Gunung Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 3,5 Kilometer ke Besuk Kobokan

Kabar87 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pagi.

Letusan yang terjadi pukul 08.09 WIB tersebut disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh 3,5 kilometer menuju arah tenggara, tepatnya ke kawasan Besuk Kobokan.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu yang muncul dari aktivitas vulkanik tersebut teramati mencapai sekitar 100 meter di atas puncak.

Dengan demikian, ketinggiannya mencapai 3.776 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Sebarannya mengarah ke tenggara mengikuti arah angin saat erupsi berlangsung.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Sabtu (7/11/2026), PVMBG menyebut aktivitas letusan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 45 detik.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 4 menit 45 detik. Letusan disertai awan panas dengan jarak luncur kurang lebih 3.500 meter ke arah tenggara (Besuk Kobokan),” tulis PVMBG.

Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG meminta masyarakat dan pengunjung untuk mematuhi rekomendasi keselamatan serta menjauhi kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.

Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Larangan juga berlaku di sepanjang sempadan sungai dengan jarak 500 meter dari tepi sungai di kawasan Besuk Kobokan.

Area tersebut berisiko terdampak apabila awan panas meluas maupun terjadi aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

BACA:  Fresh Graduate Merapat! Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Banyak Lowongan Menanti, Begini Cara Daftarnya

Selain itu, warga diminta tidak mendekati kawah atau puncak Gunung Semeru dalam radius 5 kilometer.

Kawasan tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi terkena lontaran batu pijar saat terjadi letusan.

Waspadai Awan Panas dan Lahar di Aliran Sungai

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar.

Potensi bahaya tersebut terutama perlu diperhatikan di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.

“Masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” lanjut PVMBG.

Sejumlah aliran sungai yang menjadi perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Ancaman lahar juga berpotensi terjadi di sungai-sungai kecil yang terhubung sebagai anak sungai Besuk Kobokan.

Karena itu, masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar aliran sungai tersebut diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mengabaikan rekomendasi dari petugas. (kangtop)