Sering Dilakukan Setelah Subuh, Amalan Ini Disebut Bisa Buka Jalan ke Tanah Suci

Religi9 Dilihat

KONCOdewe.com – Keinginan untuk menunaikan ibadah haji kerap menjadi cita-cita besar bagi setiap muslim.

Menjadi tamu Allah di Tanah Suci bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga soal waktu, kesehatan, dan kesempatan yang sepenuhnya berada dalam kehendak-Nya.

Karena itu, selain berikhtiar melalui jalur duniawi seperti menabung, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan administrasi, sebagian umat Islam juga menempuh jalan spiritual.

Mereka memperbanyak doa dan amalan tertentu sebagai bentuk harapan agar Allah SWT segera memanggil mereka ke Baitullah.

Amalan ini tidak dipandang sebagai jalan instan, melainkan bagian dari usaha batin yang memperkuat keyakinan.

Bahwa setiap permohonan yang tulus akan sampai kepada Allah pada waktu yang paling tepat.

Amalan Rutin Setelah Salat Subuh dan Maghrib

Dalam praktiknya, amalan ini dilakukan secara konsisten setelah salat Subuh dan Maghrib.

Usai salam, dianjurkan untuk tetap berada dalam keadaan suci, menghadap kiblat, lalu melanjutkan dengan sujud penuh kekhusyukan.

Dalam sujud tersebut, dibaca doa berikut:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, yang membentuk pendengaran dan penglihatannya dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.”

Doa ini menjadi pengingat bahwa seluruh kemampuan manusia tidak terlepas dari kuasa Allah, sekaligus bentuk penyerahan diri secara total.

Membaca Al-Fatihah dan Menyampaikan Hajat

Setelah sujud, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah sebanyak tujuh kali. Setiap selesai satu bacaan, disertai doa singkat:

بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِإِذْنِ اللهِ

(Bijaahi sayyidina Muhammadin bi-idznillah)

Dalam setiap lantunan tersebut, hati diarahkan untuk memohon agar diberi kemudahan dan segera dipanggil menunaikan ibadah haji.

BACA:  Akal Sehat yang Terabaikan: Panduan Agar Tidak Salah Mengambil Keputusan

Setelah itu, berdiri kembali dengan penuh harap, mengangkat kedua tangan, lalu mengucapkan dua kalimat syahadat sebanyak tiga kali sebagai bentuk penguatan iman dan permohonan.

Momen ini dipahami sebagai waktu yang penuh keberkahan untuk menyampaikan segala hajat kepada Allah SWT, termasuk harapan besar menuju Tanah Suci.

Mengulang Amalan ke Empat Penjuru Arah

Rangkaian amalan ini tidak berhenti pada satu arah saja. Setelah dilakukan menghadap kiblat, praktik yang sama kemudian diulang dengan menghadap ke arah selatan, timur, dan utara.

Pengulangan ini menjadi simbol kesungguhan doa yang dipanjatkan dari berbagai arah, menggambarkan totalitas harapan seorang hamba kepada Tuhannya.

Meski demikian, amalan ini tetap dipahami sebagai bentuk usaha spiritual yang melengkapi ikhtiar lahiriah.

Keyakinan yang ditanamkan adalah bahwa panggilan haji sepenuhnya merupakan kehendak Allah, yang datang pada waktu paling tepat bagi setiap hamba.

Dengan istiqamah dalam doa dan usaha, harapan menuju Baitullah diharapkan semakin dekat, serta setiap langkah menuju Tanah Suci dimudahkan oleh Allah SWT. (kangtop)