Buah Apa yang Cocok untuk Golongan Darah A? Ini Daftar yang Perlu Diketahui

Kesehatan53 Dilihat

KONCOdewe.com – Buah menjadi salah satu pilihan makanan yang banyak direkomendasikan dalam pola makan sehat karena mengandung vitamin, mineral, serat, serta berbagai senyawa antioksidan.

Namun, ada pandangan tertentu yang mengaitkan pilihan makanan dengan golongan darah seseorang.

Salah satunya adalah teori diet golongan darah yang menyebut pemilik golongan darah A lebih sesuai dengan pola makan yang banyak mengonsumsi bahan pangan nabati.

Dalam teori tersebut, buah-buahan menempati posisi penting dalam menu sehari-hari pemilik golongan darah A.

Konsumsinya bahkan disebut dapat dilakukan beberapa porsi setiap hari.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa konsep diet berdasarkan golongan darah belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat untuk dijadikan pedoman medis.

Karena itu, daftar buah yang dianggap cocok maupun perlu dibatasi sebaiknya dipandang sebagai bagian dari teori tersebut, bukan aturan kesehatan yang berlaku untuk semua orang bergolongan darah A.

Buah Menjadi Bagian Penting dalam Pola Makan Nabati

Menurut konsep diet golongan darah yang pernah dipopulerkan Dr. Peter J. D’Adamo, orang dengan golongan darah A disebut lebih sesuai dengan pola makan yang menitikberatkan bahan pangan nabati.

Buah kemudian menjadi salah satu pilihan yang relatif mudah dimasukkan ke dalam menu harian.

Dalam sumber yang menjadi rujukan tulisan ini, konsumsi buah dianjurkan sekitar tiga porsi dalam sehari.

Satu porsi dapat berupa satu buah atau sekitar 100–150 gram, tergantung jenis dan ukuran buah.

Terlepas dari teori golongan darah tersebut, buah memang memiliki tempat penting dalam pola makan sehat secara umum.

Kandungan serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif di dalam buah dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Karena itu, memperbanyak variasi buah tetap dapat menjadi kebiasaan baik selama disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan energi, serta pola makan secara keseluruhan.

Mengapa Ada Buah yang Disebut Perlu Diwaspadai?

Dalam teori diet golongan darah A, tidak semua buah dianggap memberikan respons yang sama terhadap tubuh.

Beberapa buah bahkan disebut perlu diperhatikan karena dianggap memiliki kandungan lektin yang lebih tinggi.

Buku Resep Hidangan Sehat Alami Selera Indonesia: Diet Sehat Golongan Darah A yang ditulis Wied Harry Apriadji pada 2015 mengutip pandangan Dr. Peter J. D’Adamo mengenai sejumlah buah yang dianggap perlu diwaspadai oleh pemilik golongan darah A.

Buah yang disebut dalam teori tersebut antara lain:

  • Pisang
  • Mangga
  • Jeruk, terutama jeruk orange dan jeruk keprok
  • Pepaya

Selain itu, beberapa buah dengan kandungan air relatif rendah, seperti durian, nangka, dan cempedak, juga disebut perlu diperhatikan.

Namun, anggapan bahwa buah-buahan tersebut secara khusus berbahaya bagi orang bergolongan darah A tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan medis yang sudah terbukti.

Respons tubuh terhadap makanan sangat individual dan lebih banyak dipengaruhi kondisi pencernaan, alergi, intoleransi, jumlah konsumsi, serta kondisi kesehatan seseorang.

Mengenal Lektin yang Sering Dikaitkan dengan Diet Golongan Darah

Lektin merupakan kelompok protein yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan, termasuk sejumlah bahan pangan.

Dalam teori diet golongan darah, lektin menjadi salah satu komponen yang dianggap berperan dalam menentukan kecocokan makanan dengan golongan darah tertentu.

Menurut teori tersebut, pemilik golongan darah A dianggap lebih sensitif terhadap lektin tertentu.

Karena itu, beberapa makanan yang dianggap memiliki kandungan lektin tinggi kemudian disarankan untuk dibatasi.

Akan tetapi, hubungan antara lektin makanan, golongan darah, dan munculnya gangguan kesehatan seperti yang diklaim dalam diet golongan darah masih menjadi perdebatan.

Tubuh manusia juga memiliki sistem pencernaan yang mampu menangani berbagai protein dari makanan.

