Cabai Rawit Hijau Rp52.600 per Kg, Simak Pergerakan Harga Pangan Nasional 9 Agustus 2026

Kombis51 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga cabai rawit hijau kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan data terbaru, harga cabai rawit hijau secara rata-rata nasional meningkat 1,25 persen menjadi Rp52.600 per kilogram (kg).

Data tersebut mengacu pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) pada Minggu pukul 09.30 WIB.

Kenaikan harga cabai rawit hijau menjadi bagian dari pergerakan sejumlah komoditas pangan yang mengalami peningkatan pada perdagangan kali ini.

Harga cabai lainnya juga bergerak naik.

Cabai merah besar tercatat meningkat 1,73 persen menjadi Rp49.900 per kg, sedangkan cabai merah keriting naik 3,92 persen hingga mencapai Rp50.400 per kg.

Sementara itu, cabai rawit merah mengalami lonjakan 6,9 persen menjadi Rp59.650 per kg.

Kenaikan juga terlihat pada kelompok protein hewani. Harga daging ayam ras segar naik 0,38 persen menjadi Rp40.050 per kg.

Adapun daging sapi kualitas I berada di level Rp151.750 per kg, sedangkan kualitas II mencapai Rp143.050 per kg.

Berbeda dengan daging ayam dan sapi, harga telur ayam ras justru mengalami penurunan.

Harga komoditas tersebut turun 0,67 persen menjadi Rp29.450 per kg secara rata-rata nasional.

Sementara itu, harga beras pada sejumlah kategori mengalami kenaikan.

Beras medium kualitas I naik 0,3 persen menjadi Rp16.450 per kg, sedangkan kualitas II meningkat 0,31 persen menjadi Rp16.250 per kg.

Untuk beras super, harga kualitas I naik 0,28 persen menjadi Rp17.750 per kg. Beras super kualitas II juga meningkat 0,29 persen menjadi Rp17.200 per kg.

Dengan harga mencapai Rp52.600 per kg, cabai rawit hijau menjadi salah satu komoditas hortikultura yang mengalami kenaikan pada Minggu (9/8/2026).

BACA:  Harga BBM Pertamina Hari Ini 24 Agustus 2026: Pertamax Turbo Turun, Segini Tarif Terbarunya

Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan naiknya harga sejumlah bahan pangan lain, meski beberapa komoditas seperti telur ayam ras justru mengalami penurunan. (kangtop)