Data PIHPS 17 Agustus 2026: Harga Bawang Putih Melonjak, Tembus Rp52.050 per Kilogram

Kombis51 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga sejumlah bahan pangan nasional mengalami perubahan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (BI) pada Senin (17/8/2026), salah satu komoditas yang mencatat kenaikan cukup tinggi adalah bawang putih.

Harga bawang putih naik 28,2 persen menjadi Rp52.050 per kilogram.

Kenaikan tersebut membuat bawang putih menjadi salah satu komoditas bumbu dapur dengan harga yang cukup tinggi pada perdagangan hari tersebut.

Bawang Putih Naik, Bawang Merah Juga Menguat

Pergerakan naik tidak hanya terjadi pada bawang putih. Harga bawang merah juga meningkat 26,27 persen hingga mencapai Rp49.750 per kilogram.

Kenaikan kedua komoditas tersebut menjadi perhatian karena bawang putih dan bawang merah merupakan bahan yang umum digunakan dalam berbagai masakan rumah tangga.

Cabai Rawit Merah Tembus Rp90.200

Kenaikan lebih tajam terjadi pada kelompok aneka cabai. Cabai rawit merah melonjak 48,72 persen hingga mencapai Rp90.200 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah besar naik 22,61 persen menjadi Rp60.200 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting meningkat 22,08 persen menjadi Rp62.200 per kilogram.

Berbeda dengan jenis cabai lainnya, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan 5,3 persen menjadi Rp50.900 per kilogram.

Harga Beras Ikut Bergerak Naik

Kenaikan juga terlihat pada berbagai kategori beras. Beras bawah I naik 4,05 persen menjadi Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras bawah II meningkat 5,46 persen menjadi Rp15.450 per kilogram.

Untuk kategori medium, harga beras medium I berada di level Rp17.050 per kilogram setelah naik 3,65 persen. Sementara beras medium II meningkat 5,23 persen menjadi Rp17.100 per kilogram.

BACA:  Cek Sebelum Isi BBM! Daftar Harga Terbaru Pertamina Juli 2026, Ada yang Turun Signifikan

Pada kelompok beras super, beras super I naik 5,08 persen menjadi Rp18.600 per kilogram, sedangkan beras super II meningkat 5,54 persen menjadi Rp18.100 per kilogram.

Daging Ayam Naik, Daging Sapi Turun

Perubahan harga juga terjadi pada komoditas daging. Daging ayam ras segar mengalami kenaikan 24,35 persen dan mencapai Rp50.550 per kilogram.

Sebaliknya, harga daging sapi justru menurun. Daging sapi kualitas I turun 6,29 persen menjadi Rp141.600 per kilogram, sementara kualitas II turun 3,52 persen menjadi Rp137.150 per kilogram.

Harga Gula dan Minyak Goreng Beragam

Harga gula pasir juga tercatat meningkat. Gula pasir premium naik 16,01 persen menjadi Rp23.550 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 9,45 persen menjadi Rp20.850 per kilogram.

Untuk minyak goreng, pergerakannya berbeda berdasarkan jenis. Minyak goreng curah turun 4,4 persen menjadi Rp19.550 per liter.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I naik 11,16 persen menjadi Rp26.900 per liter, sedangkan merek II meningkat 6,82 persen menjadi Rp25.050 per liter.

Telur Ayam Ras Naik hingga Rp34.750

Komoditas pangan lainnya yang mengalami kenaikan adalah telur ayam ras segar. Harganya naik 17,8 persen menjadi Rp34.750 per kilogram.

Secara keseluruhan, harga pangan nasional pada Senin (17/8/2026) menunjukkan pergerakan yang beragam.

Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang patut diperhatikan karena harganya naik 28,2 persen hingga mencapai Rp52.050 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti daging sapi dan minyak goreng curah justru mengalami penurunan.

Perubahan harga tersebut penting dicermati masyarakat karena bawang putih, beras, cabai, daging, telur, dan bahan pangan lainnya merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari.

Data PIHPS Nasional BI dapat menjadi salah satu rujukan untuk melihat perkembangan harga pangan di tingkat nasional. (kangtop)