Apel Dimakan dengan Kulit atau Dikupas? Ini Pilihan yang Lebih Menguntungkan

Kesehatan50 Dilihat

KONCOdewe.com – Apel merupakan salah satu buah yang cukup sering dijadikan pilihan untuk camilan sehari-hari.

Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat buah ini bisa langsung disantap tanpa perlu diolah terlebih dahulu.

Namun, ketika akan memakannya, muncul satu kebiasaan yang berbeda di antara banyak orang.

Sebagian orang terbiasa menggigit apel begitu saja bersama kulitnya.

Sementara sebagian lainnya memilih mengupas kulit apel terlebih dahulu sebelum menikmati bagian daging buahnya.

Alasannya pun beragam, mulai dari tidak terbiasa dengan tekstur kulit hingga kekhawatiran mengenai kebersihan dan lapisan yang terdapat pada permukaan apel.

Lantas, dari kedua cara tersebut, mana yang sebenarnya lebih baik, makan apel dengan kulit atau tanpa kulit?

Melansir buku The Miracle of Fruits (2013) karya Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, mengonsumsi apel bersama kulitnya dapat memberikan manfaat yang lebih banyak dibandingkan hanya menyantap bagian daging buahnya.

Salah satu alasannya adalah kandungan antioksidan pada bagian kulit yang dapat melengkapi nutrisi dari daging buah apel.

Antioksidan Lebih Banyak pada Kulit Apel

Apel diketahui mengandung sejumlah senyawa dan zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Salah satunya adalah karoten yang memiliki aktivitas sebagai vitamin A sekaligus berperan sebagai antioksidan.

Antioksidan dibutuhkan tubuh untuk membantu menghadapi radikal bebas.

Jika jumlah radikal bebas berlebihan, tubuh dapat mengalami stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Karena itu, mengonsumsi apel bersama kulitnya dapat menjadi salah satu cara untuk mendapatkan lebih banyak senyawa bermanfaat yang terdapat pada buah tersebut.

Meski demikian, bukan berarti makan apel secara otomatis dapat membuat seseorang terbebas dari penyakit.

Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan.

Jangan Asal Memilih Apel

Selain memperhatikan cara mengonsumsinya, kualitas apel yang dibeli juga perlu menjadi perhatian.

Apel yang hendak dimakan sebaiknya berada dalam kondisi segar dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Pilihlah buah dengan permukaan kulit yang relatif mulus dan tidak dipenuhi bercak cokelat atau hitam.

Tekstur apel juga dapat menjadi petunjuk. Buah yang masih terasa keras ketika ditekan biasanya memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan apel yang sudah terlalu lunak.

Aroma juga bisa diperhatikan. Apel yang masih segar umumnya memiliki bau khas buah yang cukup harum.

Ketika diketuk secara perlahan, suara yang terdengar nyaring juga dapat menjadi salah satu petunjuk bahwa apel masih memiliki kandungan air yang cukup.

Dengan memilih buah yang berkualitas sejak awal, manfaat nutrisi yang diperoleh sekaligus kenikmatan ketika menyantap apel bisa lebih optimal.

BACA:  Rahasia Segelas Jus yang Lebih Sehat, Cukup Tambahkan Madu dan Rasakan Manfaatnya

Kulit Apel Ternyata Menyimpan Banyak Nutrisi

Penjelasan mengenai manfaat mengonsumsi apel bersama kulitnya juga terdapat dalam buku Buah Apel & Kulitnya (2014) karya Reiza Farandika Kurniawan, S.Ked.

Bagian kulit apel ternyata bukan sekadar lapisan luar yang melindungi daging buah.

Di dalamnya terdapat sejumlah zat gizi dan senyawa yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Berikut beberapa kandungan yang terdapat pada kulit apel:

  1. Mineral

Kulit apel mengandung sejumlah mineral, di antaranya kalsium, kalium, dan fosfor.

Kalsium dan fosfor dikenal memiliki peran penting dalam membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Sementara itu, kalium dibutuhkan tubuh untuk mendukung berbagai fungsi sel serta membantu menjaga fungsi jantung dan sistem tubuh lainnya.

Meski jumlahnya tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber mineral harian, kandungan tersebut tetap menjadi bagian dari nilai gizi yang dimiliki apel.

  1. Vitamin

Kulit apel juga mengandung vitamin, termasuk vitamin A dan vitamin C.

Vitamin A memiliki berbagai fungsi penting, salah satunya berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan mata dan pertumbuhan sel.

