Api Masih Berkobar di Gunung Bromo, BNPB Andalkan Teknologi Ini untuk Percepat Pemadaman

Kabar29 Dilihat

KONCOdewe.com – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Teknologi ini akan dimanfaatkan untuk memicu hujan buatan ketika kondisi atmosfer memungkinkan, sehingga dapat mendukung upaya pemadaman api yang hingga kini masih berlangsung.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, selain mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing, pihaknya juga telah menyiapkan skema OMC sebagai dukungan tambahan.

Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan kebutuhan di lapangan agar hasilnya lebih efektif.

“Selain water bombing, BNPB menyiapkan dukungan OMC yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan,” kata Suharyanto, Kamis (6/8), dikutip dari Antara.

Menurutnya, pemadaman dari udara sangat penting untuk melengkapi kerja tim gabungan di darat.

Hal itu mengingat medan di kawasan Kaldera Bromo cukup terjal dan sulit dijangkau, sehingga banyak titik api yang hanya dapat diakses melalui jalur udara.

Upaya tersebut dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026.

Status tersebut berlaku selama 180 hari, mulai 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menetapkan status siaga darurat berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 300.2/326/426.32/2026 yang berlaku hingga 5 Oktober 2026.

Penetapan status ini memudahkan pemerintah pusat dalam mengerahkan berbagai bantuan, termasuk armada helikopter dan teknologi modifikasi cuaca.

BNPB berharap kombinasi operasi water bombing dan OMC dapat mempercepat pengendalian kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

BACA:  Soroti Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Ajak Pejabat Pahami Sejarah Penjajahan

Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah api meluas ke area konservasi lain di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Serta mematuhi kebijakan penutupan sementara kawasan wisata TNBTS agar proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman dan optimal.

Memasuki hari keempat penanganan pada Kamis (6/8), kebakaran di kawasan Gunung Bromo masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Untuk memperkuat operasi udara, BNPB mengirimkan satu unit helikopter dari Palangkaraya yang akan digunakan dalam misi water bombing.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan tambahan armada tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian api yang masih membakar sejumlah titik di kawasan pegunungan.

Karhutla di kawasan Bromo pertama kali dilaporkan pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Ranu Pani, Kabupaten Probolinggo.

Pada hari ketiga penanganan, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan.

Mulai dari drone water spray berkapasitas 150 liter, truk tangki air, mobil pemadam kebakaran, hingga pemadaman manual menggunakan metode gepyok di area yang sulit diakses.

Meski kobaran api di kawasan Gunung Piramid sempat berhasil dipadamkan pada Selasa (4/8), titik api kembali muncul pada siang harinya sehingga proses penanganan harus terus dilanjutkan.

Data Pusdalops BPBD Jawa Timur per Kamis pagi (6/8) mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.

Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.

Hingga saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan secara terpadu oleh BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang.

Balai TNBTS, Polisi Kehutanan, TNI, Polri, serta para relawan peduli api yang terus berjibaku mengendalikan kobaran di sejumlah titik. (kangtop)