Meletus Lagi! Kolom Abu Semeru Tembus 800 Meter, Warga Diminta Tak Mendekati Kawasan Ini

Kabar52 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat (21/8/2026) pagi.

Aktivitas vulkanik tersebut menghasilkan kolom abu yang teramati menjulang hingga sekitar 800 meter di atas puncak gunung.

Erupsi dilaporkan terjadi pada pukul 08.27 WIB.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Liswanto AP, kolom letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak menuju arah selatan.

Ketinggian kolom letusan tercatat mencapai sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi Gunung Semeru masih berlangsung.

Badan Geologi juga mengonfirmasi kejadian tersebut. Dalam laporannya disebutkan bahwa erupsi terjadi pada Jumat pagi dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter dari atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 08:27 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 meter di atas puncak,” tulis Badan Geologi, Jumat (21/8/2026).

Warga Diminta Menjauh dari Besuk Kobokan

Menyikapi aktivitas erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Kawasan ini dinilai berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Hindari Radius 5 Kilometer dari Kawah

PVMBG turut memberikan peringatan agar masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

BACA:  Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Pasien RS Samaritan Panik dan Berhamburan Keluar

Zona tersebut memiliki potensi bahaya berupa lontaran batu pijar yang dapat terjadi selama gunung mengalami erupsi.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Ancaman yang perlu diantisipasi meliputi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar.

Beberapa jalur aliran yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga dapat muncul melalui sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Karena itu, masyarakat di kawasan rawan diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi serta tidak mendekati wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya selama aktivitas Gunung Semeru masih berlangsung. (kangtop)