Lemon untuk Kolesterol, Benarkah Efektif? Simak Penjelasan dan Batasannya

Kesehatan52 Dilihat

KONCOdewe.com – Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, tetapi kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah dan penyakit jantung.

Karena itu, menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas yang sehat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Pengendalian kolesterol dapat dilakukan melalui kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta obat-obatan apabila memang diresepkan oleh dokter.

Selain itu, sejumlah bahan makanan juga diteliti karena berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol.

Salah satunya adalah jeruk lemon. Buah yang dikenal memiliki rasa asam dan kaya vitamin C ini kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Sejumlah penelitian menemukan adanya potensi lemon dalam membantu mengontrol kadar kolesterol, meski bukti yang tersedia belum cukup untuk menjadikan lemon sebagai pengganti pengobatan kolesterol.

Lemon dan Kolesterol, Apa Hubungannya?

Lemon mengandung sejumlah zat gizi dan senyawa bioaktif yang dapat mendukung pola makan sehat.

Beberapa penelitian yang dikutip dalam sumber kesehatan menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara konsumsi lemon dan kadar kolesterol yang lebih terkontrol.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan pada 2013 dalam International Journal of Humanities and Social Science melaporkan adanya penurunan kadar kolesterol LDL atau yang sering disebut kolesterol jahat pada peserta yang mengonsumsi air dengan perasan lemon secara rutin.

Namun, hasil penelitian tersebut tidak bisa langsung diartikan bahwa lemon merupakan satu-satunya penyebab penurunan kolesterol.

Peserta penelitian juga menjalani aktivitas olahraga secara teratur dan menerapkan pola makan rendah lemak.

Artinya, lemon lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai solusi tunggal untuk mengatasi kolesterol tinggi.

Menambah Asupan Vitamin C

Salah satu keunggulan lemon adalah kandungan vitamin C-nya.

Dalam satu cangkir perasan lemon disebut mengandung sekitar 94 miligram vitamin C, sedangkan satu cangkir lemon segar mengandung sekitar 112 miligram.

Vitamin C sendiri merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Sejumlah penelitian juga pernah mengamati kaitan antara asupan vitamin C dan kadar kolesterol.

BACA:  Jangan Asal Bersikap di Tempat Umum, Ini Adab yang Diajarkan Islam

Dalam penelitian tertentu, asupan vitamin C dalam jumlah tertentu dikaitkan dengan kemungkinan membantu menjaga kadar LDL dan kolesterol total.

Meski demikian, kebutuhan vitamin C setiap orang dapat berbeda dan konsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi bukan berarti otomatis membuat kolesterol turun.

Karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin C sebaiknya tetap dilakukan melalui pola makan yang beragam, termasuk buah dan sayuran.

Lemon Mengandung Serat Larut

Manfaat potensial lemon terhadap pengelolaan kolesterol juga berkaitan dengan kandungan seratnya, terutama apabila buah dikonsumsi secara utuh.

Serat larut memiliki mekanisme yang berbeda dari serat tidak larut. Ketika berada di saluran pencernaan, serat larut dapat menyerap air dan membentuk tekstur seperti gel.

Serat tersebut dapat membantu mengikat sebagian asam empedu di saluran pencernaan.

Asam empedu berkaitan dengan kolesterol sehingga proses pembuangannya melalui feses dapat ikut memengaruhi metabolisme kolesterol dalam tubuh.

National Institutes of Health atau NIH menyebut peningkatan asupan serat larut dapat membantu pengelolaan kadar kolesterol.

Namun, untuk memperoleh manfaat serat secara optimal, seseorang sebaiknya tidak hanya mengandalkan lemon.

Oat, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sejumlah sayuran juga merupakan sumber serat yang dapat dimasukkan dalam menu sehari-hari.

Kulit Lemon Juga Mengandung Flavonoid

Bukan hanya daging buahnya yang menarik perhatian peneliti. Kulit lemon juga mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2002 pernah mengamati pengaruh kulit lemon terhadap kadar kolesterol pada hewan percobaan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya potensi penurunan kolesterol.

Namun, temuan pada hewan tidak bisa langsung disamakan dengan efek pada manusia.

Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar manfaat senyawa dalam kulit lemon terhadap kadar kolesterol manusia dan bagaimana dosis yang aman serta efektif.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Lemon?

Lemon cukup mudah dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari. Salah satu cara paling sederhana adalah mencampurkan perasan lemon dengan air.

Bagi sebagian orang, rasa asam yang kuat mungkin kurang nyaman. Lemon dapat dicampurkan dengan bahan lain seperti jahe atau daun mint untuk menambah cita rasa.

Perasan lemon juga dapat digunakan sebagai tambahan pada salad, teh, atau berbagai menu makanan lainnya.

BACA:  Rupiah Menguat 46 Poin, Dolar AS Mulai Tinggalkan Level Rp17.800

Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan gula.

Minuman lemon yang diberi terlalu banyak gula justru dapat menambah asupan kalori dan tidak sejalan dengan pola makan sehat yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan metabolik.

Karena itu, jika ingin mengonsumsi lemon sebagai bagian dari pola makan sehat, penggunaan buah lemon segar tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi pilihan.

Lemon dan Bawang Putih, Benarkah Lebih Efektif?

Ada pula penelitian yang mengamati kombinasi lemon dan bawang putih pada orang dengan kadar kolesterol tinggi.

Penelitian pada 2016 melaporkan bahwa konsumsi perasan lemon bersama bawang putih dikaitkan dengan perubahan kadar kolesterol dan tekanan darah yang lebih terkontrol pada peserta penelitian.

Meski demikian, hasil satu penelitian tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kombinasi tersebut dapat menjadi terapi utama kolesterol tinggi.

Bawang putih dan lemon boleh menjadi bagian dari pola makan, tetapi keduanya tidak seharusnya digunakan untuk menggantikan obat kolesterol yang telah diresepkan dokter.

Jangan Mengandalkan Lemon Saja

Hal terpenting dalam mengendalikan kolesterol bukanlah mencari satu jenis makanan yang dianggap paling ampuh.

Pengelolaan kolesterol membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Pola makan dengan lebih banyak serat, membatasi lemak jenuh dan lemak trans, rutin bergerak atau berolahraga, menjaga berat badan, tidak merokok, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter merupakan bagian yang lebih penting.

Lemon dapat menjadi salah satu pilihan buah untuk melengkapi pola makan tersebut.

Kandungan vitamin C, serat, dan senyawa flavonoidnya membuat buah ini menarik untuk dikonsumsi, tetapi bukti mengenai kemampuannya secara langsung menurunkan kolesterol masih memiliki keterbatasan.

Bagi orang yang sudah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi atau sedang menjalani pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan maupun menghentikan obat yang sudah diresepkan.

Dengan begitu, konsumsi lemon dapat ditempatkan secara tepat sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti terapi medis untuk mengatasi kolesterol tinggi. (kangtop)