Royal Enfield Flying Flea C6 Resmi Muncul di Vietnam, Motor Listrik Bergaya Klasik Siap Curi Perhatian

Otomotif59 Dilihat

KONCOdewe.com – Royal Enfield kembali menjadi sorotan setelah motor listrik pertamanya, Flying Flea C6, muncul dalam dokumen registrasi desain industri di Vietnam.

Kemunculan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan asal India itu tengah menyiapkan ekspansi kendaraan listrik ke pasar Asia Tenggara.

Termasuk Vietnam yang belakangan menjadi salah satu pasar roda dua paling kompetitif.

Motor listrik ini merupakan produk yang berada di bawah naungan Eicher Motors, perusahaan induk Royal Enfield.

Kehadirannya juga bertepatan dengan kembalinya Royal Enfield ke pasar Vietnam setelah sempat vakum selama beberapa tahun.

Dengan mengusung desain klasik yang dipadukan teknologi modern, Flying Flea C6 diharapkan mampu menarik perhatian pecinta motor bergaya retro sekaligus konsumen yang mulai beralih ke kendaraan listrik.

Desain Terinspirasi Motor Legendaris Era Perang Dunia II

Royal Enfield pertama kali memperkenalkan Flying Flea C6 kepada publik pada Mei 2025 sebagai motor listrik perdana dalam sejarah merek tersebut.

Nama “Flying Flea” sendiri bukan tanpa alasan.

Motor ini mengambil inspirasi dari Royal Enfield RE/WD 125, sepeda motor legendaris yang digunakan oleh pasukan militer selama Perang Dunia II.

Sentuhan desain klasik itu terlihat jelas melalui bentuk bodi yang sederhana, lampu depan bulat, tangki bergaya vintage, hingga garis desain yang mempertahankan identitas khas Royal Enfield.

Salah satu elemen paling mencuri perhatian adalah penggunaan garpu depan model girder.

Berbeda dari suspensi teleskopik modern, konstruksi ini menggunakan rangka perantara sehingga peredam kejut tidak langsung terhubung ke poros roda depan.

Selain memberikan tampilan unik, desain tersebut juga menjadi ciri khas motor-motor klasik Royal Enfield di masa lalu.

BACA:  Motor Listrik Makin Ramai, Populasi Tembus Ratusan Ribu Unit dalam Tiga Tahun

Dimensi Ringkas dengan Bobot Relatif Ringan

Flying Flea C6 hadir dengan dimensi yang cukup kompak untuk sebuah motor listrik bergaya roadster.

Motor ini memiliki panjang 2.089 mm, lebar 831 mm, serta tinggi 1.122 mm.

Sementara jarak sumbu rodanya mencapai 1.366 mm, memberikan keseimbangan antara stabilitas dan kelincahan saat dikendarai.

Royal Enfield juga berhasil menjaga bobot motor tetap ringan.

Berat total kendaraan, termasuk paket baterai, hanya sekitar 124 kilogram, sehingga dinilai lebih mudah dikendalikan baik di jalan perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.

Baterai 3,91 kWh dengan Jarak Tempuh Hingga 154 Kilometer

Berbeda dengan motor konvensional yang memiliki tangki bahan bakar di bagian depan, Flying Flea C6 menggantinya dengan paket baterai lithium-ion berkapasitas 3,91 kWh.

Baterai tersebut menggunakan sistem pendingin udara dan diklaim mampu memberikan jarak tempuh maksimal hingga 154 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Untuk urusan pengisian daya, Royal Enfield menyebut proses mengisi baterai dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.

Sementara jika menggunakan metode pengisian cepat dari kapasitas 20 persen hingga 80 persen, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 65 menit.

Sehingga dinilai cukup praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Motor Listrik Dipasang di Tengah untuk Performa Lebih Optimal

Flying Flea C6 menggunakan motor listrik yang ditempatkan di bagian tengah rangka atau mid-mounted electric motor.

Motor tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 15,4 kW, kemudian menyalurkan tenaga ke roda belakang melalui sistem belt drive atau penggerak sabuk.

Konfigurasi seperti ini lazim digunakan pada motor listrik premium karena mampu menghasilkan distribusi bobot yang lebih seimbang sekaligus meningkatkan karakter berkendara.

Teknologi serupa juga banyak ditemukan pada sejumlah motor listrik berperforma tinggi yang telah beredar di berbagai negara.

BACA:  BYD Great Tang Resmi Meluncur, SUV Listrik Premium Ini Tawarkan Jarak Tempuh hingga 950 Km dan Teknologi Super Canggih

Dibekali Beragam Fitur Modern

Meski tampil dengan nuansa klasik, Flying Flea C6 tetap mengusung teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengendara masa kini.

Motor ini dibekali panel instrumen TFT berukuran 3,5 inci yang sudah menggunakan layar sentuh untuk menampilkan berbagai informasi kendaraan.

Selain itu tersedia pula port USB-C 27W untuk mengisi daya perangkat elektronik, serta wireless charging 15W yang semakin memudahkan pengguna saat membawa ponsel pintar.

Dari sisi keselamatan, Royal Enfield menyematkan ABS dual-channel yang memungkinkan sistem pengereman roda belakang dinonaktifkan secara terpisah ketika dibutuhkan, misalnya saat melintasi jalur off-road ringan.

Motor ini juga dilengkapi traction control guna menjaga kestabilan saat berakselerasi di permukaan jalan licin, serta fitur pelacakan lokasi kendaraan yang meningkatkan aspek keamanan.

Berpotensi Ramaikan Persaingan Motor Listrik di Vietnam

Di pasar India, Royal Enfield Flying Flea C6 dipasarkan dengan harga sekitar 279.000 rupee dan tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Flea Green serta Storm Black.

Apabila resmi dipasarkan di Vietnam, motor listrik bergaya retro tersebut diperkirakan akan bersaing dengan sejumlah model yang lebih dulu hadir, termasuk Nuen N1-S.

Selain itu, Flying Flea C6 juga diprediksi bakal menghadapi persaingan dari motor listrik terbaru VinFast yang disebut-sebut segera meluncur dalam waktu dekat.

Dengan perpaduan desain klasik, teknologi modern, serta kemampuan menempuh jarak hingga 154 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Royal Enfield Flying Flea C6 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan motor listrik dengan karakter berbeda dari kebanyakan model yang sudah beredar di pasaran. (kangtop)