KONCOdewe.com – Buah-buahan selama ini dikenal sebagai salah satu sumber pangan yang kaya serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa alami yang dibutuhkan tubuh.
Karena itu, buah sering menjadi bagian penting dalam pola makan sehari-hari.
Namun, ada sebuah konsep diet yang mencoba menghubungkan pilihan makanan dengan golongan darah seseorang.
Dalam teori diet golongan darah, pemilik golongan darah O disebut memiliki karakteristik pola pencernaan yang berbeda dibandingkan golongan darah lainnya.
Buah bahkan ditempatkan sebagai salah satu pilihan makanan yang dianggap dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menggantikan sebagian makanan pokok.
Pandangan tersebut antara lain dibahas dalam buku Diet Sehat Golongan Darah O karya Wied Harry Apriadji.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa diet berdasarkan golongan darah masih kontroversial dan belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat untuk dijadikan aturan kesehatan yang berlaku bagi semua orang.
Buah Disebut Bisa Menjadi Alternatif Makanan Pokok
Dalam konsep diet golongan darah O, buah tidak hanya dipandang sebagai makanan pelengkap.
Buah disebut dapat menjadi pilihan yang lebih ringan dan mengenyangkan untuk menggantikan sebagian makanan pokok seperti nasi, roti, atau pasta.
Gagasan tersebut berangkat dari anggapan bahwa sistem pencernaan pemilik golongan darah O akan bekerja lebih baik ketika mengonsumsi makanan tertentu yang dianggap sesuai dengan karakteristik tubuh mereka.
Bahkan, konsumsi buah dalam pola makan tersebut dikaitkan dengan upaya menjaga berat badan.
Ketika makanan berkalori tinggi seperti roti, pasta, atau makanan pokok tertentu dikurangi dan digantikan dengan pilihan yang lebih kaya serat, asupan energi total seseorang memang dapat berubah.
Namun, perubahan berat badan pada dasarnya tidak ditentukan oleh golongan darah semata.
Jumlah kalori, komposisi makanan, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi kesehatan, serta kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran penting.
Mengapa Ada Buah yang Disebut Perlu Dihindari?
Teori diet golongan darah O menyebut bahwa karakteristik sistem pencernaan pemilik golongan darah O cenderung memiliki tingkat keasaman tinggi.
Dari anggapan tersebut kemudian muncul rekomendasi untuk membatasi buah-buahan yang juga memiliki rasa atau kandungan asam tinggi.
Tujuannya, menurut teori tersebut, adalah mengurangi kemungkinan munculnya rasa tidak nyaman pada lambung maupun iritasi saluran pencernaan.
Beberapa buah yang disebut perlu diwaspadai antara lain:
- Jeruk orange
- Jeruk keprok
- Jeruk Pontianak
- Jeruk Medan
- Jeruk Garut
- Stroberi
Sekali lagi, daftar tersebut merupakan bagian dari teori diet golongan darah.
Bukan berarti semua pemilik golongan darah O pasti akan mengalami gangguan setelah mengonsumsi buah-buahan tersebut.
Faktanya, makanan asam memang dapat memperburuk gejala pada sebagian orang yang memiliki kondisi lambung tertentu, tetapi hal tersebut tidak secara khusus ditentukan oleh golongan darah.
Buah Pembentuk Basa Disebut Lebih Sesuai
Dalam teori tersebut, pemilik golongan darah O kemudian diarahkan untuk memilih buah yang dianggap memiliki efek membentuk basa setelah dicerna.
Beberapa buah yang disebut memberikan manfaat adalah plum, prune atau plum kering, serta buah ara atau fig.
Warna buah yang cenderung merah tua, biru, hingga ungu gelap juga dikaitkan dengan karakteristik tersebut.
Buah-buahan dengan warna mencolok memang sering mengandung berbagai senyawa tumbuhan, termasuk pigmen dan antioksidan.