Dengan demikian, tidak tepat jika setiap orang bergolongan darah A langsung menyimpulkan bahwa makanan tertentu pasti menyebabkan gangguan pencernaan hanya berdasarkan golongan darahnya.

BACA:  Harga Cabai Merah Keriting 9 September 2026 Naik 7,9 Persen, Kini Tembus Rp61.450 per Kg

Bagaimana dengan Jeruk?

Jeruk menjadi salah satu contoh menarik dalam teori ini. Jeruk orange dan jeruk keprok disebut sebagai buah yang perlu diperhatikan bagi pemilik golongan darah A.

Dalam sumber lama yang menjadi dasar artikel ini, jeruk keprok bahkan disebut berpotensi mengiritasi lambung dan memengaruhi penyerapan mineral tertentu.

Namun, pengalaman setiap orang bisa berbeda. Seseorang mungkin merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi buah yang bersifat asam, sementara orang lain tidak mengalami masalah apa pun.

Karena itu, kondisi tubuh tetap menjadi pertimbangan utama.

Jika seseorang memiliki keluhan lambung setelah mengonsumsi makanan atau buah tertentu, jumlah konsumsinya dapat dievaluasi dan konsultasi dengan tenaga kesehatan bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Grapefruit Justru Disebut Memberikan Efek Positif

Menariknya, tidak semua jenis jeruk dianggap kurang sesuai dalam teori diet golongan darah A.

Grapefruit atau jeruk bali merah dalam teori tersebut justru disebut memiliki efek yang baik bagi pemilik golongan darah A.

Setelah dicerna, buah ini dianggap dapat memberikan efek membentuk suasana alkalis dalam tubuh.

Namun, istilah “membentuk basa” setelah makanan dicerna perlu dipahami secara hati-hati.

Tubuh memiliki mekanisme yang sangat ketat dalam mempertahankan keseimbangan pH darah, sehingga makanan tidak secara sederhana mengubah pH darah menjadi basa atau asam.

Grapefruit sendiri merupakan buah yang kaya nutrisi dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Tetapi, orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu perlu berhati-hati karena grapefruit diketahui dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.

Lemon dan Jeruk Nipis Juga Masuk dalam Daftar yang Dianggap Aman

Berbeda dengan beberapa jenis jeruk yang disebut perlu diwaspadai, lemon dan jeruk nipis dalam teori diet golongan darah A justru dianggap tidak bermasalah.

Air lemon atau jeruk nipis disebut dapat dicampurkan ke dalam jus buah maupun digunakan sebagai tambahan pada potongan buah.

Dalam teori tersebut, lemon dan jeruk nipis bahkan dianggap membantu proses pencernaan serta mendukung pembuangan lendir dari saluran pencernaan.

Dalam praktiknya, lemon dan jeruk nipis memang dapat menjadi tambahan rasa yang menyegarkan.

Namun, keduanya bukan obat untuk gangguan pencernaan. Kandungan asamnya juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama mereka yang sensitif terhadap makanan asam.

Nanas Disebut Baik untuk Pencernaan

Buah lain yang mendapatkan tempat cukup positif dalam teori diet golongan darah A adalah nanas.

Nanas dikenal memiliki kandungan vitamin C serta bromelain, yaitu kelompok enzim yang terdapat secara alami pada buah dan batang nanas.

Kandungan tersebut membuat nanas menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan yang beragam.

Meski demikian, manfaat nanas tidak perlu dikaitkan secara khusus dengan golongan darah A.

Pada dasarnya, orang dari berbagai golongan darah dapat mengonsumsi nanas selama tidak memiliki alergi, intoleransi, atau kondisi tertentu yang membuatnya perlu membatasi buah tersebut.

Buah Kaya Vitamin C Bisa Menjadi Pilihan

Dalam sumber yang menjadi rujukan tulisan ini, pemilik golongan darah A juga dianjurkan memperbanyak buah yang mengandung vitamin C.

Beberapa pilihan yang disebut antara lain:

  • Jambu biji
  • Belimbing
  • Sirsak
  • Stroberi
  • Murbai
  • Kiwi

Buah-buahan tersebut tidak hanya memberikan vitamin C, tetapi juga mengandung berbagai senyawa antioksidan dan nutrisi lain.

Vitamin C sendiri berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung sistem kekebalan dan pembentukan kolagen.

Sementara itu, antioksidan dari makanan dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Namun, klaim bahwa konsumsi buah-buahan tersebut secara khusus dapat mencegah kanker lambung sebaiknya tidak dipahami sebagai jaminan.

