Kobaran Api Menghanguskan 176 Hektare di Bromo, Empat Akses Wisata Ditutup, Ini Dugaan Penyebabnya

Kabar50 Dilihat

KONCOdewe.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo, Jawa Timur.

Hingga Sabtu (8/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran tercatat mencapai sekitar 176 hektare dengan berbagai jenis vegetasi.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menduga kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas manusia.

Dugaan awal mengarah pada api dari perapian yang dibuat warga ketika melintas di jalur tradisional atau jalur alternatif di kawasan Bromo.

Mengutip Antara, Kepala BB-TNBTS, Rudjanta Tjahja Nugraha, mengatakan titik api pertama kali terpantau di bagian atas tebing Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Di sekitar lokasi tersebut terdapat jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranupane.

Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu akses alternatif yang digunakan masyarakat untuk melintas.

Rudjanta menjelaskan, warga yang melintasi jalur itu diduga membuat api kecil untuk menghangatkan tubuh.

Namun, kondisi vegetasi yang relatif kering serta hembusan angin membuat api berpotensi cepat membesar dan menjalar ke area di sekitarnya.

BB-TNBTS sementara mengarah pada dugaan faktor manusia sebagai pemicu kebakaran, bukan akibat kondisi alam.

Meski begitu, penyebab pastinya masih dalam proses penelusuran oleh petugas.

Dugaan sementara juga menyebut kebakaran tidak dilakukan secara sengaja.

Api diperkirakan muncul akibat kelalaian ketika seseorang membuat perapian untuk menghangatkan badan.

Vegetasi dan Habitat Satwa Ikut Terancam

Kebakaran tidak hanya terjadi di Blok Bantengan, Lumajang, tetapi juga merambah kawasan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo.

Dengan luasan sementara mencapai 176 hektare, area terbakar masih berpotensi meluas apabila kondisi di lapangan belum sepenuhnya terkendali.

BACA:  Tak Hanya Pusat Pemerintahan, IKN Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Sejumlah vegetasi terdampak, mulai dari bunga edelweiss, cemara gunung, tanaman hias hingga semak belukar.

Kondisi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberadaan habitat berbagai satwa yang hidup di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Beberapa satwa yang dikhawatirkan ikut terdampak antara lain lutung jawa, elang jawa, serta berbagai jenis burung.

Petugas juga memperhatikan kemungkinan adanya sarang, telur, maupun anakan satwa yang terdampak oleh kobaran api.

Meski demikian, BB-TNBTS menyampaikan bahwa lokasi kebakaran yang berada di kawasan tebing relatif tidak banyak menjadi habitat satwa berukuran besar.

Dampak terhadap ekosistem tetap menjadi perhatian, terutama terhadap serangga serta sejumlah flora dan fauna endemik di kawasan Bromo Tengger Semeru.

Empat Pintu Masuk Bromo Ditutup

Demi keselamatan wisatawan dan mendukung proses penanganan kebakaran, empat pintu masuk kawasan Bromo ditutup sementara untuk aktivitas wisata.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi kebakaran yang cukup luas serta potensi bahaya yang dapat muncul di sekitar kawasan terdampak.

Wisatawan yang sebelumnya telah membeli tiket masuk namun terdampak penutupan dapat mengajukan perubahan jadwal kunjungan maupun pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku. (kangtop)