Kisah Sheikh Ibrahim Al Madani, Mulai Jadi Muazin Usia 15 Tahun hingga Masjidil Haram

Kabar53 Dilihat

KONCOdewe.com – Suasana duka menyelimuti Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, setelah Sheikh Ibrahim bin Adel Al Madani, salah satu muazin Masjidil Haram, meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026, dalam usia 51 tahun.

Sebelum kabar kepergiannya tersebar, Sheikh Ibrahim masih menjalankan tugas sebagai muazin. Pada Senin dini hari, beberapa jam sebelum wafat, ia sempat mengumandangkan azan Subuh dari Masjidil Haram.

Lantunan tersebut kemudian kembali beredar di media sosial setelah kabar meninggalnya diketahui masyarakat.

Informasi mengenai wafatnya Sheikh Ibrahim Al Madani disampaikan melalui sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan Dua Masjid Suci dan kemudian diberitakan sejumlah media Arab Saudi.

Kabar tersebut juga memunculkan berbagai ungkapan duka dari masyarakat di media sosial.

Rekaman suara azan dan takbir Sheikh Ibrahim ketika bertugas di Masjidil Haram turut dibagikan kembali.

Dikenal Lewat Lantunan Azan Subuh

Nama Sheikh Ibrahim Al Madani cukup dikenal melalui lantunan azan Subuhnya. Ia merupakan bagian dari 24 muazin utama Masjidil Haram.

Dalam pelaksanaan tugas, enam muazin menjalankan jadwal secara bergiliran setiap hari untuk mengumandangkan azan lima waktu.

Tugas tersebut termasuk menyampaikan azan pertama sebelum pelaksanaan salat Subuh.

Selain azan, Sheikh Ibrahim juga menjalankan tugas tabligh.

Melalui sistem pengeras suara dari makbariyah Masjidil Haram, muazin membantu menyampaikan atau mengulangi takbir imam sehingga dapat terdengar oleh jemaah yang berada di berbagai bagian masjid.

Mulai Mengumandangkan Azan Sejak Usia 15 Tahun

Sheikh Ibrahim bin Adel Al Madani lahir di Madinah pada 1976.

Ia tumbuh dalam keluarga yang religius dan mendapatkan pengaruh dari kakeknya yang merupakan seorang penghafal Al-Qur’an.

Kedekatannya dengan dunia azan sudah terbentuk sejak remaja.

Ketika berusia sekitar 15 tahun, ia mulai mengumandangkan azan di salah satu masjid yang berada di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.

BACA:  Harga Bawang Merah Rp37.500 per Kg, Segini Harga Bahan Pangan Lainnya Hari Ini

Pada masa itu, Sheikh Ibrahim menjalankan tugas tersebut secara bergantian bersama tiga orang tetangganya.

Kegiatan sebagai muazin terus dilakukannya hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Setelah itu, ia sempat meninggalkan tugas sebagai muazin karena bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.

Ia juga memiliki latar pendidikan dalam bidang Studi Al-Qur’an.

Perjalanannya sebagai muazin kembali berlanjut sekitar 1428 Hijriah atau 2007–2008.

Saat itu, ia kembali mendapat kesempatan mengumandangkan azan di Masjid Al Maddah. Dari sinilah perjalanan panjangnya kemudian mengarah hingga ke Masjidil Haram.

Diangkat Menjadi Muazin Masjidil Haram

Sekitar 1439 Hijriah atau 2017–2018, Sheikh Ibrahim secara resmi dipercaya menjadi salah satu muazin Masjidil Haram.

Seiring menjalankan tugas tersebut, suaranya semakin dikenal oleh jemaah, terutama melalui lantunan azan Subuh dan takbir.

Saudi Gazette sebelumnya menyebut Sheikh Ibrahim dikenal karena lantunan azannya yang merdu.

Tugasnya tidak berhenti pada azan.

Ia juga menjalankan peran tabligh melalui makbariyah, yakni membantu menyampaikan takbir imam kepada jemaah yang berada di kawasan Masjidil Haram.

Membawa Pengaruh Tradisi Azan Madinah dan Makkah

Lahir dan besar di Madinah memberikan pengaruh tersendiri terhadap gaya azan Sheikh Ibrahim. Ia tumbuh dengan tradisi lantunan azan yang berkembang di kota tersebut.

Namun, pengalaman Sheikh Ibrahim juga tidak lepas dari tradisi azan Makkah.

Ketika masih muda, ia pernah berkunjung ke Makkah bersama ayahnya dan bertemu Sheikh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram yang juga dikenal sebagai sahabat kakeknya.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memperkenalkan Sheikh Ibrahim lebih dekat dengan karakter azan Makkah.

Dalam perjalanan berikutnya, pengalaman dari Madinah dan Makkah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya hingga dipercaya menjadi muazin di Masjidil Haram.

BACA:  Korban Gempa Dahsyat M 7 di NTT Bertambah, BNPB Catat 38 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi

Meneteskan Air Mata Saat Pertama Kali Azan di Masjidil Haram

Ada pengalaman yang sangat membekas dalam perjalanan Sheikh Ibrahim ketika pertama kali mendapat kesempatan mengumandangkan azan di Masjidil Haram.

Dalam sebuah wawancara, ia pernah menceritakan bagaimana dirinya merasa begitu terharu ketika melihat jemaah sedang melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah sementara lantunan azannya terdengar melalui pengeras suara masjid.

Momen tersebut membuat Sheikh Ibrahim meneteskan air mata. Ia juga mengungkapkan rasa takjub sekaligus rendah hati karena mendapatkan kesempatan mengumandangkan azan di salah satu tempat paling suci bagi umat Islam.

Dalam wawancara tersebut, ia turut membahas perbedaan karakter lantunan azan yang berkembang dalam tradisi Madinah dan Makkah.

Azan Subuh Menjadi Salah Satu Lantunan Terakhirnya

Kabar wafat Sheikh Ibrahim Al Madani terasa semakin mengharukan karena sebelum meninggal dunia, ia masih menjalankan tugasnya sebagai muazin.

Pada Senin dini hari, 21 September 2026, Sheikh Ibrahim mengumandangkan azan Subuh dari Masjidil Haram.

Beberapa jam setelah lantunan tersebut terdengar, kabar mengenai wafatnya kemudian tersebar luas.

Rekaman azan tersebut kembali dibagikan oleh sejumlah akun media sosial setelah kabar kepergiannya diketahui publik.

Kanal resmi yang berkaitan dengan imam dan muazin Dua Masjid Suci juga sebelumnya pernah mendokumentasikan lantunan azan Subuh Sheikh Ibrahim.

Salah satu rekaman yang terdokumentasi berasal dari 1 Rajab 1446 Hijriah. Sementara itu, rekaman takbir dengan suara Sheikh Ibrahim juga masih dipublikasikan pada Mei 2026.

Kini, rekaman-rekaman tersebut menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan Sheikh Ibrahim Al Madani selama bertahun-tahun mengumandangkan panggilan salat dari Masjidil Haram.

Kepergiannya meninggalkan kenangan melalui lantunan azan dan takbir yang pernah didengar jemaah di masjid suci tersebut. (kangtop)