Namun, istilah “membentuk basa” setelah makanan dicerna perlu dipahami secara hati-hati.
Tubuh manusia memiliki mekanisme yang sangat ketat dalam menjaga keseimbangan pH darah.
Makanan tidak secara sederhana dapat mengubah darah seseorang menjadi lebih asam atau basa.
Karena itu, manfaat buah-buahan tersebut lebih tepat dilihat dari kandungan gizinya daripada semata-mata berdasarkan efek terhadap pH tubuh.
Grapefruit Menjadi Pengecualian Menarik
Grapefruit atau jeruk grapefruit menjadi salah satu buah yang menarik dalam teori diet golongan darah O.
Buah ini memang memiliki rasa asam, tetapi dalam teori tersebut grapefruit tetap diperbolehkan karena disebut menghasilkan efek basa setelah melalui proses pencernaan.
Konsumsinya tetap dianjurkan tidak berlebihan. Dari sisi nutrisi, grapefruit menyediakan vitamin dan senyawa tumbuhan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Grapefruit dapat berinteraksi dengan sejumlah obat tertentu karena dapat memengaruhi kerja enzim yang berperan dalam metabolisme obat.
Jadi, orang yang rutin mengonsumsi obat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi grapefruit dalam jumlah banyak.
Tidak Semua Buah Pembentuk Basa Dianggap Cocok
Salah satu bagian menarik dari teori tersebut adalah adanya buah yang sebenarnya disebut bersifat membentuk basa, tetapi tetap disarankan untuk dibatasi.
Contohnya adalah melon.
Dalam sumber yang menjadi rujukan tulisan ini, melon disebut memiliki karakter membentuk basa, tetapi dianggap mengandung jamur yang dinilai kurang sesuai bagi pemilik golongan darah O karena dianggap sensitif terhadap jamur.
Atas dasar teori tersebut, melon dan semangka disarankan dikonsumsi dalam jumlah secukupnya. Sementara itu, melon jenis honeydew dan blewah bahkan disebut sebaiknya dihindari.
Namun, klaim bahwa seseorang dengan golongan darah O secara khusus lebih sensitif terhadap “jamur” dalam buah tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Jika seseorang mengalami reaksi setelah mengonsumsi buah tertentu, penyebabnya perlu dilihat secara individual dan tidak langsung dikaitkan dengan golongan darah.
Buah Beri Juga Menjadi Pilihan
Kelompok buah beri juga mendapat perhatian dalam pola makan untuk golongan darah O.
Salah satu yang disebut adalah ciplukan atau gooseberry. Buah-buahan dalam kelompok ini dikenal memiliki berbagai vitamin dan senyawa antioksidan yang dapat mendukung pola makan sehat.
Namun, teori tersebut memberikan pengecualian terhadap blackberry.
Buah ini disebut sebaiknya dihindari karena kandungan lektinnya dianggap dapat mengganggu sistem pencernaan pemilik golongan darah O.
Lektin sendiri memang merupakan protein yang ditemukan secara alami dalam berbagai tanaman.
Akan tetapi, hubungan khusus antara lektin makanan dengan golongan darah tertentu masih belum terbukti secara kuat dalam penelitian ilmiah.
Dengan kata lain, seseorang tidak perlu langsung menghilangkan blackberry dari menu hanya karena memiliki golongan darah O, terutama jika selama ini tidak mengalami masalah setelah mengonsumsinya.
Nanas dan Keluhan Perut Kembung
Nanas juga disebut sebagai salah satu buah yang baik dalam konsep diet golongan darah O.
Konsumsi jus nanas bahkan dikaitkan dengan upaya membantu mengatasi retensi air dan perut kembung. Kedua kondisi tersebut kemudian dianggap berkaitan dengan masalah berat badan.
Nanas memang mengandung bromelain, yaitu kelompok enzim yang secara alami terdapat dalam buah tersebut. Buah ini juga mengandung vitamin C dan sejumlah nutrisi lainnya.
