Pertamina Lakukan Penyesuaian Harga BBM, Produk Ini Turun Hingga 15 Persen

Kombis36 Dilihat

KONCOdewe.com – PT Pertamina Patra Niaga masih memberlakukan penyesuaian harga pada sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi hingga Sabtu (25/7/2026).

Penyesuaian ini mencakup beberapa produk, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, serta Avtur yang seluruhnya mengalami penurunan harga.

Dari seluruh produk yang mengalami perubahan tarif, Pertamina Dex mencatat penurunan paling besar.

Harga BBM jenis diesel tersebut kini dipasarkan Rp21.150 per liter setelah sebelumnya berada di level Rp24.800 per liter, atau turun Rp3.650 per liter yang setara sekitar 15 persen.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan melalui evaluasi secara berkala.

Evaluasi tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari fluktuasi harga minyak mentah dunia, kondisi perekonomian, hingga kemampuan daya beli masyarakat.

Menurutnya, kebijakan perubahan harga tetap mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku.

Selain itu, proses penetapan harga juga dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah agar sejalan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain Pertamina Dex, Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga.

BBM beroktan tinggi itu kini dijual Rp19.300 per liter, lebih rendah Rp1.450 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter.

Hal serupa terjadi pada Dexlite. P

roduk solar nonsubsidi tersebut kini dibanderol Rp19.700 per liter setelah turun Rp3.300 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp23.000 per liter.

Penyesuaian harga tidak hanya berlaku untuk BBM kendaraan darat. Pertamina juga menurunkan harga Avtur yang digunakan untuk penerbangan domestik.

Di Bandara Soekarno-Hatta, harga Avtur sebelum pajak kini berada di angka Rp19.190 per liter, atau lebih rendah Rp3.000 dibandingkan tarif pada Juni 2026 yang sebesar Rp22.190 per liter.

BACA:  Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ini Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

Kitty menambahkan, perubahan harga ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dengan memperhatikan perkembangan pasar energi global.

Kebijakan tersebut juga tetap mengacu pada mekanisme penetapan harga yang berlaku sesuai ketentuan pemerintah. (kangtop)