KONCOdewe.com – Harga berbagai kebutuhan pangan di pasar eceran nasional pada Senin (10/8/2026) masih berada pada level yang cukup tinggi.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang harganya mencolok, yakni mencapai Rp72.400 per kilogram (kg).
Komoditas lain juga mengalami harga yang cukup beragam.
Telur ayam ras tercatat Rp31.650 per kg, sedangkan bawang merah berada di angka Rp48.000 per kg. Adapun harga bawang putih mencapai Rp42.750 per kg.
Harga Beras Berdasarkan Kualitas
Pada komoditas beras, perbedaan harga terlihat berdasarkan kategori kualitas.
Beras kualitas bawah I tercatat Rp16.100 per kg, sedangkan beras bawah II berada di level Rp15.600 per kg.
Untuk beras medium I, harga rata-ratanya mencapai Rp17.500 per kg, sementara medium II berada di angka Rp16.750 per kg.
Adapun beras kualitas super I dibanderol Rp18.800 per kg dan super II sebesar Rp18.100 per kg.
Harga Cabai hingga Daging Sapi
Pergerakan harga cabai juga menjadi perhatian.
Cabai merah besar tercatat Rp56.100 per kg, sedangkan cabai merah keriting menjadi salah satu yang cukup tinggi dengan harga Rp65.300 per kg.
Sementara itu, cabai rawit hijau berada di angka Rp44.400 per kg.
Untuk komoditas daging, harga daging ayam ras segar tercatat Rp45.600 per kg.
Sementara daging sapi kualitas I berada pada level Rp149.400 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II mencapai Rp142.850 per kg.
Harga Gula dan Minyak Goreng
Harga gula pasir premium berdasarkan data PIHPS berada di angka Rp23.000 per kg. Sementara gula pasir lokal tercatat lebih rendah, yakni Rp19.700 per kg.
Untuk minyak goreng, harga jenis curah tercatat Rp21.300 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I berada di angka Rp25.950 per liter, sedangkan kemasan bermerek II dijual dengan harga rata-rata Rp23.650 per liter.
Data PIHPS Nasional tersebut dapat menjadi gambaran mengenai harga sejumlah kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Namun, harga yang ditemui masyarakat di pasar atau toko dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi pasokan, permintaan, distribusi, serta wilayah masing-masing.
Dengan memantau perkembangan harga secara berkala, masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan belanja sekaligus memperkirakan pengeluaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari. (kangtop)











