KONCOdewe.com – Harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi di antara sejumlah jenis cabai di tingkat rata-rata nasional pada 15 September 2026 pukul 12.48 WIB.
Komoditas yang dikenal memiliki rasa pedas kuat ini tercatat mencapai Rp92.800 per kilogram, naik Rp1.650 atau sekitar 1,81 persen dibandingkan sebelumnya.
Kenaikan tersebut membuat cabai rawit merah tetap menjadi salah satu komoditas cabai dengan harga paling tinggi di pasaran.
Posisi harganya terpaut cukup jauh dari jenis cabai lainnya yang tercatat pada periode yang sama.
Sebagai perbandingan, cabai rawit hijau berada di Rp66.650 per kilogram, naik Rp2.600 atau 4,06 persen.
Sementara cabai merah keriting tercatat Rp65.800 per kilogram setelah mengalami kenaikan Rp4.800 atau 7,87 persen.
Adapun cabai merah besar berada di Rp55.450 per kilogram, naik Rp550 atau sekitar 1 persen.
Pergerakan harga juga terjadi pada sejumlah bahan pangan lainnya.
Bawang merah ukuran sedang berada di Rp36.850 per kilogram, turun Rp1.100, sedangkan bawang putih sedang tercatat Rp38.900 per kilogram setelah turun Rp450.
Untuk komoditas beras, harga tercatat bervariasi. Beras Kualitas Bawah I berada di Rp15.000 per kilogram, Bawah II Rp14.650, Medium I Rp16.550, Medium II Rp16.400, Super I Rp17.900, dan Super II Rp17.300 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mencapai Rp42.350 per kilogram.
Daging sapi kualitas 1 berada di Rp151.800, kualitas 2 Rp142.200, sedangkan telur ayam ras segar tercatat Rp29.950 per kilogram.
Sementara itu, harga gula pasir premium berada di Rp20.200 per kilogram dan gula pasir lokal Rp19.050.
Minyak goreng curah masih berada di Rp20.450 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerk 1 Rp24.200 dan kemasan bermerk 2 Rp23.500 per kilogram.
Dengan harga mencapai Rp92.800 per kilogram, cabai rawit merah menjadi komoditas cabai termahal pada 15 September 2026.
Meski kenaikannya sebesar Rp1.650 atau 1,81 persen tidak setinggi cabai merah keriting, harga cabai rawit merah tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan dapur sehari-hari. (kangtop)