Pencegahan kanker melibatkan banyak faktor, mulai dari pola makan, berat badan, kebiasaan merokok, infeksi tertentu, aktivitas fisik, hingga faktor genetik dan lingkungan.

BACA:  Harga Bahan Pokok 2 September 2026 Berubah, Cabai Rawit Merah Justru Naik Jadi Rp77.200

Jika Sensitif terhadap Pisang, Ada Alternatif Sumber Kalium

Pisang merupakan salah satu buah yang dalam teori diet golongan darah A disebut perlu diperhatikan.

Jika seseorang memang mengalami keluhan setelah mengonsumsi pisang, masih banyak buah lain yang dapat menjadi sumber kalium.

Beberapa di antaranya adalah semangka, melon, dan apel.

Kalium merupakan mineral penting yang berperan dalam fungsi otot, saraf, serta keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, kebutuhan kalium tidak harus dipenuhi melalui satu jenis buah saja.

Yang lebih penting adalah membangun pola makan beragam sehingga kebutuhan berbagai zat gizi dapat terpenuhi dari sejumlah sumber makanan.

Buah Kering Juga Bisa Menjadi Pilihan

Selain buah segar, beberapa jenis buah kering juga disebut masih dapat dikonsumsi dalam teori diet golongan darah A.

Pilihan yang disebut antara lain:

  • Kismis
  • Sultana atau kismis kuning
  • Kurma
  • Aprikot kering
  • Prune atau plum kering

Namun, buah kering biasanya memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segar karena sebagian besar airnya telah dihilangkan.

Karena itu, porsinya tetap perlu diperhatikan. Produk buah kering tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Sumber lama yang menjadi rujukan artikel ini juga menyarankan memilih buah kering tanpa tambahan sulfur atau unsulfured dried fruits.

Justru Produk Olahan Buah yang Perlu Diperhatikan

Ada satu hal yang menarik dari pembahasan tersebut. Yang perlu mendapatkan perhatian bukan hanya jenis buah, tetapi juga bentuk olahannya.

Buah kalengan seperti koktail buah, jus buah kemasan, selai, dan manisan disebut tidak dianjurkan dalam pola diet golongan darah A.

Dari perspektif pola makan sehat secara umum, pembatasan terhadap produk buah olahan tertentu memang masuk akal.

Produk tersebut bisa mengandung tambahan gula, sirup, natrium, atau bahan tambahan lain yang membuat profil nutrisinya berbeda dari buah segar.

Jus kemasan, misalnya, belum tentu memiliki kandungan serat yang sama dengan buah utuh.

Sementara itu, manisan dan buah dalam sirup dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.

Karena itu, buah utuh umumnya lebih mudah menjadi pilihan untuk konsumsi sehari-hari.

Tidak Perlu Takut pada Buah Hanya karena Golongan Darah

Pembahasan mengenai buah untuk golongan darah A perlu ditempatkan secara proporsional.

Teori diet berdasarkan golongan darah memang pernah populer dan menawarkan gagasan bahwa setiap golongan darah membutuhkan pola makan berbeda.

Namun, sampai sekarang bukti ilmiah yang mendukung bahwa golongan darah menentukan diet terbaik seseorang masih terbatas.

Artinya, seseorang dengan golongan darah A tidak otomatis harus menghindari pisang, mangga, pepaya, atau jeruk.

Begitu pula seseorang tidak otomatis mendapatkan manfaat khusus dari buah tertentu hanya karena golongan darahnya.

Jika sebuah makanan memang terbukti menyebabkan keluhan, misalnya karena alergi atau intoleransi, maka makanan tersebut tentu perlu dibatasi.

Akan tetapi, penyebabnya tidak serta-merta harus dikaitkan dengan golongan darah.

Kunci Utamanya Tetap Pola Makan yang Beragam

Buah merupakan bagian penting dari pola makan sehat karena menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, dan senyawa tumbuhan.

Mengonsumsi beragam jenis buah dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang lebih bervariasi.

Daripada terlalu fokus pada daftar makanan yang boleh dan tidak boleh berdasarkan golongan darah, pendekatan yang lebih aman adalah memperhatikan kualitas makanan secara keseluruhan.

Pilih buah segar, perbanyak variasi, perhatikan porsi, batasi produk dengan gula tambahan, serta sesuaikan pilihan makanan dengan kondisi tubuh.

Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu, alergi, gangguan pencernaan, atau sedang menjalani pengobatan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan pola makan yang lebih sesuai. (kangtop)