Rutin Minum Racikan Lemon dan Jahe Sebelum Tidur, Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Kesehatan65 Dilihat

KONCOdewe.com – Segelas minuman hangat dari perpaduan jahe dan lemon bisa menjadi pilihan sederhana untuk menemani waktu istirahat pada malam hari.

Racikan ini dibuat dengan cara menyeduh jahe yang sudah dimemarkan atau dihaluskan menggunakan air panas, kemudian menambahkan beberapa irisan atau sedikit perasan lemon.

Bagi sebagian orang, minuman hangat dapat memberikan sensasi nyaman dan membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.

Jika ingin rasa yang lebih manis, madu dapat ditambahkan secukupnya.

Selain memberikan rasa hangat dan segar, jahe serta lemon juga memiliki sejumlah kandungan yang menarik untuk kesehatan.

Jahe telah lama digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, sedangkan lemon dikenal sebagai sumber vitamin C dan mengandung berbagai senyawa tanaman.

Lantas, apa saja manfaat yang sering dikaitkan dengan konsumsi racikan lemon dan jahe?

  1. Membantu Memberikan Kenyamanan pada Pencernaan

Makan malam dalam jumlah banyak atau gangguan pencernaan tertentu terkadang membuat tubuh terasa tidak nyaman ketika hendak beristirahat.

Jahe atau Zingiber officinale telah lama digunakan sebagai bahan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pencernaan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa jahe dapat membantu proses pengosongan lambung pada kondisi tertentu.

Sementara itu, lemon atau Citrus limon mengandung senyawa tanaman seperti limonene.

Senyawa tersebut sedang diteliti karena potensinya dalam mendukung fungsi saluran pencernaan.

Meski demikian, minuman lemon dan jahe bukan solusi untuk semua gangguan pencernaan.

Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat, penyebabnya perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

  1. Jahe Berpotensi Membantu Mengurangi Mual

Jahe juga cukup dikenal karena potensinya dalam membantu mengurangi rasa mual.

Sejumlah penelitian telah mengevaluasi penggunaan jahe untuk mual dalam berbagai kondisi, termasuk mual yang berkaitan dengan kehamilan maupun efek pengobatan tertentu.

Salah satu senyawa yang banyak mendapat perhatian adalah gingerol.

Beberapa tinjauan penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe dalam jumlah tertentu dapat membantu mengurangi mual dan muntah pada kondisi tertentu.

Namun, jumlah dan bentuk jahe yang digunakan dalam penelitian dapat berbeda-beda.

Karena itu, hasil penelitian tidak selalu dapat disamakan dengan secangkir teh jahe-lemon yang dibuat di rumah.

  1. Memberikan Rasa Lega Saat Hidung Tersumbat

Ketika sedang pilek, hidung tersumbat dapat membuat tidur menjadi kurang nyaman.

BACA:  Bolehkah Makan Nanas Saat Haid? Jawabannya Mungkin Bikin Banyak Wanita Lega

Minuman hangat terkadang memberikan sensasi lega, terutama karena uap dan suhu hangatnya dapat membantu membuat saluran hidung terasa lebih nyaman.

Racikan jahe dan lemon yang diminum hangat juga dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan yang terasa tidak nyaman.

Namun, perlu dipahami bahwa sensasi lega tersebut tidak berarti minuman ini dapat menghilangkan penyebab pilek.

Jika hidung tersumbat disertai gejala berat atau berlangsung lama, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

  1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Cairan Saat Sembelit

Sembelit dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kurangnya asupan cairan dan serat.

Ketika tubuh kekurangan cairan, tinja dapat menjadi lebih keras sehingga lebih sulit dikeluarkan.

Minum air yang cukup sepanjang hari membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses pencernaan.

Secangkir air jahe dan lemon hangat pada malam hari dapat menjadi salah satu cara untuk menambah asupan cairan.

Namun, mengatasi sembelit tidak cukup hanya dengan satu jenis minuman.

Asupan serat dari sayuran, buah, biji-bijian, aktivitas fisik, dan kebiasaan buang air besar yang baik juga memiliki peran penting.