Namun, penting membedakan antara membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengklaim bahwa suatu buah dapat mengatasi kegemukan.
Penurunan berat badan tetap membutuhkan pengaturan pola makan secara keseluruhan dan aktivitas fisik yang konsisten.
Perut kembung juga memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jika terjadi terus-menerus, berat, atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis lebih tepat daripada hanya mengandalkan jus buah.
Berapa Banyak Buah yang Dianjurkan?
Dalam sumber yang menjadi dasar artikel ini, pemilik golongan darah O disarankan mengonsumsi buah sekitar tiga hingga empat kali dalam sehari.
Setiap kesempatan makan buah disebut dapat berupa satu buah atau sekitar 85–100 gram, tergantung jenisnya.
Selain buah utuh, jus buah atau sayuran juga disebut dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari dengan jumlah sekitar 250–500 mililiter.
Namun, dalam pola makan sehat modern, buah utuh umumnya lebih diutamakan dibandingkan jus karena proses mengolah buah menjadi jus dapat mengurangi sebagian serat dan membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi dalam jumlah besar.
Jika membuat jus, sebaiknya hindari tambahan gula berlebihan. Lebih baik lagi, variasikan buah dengan sayuran dan tetap memperhatikan kebutuhan kalori harian.
Buah Segar Lebih Baik daripada Produk Tinggi Gula
Apa pun golongan darah seseorang, memilih buah dalam bentuk yang lebih alami umumnya merupakan kebiasaan yang baik.
Buah segar menyediakan serat dan air secara alami. Sementara itu, beberapa produk olahan buah seperti minuman rasa buah, jus kemasan dengan tambahan gula, selai, atau manisan bisa memiliki kandungan gula yang jauh lebih tinggi.
Karena itu, fokus utama sebaiknya bukan sekadar menentukan buah berdasarkan golongan darah, melainkan melihat kualitas keseluruhan makanan.
Memilih buah utuh, mengonsumsi dalam porsi wajar, serta mengombinasikannya dengan sumber protein, sayuran, biji-bijian, dan makanan bergizi lainnya akan memberikan pola makan yang lebih seimbang.
Jangan Sampai Teori Diet Membuat Takut Makan Buah
Pembahasan tentang buah dan golongan darah memang menarik karena menawarkan cara pandang berbeda terhadap pola makan.
Namun, pembaca perlu berhati-hati agar teori tersebut tidak berubah menjadi larangan yang terlalu kaku.
Tidak semua orang bergolongan darah O akan memiliki respons yang sama terhadap jeruk, stroberi, melon, blackberry, atau buah lainnya.
Jika seseorang bisa mengonsumsi suatu buah tanpa keluhan, tidak ada alasan otomatis untuk menghindarinya hanya karena golongan darah.
Sebaliknya, apabila suatu makanan memang memicu gejala tertentu, catat jenis makanan, jumlah konsumsi, dan respons tubuh.
Untuk orang dengan penyakit lambung, diabetes, alergi makanan, gangguan ginjal, atau kondisi kesehatan lainnya, pilihan buah sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing.
Pola Makan Sehat Tidak Hanya Ditentukan Golongan Darah
Buah tetap merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Kandungan serat, vitamin, mineral, air, serta senyawa bioaktif membuat buah layak mendapatkan tempat dalam menu sehari-hari.
Teori diet golongan darah O memang menyebut beberapa buah seperti plum, prune, fig, grapefruit, dan nanas sebagai pilihan yang dianggap lebih sesuai, sementara jeruk tertentu, stroberi, melon, semangka, dan blackberry disebut perlu diperhatikan.
Namun, bukti ilmiah belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tubuh seseorang membutuhkan pola makan tertentu hanya berdasarkan golongan darahnya.
Karena itu, cara paling bijak adalah menjadikan teori tersebut sebagai informasi tambahan, bukan sebagai pengganti nasihat dokter atau ahli gizi. (kangtop)









