Sering Dianggap Berbahaya karena Manis, Buah Ceri Justru Punya Manfaat Tak Terduga untuk Gula Darah

Kesehatan43 Dilihat

KONCOdewe.com – Banyak orang masih beranggapan bahwa buah dengan rasa manis otomatis menjadi musuh bagi penderita diabetes.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ada sejumlah buah yang tetap aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, salah satunya adalah buah ceri.

Buah berwarna merah cerah ini bukan hanya dikenal karena rasanya yang segar dan manis, tetapi juga menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Bahkan, sejumlah ahli gizi menyebut ceri dapat menjadi pilihan camilan sehat bagi orang dengan pra-diabetes maupun diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Ceri Memiliki Indeks Glikemik Rendah

Mengutip Eating Well, Ahli gizi Brittany Poulson, M.D.A., RDN, CDCES menjelaskan bahwa ceri termasuk buah dengan indeks glikemik (IG) rendah.

Artinya, karbohidrat di dalam buah ini dicerna lebih lambat sehingga tidak memicu kenaikan gula darah secara tiba-tiba setelah dikonsumsi.

Menurutnya, banyak orang keliru menganggap semua buah manis akan langsung meningkatkan kadar gula darah.

Padahal, kandungan serat, air, dan senyawa tumbuhan alami dalam ceri membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah sehingga respons glukosa tubuh menjadi lebih stabil.

Pendapat tersebut juga diperkuat oleh ahli gizi olahraga Val Warner, M.S., RD, CSSD, CPT.

Ia mengatakan bahwa ceri memberikan rasa manis alami tanpa menyebabkan fluktuasi gula darah sebesar makanan atau sumber karbohidrat lainnya.

Kaya Serat dan Antioksidan

Di balik ukurannya yang mungil, ceri menyimpan kandungan gizi yang cukup lengkap.

Dalam satu cangkir ceri utuh terkandung sekitar 22 gram karbohidrat, terdiri dari sekitar 18 gram gula alami dan sekitar 3 gram serat pangan.

BACA:  Penelitian Terbaru Ungkap Jus Bit Berpotensi Menjaga Kesehatan Otak dan Pembuluh Darah pada Lansia

Tak hanya itu, buah ini juga menjadi sumber berbagai antioksidan penting seperti antosianin, polifenol, vitamin C, hingga beta-karoten.

Berbagai senyawa tersebut dikenal berperan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah

Ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN menjelaskan bahwa kombinasi serat dan polifenol alami dalam ceri mampu memperlambat proses pencernaan sekaligus penyerapan glukosa.

Dampaknya, kenaikan kadar gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap dan tidak melonjak tajam.

Selain itu, antosianin yang memberi warna merah khas pada ceri juga dinilai memiliki manfaat tambahan.

Berdasarkan sejumlah penelitian, senyawa tersebut berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus membantu mengurangi peradangan, dua hal yang berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Tetap Harus Dikonsumsi Secara Bijak

Meski menawarkan banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa ceri tetap mengandung karbohidrat sehingga porsinya perlu diperhatikan.

Mengonsumsi buah ini secara berlebihan tetap berpotensi meningkatkan asupan gula harian.

Para ahli menyarankan porsi sekitar setengah hingga satu cangkir dalam sekali makan agar beban karbohidrat tetap terkendali.

Jika dikonsumsi lebih banyak, jumlah gula yang masuk ke tubuh juga ikut meningkat meskipun ceri memiliki indeks glikemik rendah.

Pilih Ceri Utuh dan Padukan dengan Protein

Untuk memperoleh manfaat terbaik, para ahli menyarankan memilih ceri utuh, baik dalam kondisi segar maupun beku.

Bentuk utuh dinilai lebih mengenyangkan karena kandungan seratnya tetap terjaga dibandingkan jus ceri ataupun konsentrat ceri kering yang umumnya mengandung gula lebih pekat.

Agar kadar gula darah semakin stabil setelah makan, ceri juga dianjurkan dipadukan dengan sumber protein maupun lemak sehat.

BACA:  Sering Dimakan Tanpa Sadar! Inilah Sumber Tersembunyi Penyebab Kanker

Misalnya dikonsumsi bersama yogurt Yunani tanpa pemanis, keju, atau kacang-kacangan.

Kombinasi tersebut dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga manfaat ceri bagi pengelolaan gula darah menjadi lebih optimal. (kangtop)