Setelah Lama Tenang, Gunung Anak Krakatau Akhirnya Kembali Meletus, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer

Kabar124 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 14.05 WIB.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak gunung atau mencapai sekitar 357 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, abu vulkanik tampak berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah barat laut.

Aktivitas erupsi juga tercatat pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter serta berlangsung selama sekitar 20 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi masih merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang hingga kini terus dipantau secara intensif oleh petugas.

“Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 14.05 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak. Seluruh perkembangan aktivitasnya terus kami monitor dari Pos Pengamatan,” ujar Andi, Kamis (2/7/2026),dikutip dari Kompas.com.

Meski terjadi letusan, masyarakat diminta tidak panik dan tetap mengacu pada informasi resmi yang disampaikan PVMBG.

Andi juga mengingatkan agar warga, nelayan, maupun wisatawan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Demi menghindari potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu akibat aktivitas vulkanik.

Erupsi ini menjadi letusan pertama yang tercatat sepanjang 2026 setelah aktivitas terakhir Gunung Anak Krakatau dilaporkan terjadi pada Desember 2024.

BACA:  Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Warga Diimbau Waspada dan Jangan Mudah Percaya Video Viral

Hingga Kamis sore, status gunung api tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

PVMBG tetap merekomendasikan agar seluruh aktivitas masyarakat di sekitar kawasan rawan dibatasi sesuai radius yang telah ditentukan demi menjaga keselamatan. (kangtop)