Sebelum Maag Makin Parah, Kenali Penyebabnya dan Coba Cara Alami Ini untuk Meredakannya

Kesehatan40 Dilihat

KONCOdewe.com – Maag menjadi salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia.

Keluhan ini bisa menyerang siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia, terutama mereka yang memiliki pola makan tidak teratur atau gaya hidup kurang sehat.

Saat maag kambuh, penderitanya dapat merasakan berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mulai dari mual, muntah, perut terasa kembung, cepat kenyang, hingga sensasi panas atau terbakar di dada akibat meningkatnya asam lambung.

Meski pada umumnya bukan termasuk penyakit yang berbahaya, maag tidak boleh dianggap sepele karena jika dibiarkan tanpa penanganan dapat berkembang menjadi gangguan pencernaan yang lebih serius.

Pada sebagian orang, gejala maag juga dapat muncul sewaktu-waktu dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Karena itu, penting untuk mengenali kapan kondisi tersebut masih bisa ditangani secara mandiri dan kapan harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Waspadai Gejala yang Membutuhkan Penanganan Medis

Keluhan maag memang sering kali dapat membaik setelah beristirahat atau mengonsumsi obat yang sesuai.

Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila nyeri dada disertai sesak napas, napas terasa berat, keringat dingin, atau rasa sakit menjalar hingga ke rahang, leher, maupun lengan.

Demikian pula jika nyeri dada muncul ketika sedang beraktivitas atau mengalami tekanan emosional, karena kondisi tersebut dapat menyerupai gejala penyakit jantung.

Gaya Hidup yang Sering Menjadi Pemicu Maag

Banyak kasus maag sebenarnya berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari.

Pola makan yang kurang baik menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya produksi asam lambung.

BACA:  Kebersihan Ternyata Bisa Memengaruhi Rezeki, Kesehatan, hingga Ketenangan Hati

Beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko maag antara lain:

Makan dalam porsi terlalu banyak, makan terlalu cepat, terlalu sering mengonsumsi makanan pedas atau tinggi garam, minum kopi, teh, atau cokelat secara berlebihan.

Mengonsumsi minuman beralkohol maupun bersoda, merokok, sering mengalami stres, serta makan terlalu dekat dengan waktu tidur.

Selain dipengaruhi gaya hidup, maag juga dapat dipicu oleh sejumlah penyakit seperti refluks asam lambung (GERD), gastritis, infeksi lambung, tukak lambung, penyakit celiac, bahkan kanker lambung.

Faktor obesitas dan sembelit juga diketahui dapat memperburuk keluhan pada sebagian penderita.

Bahan Alami yang Dapat Membantu Meredakan Maag

Selain pengobatan dari dokter, beberapa bahan alami juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengurangi gejala maag.

Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan tidak menggantikan pengobatan medis apabila keluhan tergolong berat.

  1. Jahe

Jahe telah lama dikenal sebagai rempah yang membantu meredakan mual sekaligus memberikan rasa hangat pada saluran pencernaan.

Kandungan senyawa aktif di dalamnya dipercaya dapat membantu mengurangi iritasi lambung dan meredakan rasa tidak nyaman akibat naiknya asam lambung.

Cara mengonsumsinya cukup sederhana, yakni dengan menyeduh beberapa iris jahe segar menggunakan air panas selama sekitar 10–20 menit sebelum diminum selagi hangat.

  1. Baking Soda

Baking soda memiliki sifat basa sehingga dapat membantu menetralkan kadar asam di dalam lambung.

Umumnya baking soda dicampurkan ke dalam segelas air hingga larut sebelum diminum.

Meski demikian, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena kandungan natrium yang cukup tinggi berpotensi menimbulkan efek samping.

Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjadikannya sebagai terapi.

  1. Mengunyah Permen Karet

Cara sederhana lainnya yang dipercaya dapat membantu mengurangi gejala maag adalah mengunyah permen karet tanpa gula.

BACA:  Jangan Anggap Sepele, Pisang Ternyata Menyimpan Segudang Manfaat untuk Jantung hingga Kesehatan Mental

Aktivitas mengunyah akan merangsang produksi air liur lebih banyak.

Air liur tersebut membantu menetralisir asam lambung yang naik ke kerongkongan sekaligus mempercepat proses pembersihan asam sehingga rasa terbakar di dada dapat berkurang.

  1. Jus Lidah Buaya

Lidah buaya tidak hanya dikenal sebagai tanaman untuk merawat kulit, tetapi juga dipercaya dapat membantu menenangkan saluran pencernaan.

Mengonsumsi jus lidah buaya dalam jumlah yang sesuai diyakini dapat membantu meredakan iritasi pada kerongkongan akibat asam lambung, mengurangi sensasi panas, sekaligus membantu menekan peradangan.

  1. Teh Chamomile

Teh chamomile juga sering dimanfaatkan sebagai minuman herbal untuk membantu menenangkan sistem pencernaan.

Minuman ini dipercaya dapat membantu mengurangi produksi asam lambung sehingga keluhan maag menjadi lebih ringan.

Namun, konsumsi teh chamomile tetap memerlukan kehati-hatian.

Terutama bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah karena chamomile memiliki sifat antikoagulan yang berpotensi meningkatkan risiko perdarahan.

Tetap Utamakan Pola Hidup Sehat

Selain memanfaatkan bahan-bahan alami, langkah paling penting untuk mencegah maag kambuh adalah menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat.

Biasakan makan secara teratur, hindari makan berlebihan, batasi makanan yang memicu naiknya asam lambung, kelola stres dengan baik, serta jangan langsung berbaring setelah makan.

Apabila keluhan maag terus berulang, semakin berat, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

Dengan penanganan sejak dini, risiko komplikasi akibat gangguan lambung dapat diminimalkan sehingga kualitas hidup tetap terjaga. (kangtop)