  1. Mengandung Senyawa yang Memiliki Sifat Antioksidan

Jahe mengandung berbagai senyawa aktif, salah satunya gingerol. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang banyak diteliti.

Peradangan sendiri merupakan bagian dari respons alami tubuh. Namun, peradangan kronis dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan.

Penelitian mengenai efek anti-inflamasi jahe pada manusia masih menunjukkan hasil yang beragam.

Karena itu, meskipun jahe memiliki potensi yang menarik, konsumsi minuman jahe dan lemon tidak dapat dianggap sebagai cara untuk mengobati penyakit akibat peradangan.

  1. Bisa Menjadi Minuman Malam yang Lebih Ringan

Racikan lemon dan jahe dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menikmati minuman hangat tanpa harus mengonsumsi minuman tinggi gula.

Jika dibuat tanpa gula tambahan atau hanya menggunakan sedikit pemanis, minuman ini relatif sederhana dan dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Penggunaan madu tetap perlu diperhatikan karena madu juga mengandung gula.

Jadi, semakin banyak pemanis yang ditambahkan, semakin besar pula jumlah gula dan kalorinya.

  1. Membantu Menciptakan Rutinitas Sebelum Tidur

Kebiasaan sederhana sebelum tidur dapat membantu seseorang mempersiapkan diri untuk beristirahat.

BACA:  Bikin Takjub! Sistem Saraf Manusia, Jaringan Halus yang Menentukan Hidup dan Kesadaran

Minum sesuatu yang hangat sambil mengurangi aktivitas yang terlalu merangsang dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut.

Aroma jahe dan lemon serta sensasi hangatnya mungkin memberikan rasa nyaman bagi sebagian orang.

Namun, belum berarti racikan lemon dan jahe merupakan obat tidur.

Kualitas tidur dipengaruhi banyak faktor, termasuk jadwal tidur, stres, lingkungan kamar, konsumsi kafein, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.

Jika seseorang mengalami kesulitan tidur terus-menerus, penyebabnya perlu diperhatikan dan tidak hanya mengandalkan minuman herbal.

Cara Sederhana Membuat Racikan Lemon dan Jahe

Membuat minuman ini cukup mudah. Jahe dapat dicuci terlebih dahulu, kemudian dimemarkan atau diiris tipis.

Setelah itu, seduh dengan air panas dan diamkan selama beberapa menit agar rasa serta aromanya keluar.

Setelah suhunya sedikit turun, tambahkan irisan lemon atau sedikit perasan lemon. Madu dapat digunakan sebagai pemanis jika diperlukan.

Lemon sebaiknya tidak perlu dimasukkan ke dalam air yang masih sangat panas jika ingin mempertahankan cita rasa segarnya.

Yang tidak kalah penting, hindari penggunaan gula atau pemanis secara berlebihan.

Perhatikan Kondisi Tubuh

Meskipun terbuat dari bahan alami, lemon dan jahe tetap tidak selalu cocok untuk semua orang.

Minuman yang terlalu asam dapat memperburuk keluhan refluks atau GERD pada sebagian orang, sedangkan konsumsi jahe dalam jumlah tertentu juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Bagi orang yang sedang menjalani pengobatan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, terutama jika ingin mengonsumsi jahe dalam jumlah besar atau secara rutin, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Lemon dan Jahe Bukan Pengganti Pengobatan

Racikan lemon dan jahe dapat menjadi minuman hangat yang menyegarkan sekaligus memberikan sejumlah kandungan alami dari kedua bahan tersebut.

Jahe memiliki sejumlah bukti penelitian terkait mual dan pencernaan, sedangkan lemon memberikan vitamin C serta senyawa tanaman.

Namun, manfaatnya tetap perlu dipahami secara realistis. Minuman ini bukan obat untuk insomnia, pilek, sembelit, atau penyakit peradangan.

Jika dikonsumsi secukupnya dan sesuai kondisi tubuh, racikan lemon dan jahe dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.

Terutama sebagai pilihan minuman hangat yang menemani waktu istirahat. (kangtop)