Kolombia Diguncang Gempa M 7,4, Korban Jiwa Capai 111 Orang, Ribuan Rumah Rusak

Kabar53 Dilihat

KONCOdewe.com – Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang kawasan barat Kolombia pada Senin (10/8/2026).

Guncangan kuat tersebut memicu kerusakan di berbagai wilayah dan menimbulkan korban jiwa.

Sedikitnya 111 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 87 orang lainnya mengalami luka-luka.

Presiden Kolombia Abelardo De la Espriella mengatakan dampak gempa tidak hanya menelan korban, tetapi juga merusak ribuan bangunan.

Sebanyak 1.575 rumah terdampak, termasuk 37 rumah yang dilaporkan rusak total.

Selain itu, terdapat 61 bangunan yang runtuh, sementara kerusakan juga ditemukan pada 18 fasilitas kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat kegiatan masyarakat dan 18 ruas jalan.

Melihat luasnya dampak bencana, pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status bencana nasional.

Keputusan tersebut bertujuan mempercepat pengerahan personel dan bantuan sekaligus mempermudah koordinasi berbagai lembaga dalam proses penanganan darurat.

Episentrum Gempa di Sekitar San Jose del Palmar

Gempa utama tercatat terjadi pada 12.34 GMT atau 19.34 WIB. Titik pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar.

Berdasarkan informasi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sumber gempa berada pada kedalaman kurang lebih 107 kilometer.

Tidak lama setelah gempa utama, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan berkekuatan M 5,0.

Gempa susulan terjadi pada 13.18 GMT atau 20.18 WIB, dengan episentrum sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.

San Jose del Palmar merupakan wilayah administratif di Choco dengan jumlah penduduk sekitar 4.800 jiwa.

Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 1.288 meter di atas permukaan laut.

Meski gempa memiliki kekuatan besar, Sistem Peringatan Tsunami AS memastikan tidak ada potensi tsunami yang mengancam California, Oregon, Washington dan Alaska.

Peringatan serupa juga berlaku bagi British Columbia, Kanada.

Pemerintah Kolombia turut menyatakan bahwa pesisir Pasifik negara tersebut tidak menghadapi ancaman tsunami.

Korban Tersebar di Berbagai Daerah

BACA:  Putusan MK Soal IKN: Jakarta Masih Pusat Pemerintahan RI

Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari beberapa wilayah yang terdampak.

Berdasarkan data Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia atau Asocapitales, hingga pukul 11.30 waktu setempat tercatat 40 orang meninggal di Risaralda, 27 orang di Valle del Cauca dan empat orang di Choco.

Di Pereira, Wali Kota Mauricio Salazar mengonfirmasi sedikitnya 18 warga meninggal dunia.

Sementara Gubernur Valle del Cauca Dillian Francisca melaporkan 27 orang kehilangan nyawa akibat bencana tersebut.

Manizales juga mengalami dampak cukup serius.

Wali Kota Jorge Eduardo Rojas menyebut ada sedikitnya dua korban meninggal dan lebih dari 32 bangunan mengalami kerusakan, baik sebagian maupun seluruhnya.

Aktivitas pembelajaran dihentikan sementara setelah ditemukan kebocoran gas serta gangguan pada jaringan listrik.

Di Quibdo, laporan awal menyebut satu orang meninggal dunia, disertai korban luka dan kerusakan berat pada sejumlah bangunan.

Sementara Gubernur Choco Nubia Carolina Cordoba-Curi menyampaikan bahwa empat orang meninggal dan 69 lainnya terluka di wilayah tersebut.

Fasilitas Umum hingga Bandara Terdampak

Gempa juga mengganggu aktivitas transportasi udara. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon, Cali.

Sementara itu, penerbangan di Bandara Popayan dihentikan sementara setelah muncul abu vulkanik dari Gunung Purace yang terpantau setelah aktivitas seismik.

Pemeriksaan struktur juga dilakukan di sejumlah bandara lain, termasuk Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago dan Buenaventura.

Di Quibdo, tim penyelamat dikerahkan untuk mencari warga yang kemungkinan masih terjebak di bangunan yang roboh.

Wali Kota Cali Alejandro Eder juga melaporkan sedikitnya 20 bangunan runtuh di kotanya dan terdapat kemungkinan korban masih berada di dalam reruntuhan.

Manizales turut mengalami kerusakan pada bangunan bersejarah.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan salah satu menara utama katedral kota mengalami kerusakan struktur yang cukup parah dan terlihat miring ke arah bagian tengah bangunan.

Warga Berhamburan Keluar Gedung

Guncangan juga terasa di Bogota. Bunyi sirene darurat membuat ribuan warga dan pekerja perkantoran meninggalkan gedung dan berkumpul di ruang terbuka untuk menghindari risiko bangunan runtuh.

BACA:  Video Mojtaba Khamenei Beredar, Kemunculannya Setelah 5 Bulan Langsung Jadi Perhatian, Begini Kondisinya

Namun, Wali Kota Bogota Carlos Fernando Galan menyampaikan bahwa pemeriksaan awal tidak menemukan kerusakan struktural serius di ibu kota.

Pemerintah kota juga menyiapkan sekitar 100 personel untuk membantu penanganan di daerah yang mengalami dampak lebih berat.

Badan Infrastruktur Nasional Kolombia turut mengambil langkah pencegahan dengan menutup sementara Terowongan Sumapaz dan Jembatan Mariano Ospina.

Kedua fasilitas tersebut akan diperiksa untuk memastikan keamanan struktur sebelum kembali digunakan.

Guncangan gempa juga dirasakan melewati wilayah Kolombia. Getaran kuat dilaporkan terasa hingga Ekuador dan Panama, meskipun dampak terparah terjadi di sejumlah wilayah Kolombia.

Posko Terpadu Dibentuk

Presiden Abelardo De la Espriella menyatakan pemerintah memprioritaskan penyelamatan korban dan penanganan masyarakat terdampak.

Ia menginstruksikan pembentukan pos komando terpadu untuk mengintegrasikan seluruh operasi tanggap darurat.

Presiden juga meminta laporan menyeluruh mengenai kondisi daerah terdampak dari Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana.

Ia sebelumnya berencana mendatangi Pereira untuk melihat kondisi secara langsung, tetapi kemudian memilih kembali ke Bogota agar dapat memimpin koordinasi penanganan bencana dari ibu kota.

Proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah bersama tim penyelamat terus melakukan pemeriksaan terhadap bangunan serta mencari kemungkinan korban yang masih terjebak.

Sejumlah ahli menyebut gempa ini sebagai salah satu guncangan paling kuat yang pernah terjadi di Kolombia dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bogota menyatakan terus mengikuti perkembangan situasi. Warga AS di Kolombia diminta memperhatikan informasi dari otoritas setempat dan menjaga komunikasi dengan keluarga.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan bahwa pemerintah Amerika Serikat memantau perkembangan gempa tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung masyarakat Kolombia yang terdampak. (kangtop)