KONCOdewe.com – Pergerakan harga sejumlah bahan pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional kembali tercatat beragam pada Senin (24/8/2026) pagi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah mencapai Rp69.950 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di angka Rp29.250 per kilogram.
Selain dua komoditas tersebut, harga bawang merah secara nasional tercatat Rp28.850 per kilogram. Sementara bawang putih berada pada level Rp40.150 per kilogram.
Harga Beras Masih Beragam
Data PIHPS juga menunjukkan adanya perbedaan harga berdasarkan kualitas beras. Untuk beras kualitas bawah I, harga berada di Rp14.800 per kilogram, sedangkan beras bawah II tercatat Rp14.650 per kilogram.
Kemudian, harga beras medium I mencapai Rp16.500 per kilogram, sementara medium II berada di Rp16.300 per kilogram.
Untuk kualitas super, beras super I tercatat Rp17.750 per kilogram dan beras super II berada pada level Rp17.250 per kilogram.
Harga Cabai hingga Daging
Komoditas cabai lainnya juga menunjukkan harga yang cukup tinggi.
Cabai merah besar tercatat Rp49.250 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting Rp51.300 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit hijau mencapai Rp57.050 per kilogram.
Pada kelompok daging, harga daging ayam ras segar tercatat Rp42.000 per kilogram.
Untuk daging sapi kualitas I, harganya mencapai Rp151.450 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II berada di Rp142.500 per kilogram.
Harga Gula dan Minyak Goreng
Harga gula pasir juga masuk dalam komoditas yang dipantau PIHPS.
Gula pasir premium berada pada level Rp20.350 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal tercatat Rp19.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah mencapai Rp20.450 per liter.
Adapun minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.300 per liter, sementara kemasan bermerek II berada di Rp23.500 per liter.
Data tersebut menggambarkan kondisi harga pangan strategis secara nasional di tingkat pedagang eceran pada Senin pagi.
Pergerakan harga di pasar dapat berubah mengikuti kondisi pasokan, permintaan, serta perkembangan distribusi masing-masing komoditas. (kangtop)






