KONCOdewe.com – Harga beras di tingkat pedagang eceran nasional pada Minggu (26/7/2026) masih menunjukkan perbedaan sesuai kualitasnya.
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia.
Beras kualitas super I diperdagangkan seharga Rp17.700 per kilogram, sementara super II berada di level Rp17.150 per kilogram.
Untuk kelompok beras kualitas menengah, beras medium I dijual Rp16.400 per kilogram dan medium II sebesar Rp16.200 per kilogram.
Adapun beras kualitas bawah I dipasarkan Rp14.750 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II tercatat Rp14.550 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut mencerminkan variasi mutu beras yang tersedia di pasaran.
Cabai dan Bawang Mengalami Penurunan
Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura masih mencatat pelemahan harga.
Cabai rawit merah turun menjadi Rp54.400 per kilogram, cabai rawit hijau Rp51.850 per kilogram, cabai merah besar Rp48.150 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp46.250 per kilogram.
Harga bawang juga ikut menurun. Bawang merah ukuran sedang kini dijual Rp42.150 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang berada di level Rp42.700 per kilogram.
Daging dan Telur Justru Menguat
Berbeda dengan kelompok hortikultura, komoditas protein hewani mengalami kenaikan harga.
Daging ayam ras segar diperdagangkan Rp39.100 per kilogram, daging sapi kualitas I mencapai Rp150.900 per kilogram, daging sapi kualitas II Rp141.900 per kilogram.
Sedangkan telur ayam ras segar naik menjadi Rp29.600 per kilogram.
Gula Pasir dan Minyak Goreng Stabil
Sementara itu, harga gula pasir dan minyak goreng relatif tidak mengalami perubahan.
Gula pasir premium masih dijual Rp20.300 per kilogram, gula pasir lokal Rp19.100 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah dipasarkan Rp20.450 per liter.
Untuk minyak goreng kemasan bermerek I harganya Rp24.300 per liter, sementara kemasan bermerek II berada di angka Rp23.400 per liter.
Pergerakan harga berbagai komoditas pangan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
Mengikuti perkembangan pasokan, permintaan pasar, distribusi, serta kondisi cuaca yang memengaruhi produksi pangan di berbagai daerah. (kangtop)









