KONCOdewe.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina yang berlaku pada Senin, 31 Agustus 2026, masih mengacu pada tarif yang telah ditetapkan sejak awal Agustus.
Saat itu, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga.
Perubahan harga kembali menjadi perhatian karena memasuki 1 September 2026, Pertamina Patra Niaga dijadwalkan melakukan evaluasi dan penyesuaian harga BBM, khususnya untuk produk nonsubsidi seperti Pertamax dan produk turunannya.
Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah harga BBM nonsubsidi pada September akan kembali turun atau justru mengalami kenaikan.
Besaran harga nantinya akan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.
Harga BBM Pertamina Turun pada Agustus
Pada 1 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga melakukan penurunan harga pada sejumlah BBM nonsubsidi.
Produk yang mengalami penyesuaian antara lain Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo.
Harga Pertamax dipangkas Rp300 per liter, dari sebelumnya Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.
Penurunan lebih besar terjadi pada Pertamax Turbo. Harganya turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Meski tiga jenis BBM tersebut mengalami penurunan, Pertamina mempertahankan harga produk diesel nonsubsidi.
Dexlite masih dijual Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di level Rp21.150 per liter.
Harga Pertalite Masih Rp10.000
Untuk BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah, tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi dijual Rp6.800 per liter.
Pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Dengan demikian, perhatian masyarakat lebih tertuju pada kemungkinan perubahan harga BBM nonsubsidi memasuki September.
Harga September Menunggu Perkembangan Minyak Dunia
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, terutama pergerakan rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora sebelumnya menjelaskan bahwa penetapan harga dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah.
Selain memperhitungkan kondisi pasar, kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat.
Pertamina juga memastikan kebijakan harga tetap dibarengi dengan upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Karena itu, harga yang berlaku pada 31 Agustus masih menggunakan ketentuan Agustus.
Sementara untuk harga BBM 1 September 2026, masyarakat masih perlu menunggu keputusan resmi Pertamina Patra Niaga.
Daftar Harga BBM Pertamina Agustus 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada Agustus 2026:
- Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Dengan memasuki pergantian bulan, perubahan harga BBM nonsubsidi pada 1 September 2026 menjadi hal yang dinantikan.
Keputusan akhirnya akan bergantung pada hasil evaluasi Pertamina dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. (kangtop)






