Erupsi Lagi, Kolom Abu Semeru Tembus 1 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG untuk Warga

Kabar49 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (14/9/2026) siang.

Letusan yang terjadi sekitar pukul 11.40 WIB tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 1 kilometer.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Agastya Rajendra, kolom abu yang keluar saat erupsi tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.

Arah sebaran kolom abu terpantau menuju ke timur.

Aktivitas vulkanik tersebut juga tercatat oleh peralatan seismograf. Erupsi memiliki amplitudo maksimum 25 milimeter dengan durasi sekitar 105 detik.

Badan Geologi turut mencatat kejadian tersebut dalam laporan aktivitas Gunung Semeru pada Senin siang.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa ketinggian kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter dari atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 14 September 2026, pukul 11:40 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.000 meter di atas puncak,” tulis Badan Geologi, Senin (14/9/2026).

Warga Diminta Menjauhi Sektor Tenggara

Menyusul aktivitas erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan aktivitas Gunung Semeru.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Wilayah tersebut masih memiliki potensi terdampak awan panas guguran maupun aliran material vulkanik, sehingga masyarakat diminta tidak memasuki kawasan tersebut demi keselamatan.

Waspadai Aliran Lahar di Sepanjang Sungai

Imbauan juga diberikan untuk wilayah di luar sektor tenggara. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai yang berada di sepanjang Besuk Kobokan.

BACA:  Harga Bawang Merah Hari Ini 31 Agustus 2026 Turun, Segini Harganya di Pasaran

Kawasan aliran sungai tersebut masih berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar. Potensi bahaya dapat menjangkau hingga sekitar 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi aliran lahar juga dapat muncul di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah

Selain kawasan aliran sungai, PVMBG juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah Gunung Semeru dalam radius 5 kilometer.

Kawasan tersebut dinilai memiliki risiko terhadap lontaran material vulkanik ketika terjadi erupsi.

Material berupa batu pijar dapat terlontar dari area kawah sehingga aktivitas di sekitar kawasan tersebut dapat membahayakan keselamatan.

Masyarakat juga diminta tetap memperhatikan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang sungai yang berhulu dari kawasan puncak Gunung Semeru.

Ikuti Informasi Resmi

PVMBG mengimbau masyarakat tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui informasi resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai erupsi yang belum dipastikan kebenarannya.

Informasi resmi menjadi penting agar warga dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik.

Dengan kembali erupsinya Gunung Semeru pada Senin siang, kewaspadaan terutama perlu ditingkatkan di kawasan yang telah ditetapkan sebagai wilayah berpotensi terdampak awan panas, guguran material vulkanik, lontaran batu pijar, maupun aliran lahar. (kangtop)