tembus Rp24.300 per Kg, Cek Perubahannya

Untuk gula pasir, harga gula premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp19.100 per kg.

Pergerakan harga berbagai kebutuhan pokok tersebut mencerminkan kondisi perdagangan pangan di tingkat eceran nasional.

Khusus minyak goreng, perubahan harga dapat dipengaruhi oleh pasokan bahan baku, permintaan pasar, biaya produksi hingga distribusi ke pedagang dan konsumen. (kangtop)