Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Jantung dan Stroke

Kesehatan60 Dilihat

KONCOdewe.com – Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Namun di balik kondisi yang tampak sepele tersebut, tersimpan risiko besar terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jika kadar kolesterol jahat atau LDL terus meningkat dan tidak dikendalikan, penumpukan plak di dinding arteri dapat terjadi sehingga memicu penyempitan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung hingga stroke.

Karena sifatnya yang kerap tidak disadari, para ahli kesehatan menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin sejak usia muda.

Langkah sederhana ini dinilai mampu membantu mendeteksi risiko lebih awal sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki pola hidup sebelum komplikasi serius muncul.

Cek Kolesterol Sejak Usia 20 Tahun

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan agar pemeriksaan kadar kolesterol mulai dilakukan secara berkala sejak usia 20 tahun.

Anjuran tersebut bertujuan agar setiap orang mengetahui kondisi kesehatannya sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada pembuluh darah.

Rekomendasi itu juga diperkuat oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet.

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya mengetahui kadar kolesterol non-HDL sejak usia muda sebagai langkah untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Studi Libatkan Ratusan Ribu Orang

Penelitian berskala besar tersebut mengumpulkan data dari 38 studi yang dilakukan di Amerika Utara, Eropa, dan Australia dengan melibatkan sekitar 400.000 responden.

Seluruh peserta diketahui belum memiliki riwayat penyakit jantung maupun gangguan pembuluh darah saat penelitian dimulai.

Peneliti mengukur kadar kolesterol setiap peserta, kemudian mengumpulkan informasi mengenai riwayat kesehatan, gaya hidup, hingga faktor demografi.

BACA:  Jangan Cuma Makan Buahnya, Daun dan Biji Ceremai Ternyata Punya Khasiat yang Tak Terduga

Sebagian besar responden juga berusia di bawah 45 tahun ketika penelitian dimulai.

Selama masa pengamatan yang berlangsung hingga puluhan tahun, hampir 55.000 peserta akhirnya mengalami penyakit jantung atau stroke.

Dari hasil tersebut, para peneliti menemukan hubungan kuat antara tingginya kadar kolesterol non-HDL dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular di masa depan.

Risiko Bisa Turun Jika Terdeteksi Lebih Awal

Berdasarkan analisis penelitian, seseorang yang memiliki kadar kolesterol non-HDL berkisar 145–185 mg/dL sebelum usia 45 tahun memiliki peluang lebih besar mengalami gangguan jantung ketika memasuki usia lanjut.

Pada pria, risiko penyakit jantung diperkirakan mencapai sekitar 29 persen saat berusia 75 tahun.

Sementara pada perempuan, angkanya sekitar 16 persen.

Namun hasil penelitian juga menunjukkan kabar baik. Jika kadar kolesterol diketahui sejak dini dan dikendalikan melalui pengobatan maupun perubahan gaya hidup, risiko tersebut dapat turun secara signifikan.

Pada pria, peluang terkena penyakit jantung dapat berkurang dari sekitar 29 persen menjadi hanya 6 persen.

Sedangkan pada perempuan, risikonya turun dari sekitar 16 persen menjadi sekitar 4 persen.

Temuan ini semakin memperkuat pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan, bukan sekadar untuk mengetahui kondisi tubuh saat ini.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kementerian Kesehatan menyebutkan terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat.

Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti mentega, keju, krim, biskuit, hingga kuning telur dalam jumlah berlebihan.

Selain itu, kurang berolahraga juga membuat metabolisme lemak dalam tubuh menjadi tidak optimal.

Faktor lain yang turut meningkatkan risiko antara lain kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, hipertensi, diabetes, gangguan fungsi tiroid (hipotiroidisme), penyakit hati, penyakit ginjal, hingga pertambahan usia.

BACA:  Stroke Bukan Akhir Segalanya, Memahami Penyakit yang Sebenarnya Masih Bisa Dicegah

Semakin bertambah umur seseorang, risiko mengalami penumpukan plak pada pembuluh darah akibat kolesterol tinggi juga cenderung meningkat.

Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Pencegahan

Meski tersedia berbagai jenis obat penurun kolesterol, para ahli menilai perubahan gaya hidup tetap menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan jantung.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak lemak sehat dari ikan, alpukat, dan kacang-kacangan dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol.

Aktivitas fisik secara rutin juga berperan penting dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kolesterol jahat.

Selain itu, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, serta tidur yang cukup menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan pembuluh darah.

Jangan Tunggu Muncul Gejala

Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai “silent killer” karena banyak penderitanya baru mengetahui kondisi tersebut setelah muncul komplikasi serius, seperti serangan jantung atau stroke.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kolesterol secara berkala sejak usia muda, disertai penerapan pola hidup sehat, menjadi kombinasi terbaik untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular.

Langkah sederhana yang dilakukan sejak dini dapat memberikan manfaat besar dalam menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut. (kangtop)