KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar menjadi salah satu komoditas yang mengalami perubahan dalam perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok pada 19 September 2026.
Berdasarkan data harga rata-rata, telur ayam ras segar tercatat Rp30.050 per kilogram, naik Rp20 atau sekitar 0,67 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Kenaikan tersebut memang relatif tipis, tetapi harga telur tetap menjadi perhatian karena komoditas ini banyak digunakan masyarakat sebagai salah satu sumber pangan sehari-hari.
Perubahan beberapa puluh rupiah per kilogram juga menjadi bagian dari dinamika harga kebutuhan pokok yang terus bergerak.
Harga Telur Ayam Ras Naik Tipis
Harga telur ayam ras segar pada periode tersebut berada di level Rp30.050 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp20 atau sekitar 0,67 persen.
Pergerakan harga telur terjadi bersamaan dengan perubahan harga sejumlah bahan pangan lainnya.
Ada komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi terdapat pula bahan kebutuhan pokok yang justru mengalami penurunan atau masih bertahan di harga sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat perkembangan harga pangan perlu diperhatikan secara berkala.
Terutama bagi rumah tangga yang memiliki kebutuhan rutin terhadap telur, beras, daging, minyak goreng, hingga bumbu dapur.
Harga Beras Bergerak Tipis
Di kelompok beras, sebagian besar jenis mengalami kenaikan dengan besaran yang relatif terbatas.
Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.900 per kilogram, naik Rp100 atau sekitar 0,68 persen.
Sementara beras kualitas bawah II berada di Rp14.700 per kilogram dan tidak mengalami perubahan.
Untuk beras medium I, harganya mencapai Rp16.650 per kilogram, naik Rp50 atau sekitar 0,30 persen.
Beras medium II berada di Rp16.400 per kilogram, meningkat Rp50 atau sekitar 0,31 persen.
Pada kelompok beras kualitas super, harga super I mencapai Rp17.950 per kilogram, naik Rp100 atau sekitar 0,56 persen.
Sedangkan super II berada di Rp17.350 per kilogram, meningkat Rp50 atau sekitar 0,29 persen.
Dengan demikian, harga beras berdasarkan kualitas dalam data tersebut berada pada rentang Rp14.700 hingga Rp17.950 per kilogram.
Cabai Mengalami Kenaikan Lebih Besar
Perubahan yang lebih mencolok terlihat pada kelompok cabai. Cabai merah besar tercatat Rp58.000 per kilogram, naik Rp3.400 atau sekitar 6,23 persen.
Harga cabai merah keriting juga meningkat cukup besar, yakni naik Rp5.950 atau sekitar 9,42 persen menjadi Rp69.100 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit hijau berada di Rp67.600 per kilogram, setelah naik Rp3.100 atau sekitar 4,81 persen.
Cabai rawit merah tercatat paling tinggi di antara jenis cabai yang disebutkan, yakni Rp96.100 per kilogram, naik Rp6.100 atau sekitar 6,78 persen.
Bawang Merah Turun, Bawang Putih Naik
Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah ukuran sedang justru mengalami penurunan.
Harganya tercatat Rp37.250 per kilogram, turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen.
Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan Rp100 menjadi Rp39.400 per kilogram.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga komoditas bumbu dapur tidak selalu bergerak searah dalam periode yang sama.
Harga Daging, Gula, dan Minyak Goreng
Untuk daging ayam ras segar, harga berada di Rp42.350 per kilogram, turun Rp100 atau sekitar 0,24 persen.
Daging sapi kualitas 1 tercatat Rp153.050 per kilogram, naik Rp950 atau sekitar 0,62 persen.
Sementara daging sapi kualitas 2 mencapai Rp143.750 per kilogram, juga meningkat Rp950 atau sekitar 0,67 persen.
Pada komoditas gula, gula pasir premium berada di Rp20.400 per kilogram, naik Rp50 atau sekitar 0,25 persen.
Gula pasir lokal tercatat Rp19.200 per kilogram, meningkat Rp100 atau sekitar 0,52 persen.
Sementara itu, minyak goreng curah berada di Rp20.400 per kilogram, turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen.
Minyak goreng kemasan bermerk 1 mencapai Rp24.450 per kilogram, naik Rp100 atau sekitar 0,41 persen, sedangkan kemasan bermerk 2 berada di Rp23.600 per kilogram, naik Rp100 atau sekitar 0,43 persen.
Harga Telur Tetap Perlu Dipantau
Secara keseluruhan, perkembangan harga kebutuhan pokok pada 19 September 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam.
Harga telur ayam ras segar mengalami kenaikan tipis menjadi Rp30.050 per kilogram, sementara sejumlah komoditas lain bergerak naik maupun turun dengan besaran yang berbeda.
Bagi masyarakat, terutama rumah tangga yang rutin membeli telur dan bahan pangan lainnya, perkembangan harga tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengatur kebutuhan belanja harian.
Data harga juga menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya terjadi pada satu komoditas, melainkan berlangsung pada berbagai kelompok pangan. (kangtop)







