Gempa Venezuela Sisakan Duka Mendalam, 680 Ribu Anak Kini Butuh Bantuan Darurat

Kabar59 Dilihat

KONCOdewe.com – Dampak gempa bumi ganda yang melanda Venezuela terus memprihatinkan.

Hingga Selasa (30/6/2026), pemerintah mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.943 orang, sementara 10.571 lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, data yang dihimpun secara swadaya oleh masyarakat memperkirakan sebanyak 43.220 orang masih dinyatakan hilang.

Besarnya jumlah korban membuat sistem layanan kesehatan Venezuela berada di bawah tekanan berat.

Organisasi kesehatan internasional bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa fasilitas medis di negara tersebut kewalahan menangani lonjakan pasien.

Terlebih banyak rumah sakit mengalami kerusakan dan kekurangan tenaga kesehatan.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, menjelaskan bahwa sektor kesehatan Venezuela sudah lama menghadapi tantangan akibat minimnya investasi dan krisis ekonomi.

Kondisi tersebut membuat rumah sakit tidak siap menghadapi bencana berskala besar seperti gempa yang terjadi pekan lalu.

Berdasarkan data pemerintah, sedikitnya 38 rumah sakit mengalami kerusakan akibat gempa.

Sementara hasil penilaian WHO terhadap 21 rumah sakit menunjukkan tiga di antaranya sudah tidak lagi beroperasi.

Lindmeier juga mengungkapkan banyak dokter spesialis dan tenaga medis yang menjadi korban atau tidak dapat bertugas.

Terutama di Negara Bagian La Guairá yang menjadi wilayah terdampak paling parah.

“Temuan kami menunjukkan arus pasien dan layanan yang kacau, ditandai overkapasitas, antrean operasi yang semakin bertumpuk, dan gagalnya kebijakan-kebijakan keamanan biologis,” ujar Lindmeier, seperti dikutip dari Associated Press.

Di sisi lain, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan hampir 59.000 bangunan rusak atau hancur akibat gempa ganda tersebut.

Bencana ini diperkirakan berdampak terhadap ratusan ribu penduduk yang kini membutuhkan bantuan darurat.

BACA:  Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 4.700 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Masih Hilang

Sementara itu, Dana Anak PBB (UNICEF) memperingatkan sekitar 680.000 anak memerlukan bantuan kemanusiaan secepatnya.

PBB juga memperkirakan gempa menghasilkan sekitar 1,2 juta ton puing bangunan yang memperlambat proses pencarian korban.

Serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan di lokasi pengungsian yang memiliki sanitasi terbatas.

Pemerintah Venezuela mengakui peluang menemukan korban selamat semakin kecil sejak gempa terjadi pada Rabu (24/6).

Jika pada dua hari pertama tim penyelamat masih berhasil mengevakuasi 5.380 orang dalam keadaan hidup, maka pada Selasa (30/6) hanya satu korban yang berhasil ditemukan selamat.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan korban yang berhasil diselamatkan tersebut merupakan seorang balita yang mampu bertahan selama enam hari di bawah reruntuhan bangunan.

Rodriguez juga menyampaikan data terbaru yang menunjukkan jumlah korban tewas kini mencapai 1.943 orang, dengan 10.571 korban luka dan 15.866 warga kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah telah mengoperasikan 14 lokasi pengungsian di La Guairá serta 55 posko lainnya di Caracas, Miranda, dan sejumlah wilayah terdampak guna menampung para penyintas.

Di tengah situasi darurat itu, bantuan internasional terus mengalir.

Amerika Serikat membantu mengaktifkan kembali Pelabuhan La Guaira agar distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar.

Sekaligus mendukung pemulihan operasional Bandara Internasional Simon Bolivar yang mengalami kerusakan akibat gempa.

PBB juga melaporkan sedikitnya 27 negara telah mengirim hampir 40 tim pencarian dan penyelamatan yang melibatkan lebih dari 2.000 personel serta sekitar 160 anjing pelacak.

Meski harapan menemukan korban hidup semakin menipis setelah melewati masa emas 72 jam.

Operasi pencarian tetap dilanjutkan sebagai upaya memberikan kesempatan bagi korban yang kemungkinan masih bertahan di bawah reruntuhan. (kangtop)