Sementara vitamin C berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh serta berbagai proses penting lainnya di dalam tubuh.

Itulah sebabnya mengupas apel sebelum memakannya dapat membuat sebagian nutrisi yang berada pada lapisan kulit ikut terbuang.

  1. Antioksidan

Selain vitamin dan mineral, kulit apel juga memiliki berbagai senyawa tanaman atau fitokimia, termasuk kelompok flavonoid dan asam fenolat.

Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kulit apel juga mengandung senyawa triterpenoid yang masih terus diteliti kaitannya dengan kesehatan.

Sejumlah penelitian telah mengamati potensi senyawa tersebut terhadap berbagai kondisi kesehatan, termasuk kaitannya dengan beberapa jenis kanker.

Namun, penting dipahami bahwa temuan tersebut tidak berarti makan kulit apel dapat digunakan sebagai cara tunggal untuk mencegah atau mengobati kanker.

Risiko penyakit dipengaruhi banyak faktor dan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan.

  1. Serat

Kandungan lain yang tidak kalah penting adalah serat.

Kulit apel mengandung serat larut dan serat tidak larut yang membantu memenuhi kebutuhan serat harian. Serat sendiri memiliki peran penting dalam menjaga fungsi pencernaan.

Selain membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik, asupan serat juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Hal tersebut dapat mendukung pengaturan pola makan agar seseorang tidak mudah mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Serat larut juga dikaitkan dengan membantu pengelolaan kadar kolesterol sebagai bagian dari pola makan yang sehat.

Khawatir Kulit Apel Mengandung Lilin?

Salah satu alasan orang memilih mengupas apel adalah kekhawatiran terhadap lapisan yang terlihat mengilap pada permukaan kulitnya.

Apel yang dijual di pasaran memang dapat memiliki lapisan pelindung atau lilin.

BACA:  Harga Emas Antam Anjlok Rp40 Ribu, Segini Daftar Harga di Pegadaian 2 September 2026

Pelapisan tersebut digunakan untuk membantu mempertahankan kualitas buah selama proses setelah panen, mulai dari pengiriman hingga berada di tempat penjualan.

Lapisan tersebut membantu mengurangi kontak buah dengan oksigen sehingga proses pematangan dapat berlangsung lebih lambat.

Keberadaan lapisan pada permukaan apel biasanya dapat terlihat dari kulit buah yang tampak mengilap.

Dalam kondisi tertentu, lapisan tersebut juga dapat terangkat ketika permukaan apel digosok atau dikeruk secara perlahan.

Namun, keberadaan lapisan tersebut tidak serta-merta berarti apel tidak aman untuk dikonsumsi.

Bahan pelapis pangan yang digunakan pada produk makanan diatur penggunaannya melalui ketentuan yang berlaku.

Cuci Apel Sebelum Dimakan

Jika masih merasa khawatir dengan lapisan pada kulit apel, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan adalah membersihkan buah sebelum dikonsumsi.

Apel sebaiknya dicuci dengan air mengalir sambil permukaannya digosok secara perlahan agar kotoran dan residu yang menempel dapat dibersihkan.

Ada pula cara yang sering digunakan untuk membantu menghilangkan lapisan permukaan, yaitu mencelupkan apel sebentar ke dalam air hangat, kemudian menggosok permukaannya dan membilasnya kembali menggunakan air bersih.

Yang tidak kalah penting, mencuci apel juga membantu membersihkan kotoran serta residu pestisida yang mungkin masih terdapat pada permukaan kulit.

Apel termasuk buah yang dalam proses budidayanya dapat menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit.

Karena itu, membersihkan buah sebelum dimakan tetap menjadi kebiasaan yang baik, terutama jika kulit apel akan ikut dikonsumsi.

Jadi, Lebih Baik Dikupas atau Dimakan Bersama Kulit?

Jika apel berada dalam kondisi baik dan sudah dibersihkan dengan benar, mengonsumsinya bersama kulit dapat memberikan tambahan serat serta sejumlah vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan yang terdapat pada bagian kulit.

Namun, pilihan untuk mengupas apel tetap bukan sesuatu yang perlu dianggap salah.

Orang yang memiliki alasan tertentu untuk tidak mengonsumsi kulit tetap dapat menikmati kandungan nutrisi dari daging buah apel.

Yang terpenting adalah memastikan apel dalam kondisi segar, tidak rusak, serta dicuci dengan baik sebelum dikonsumsi.

Jadi, jika selama ini Anda terbiasa mengupas apel karena menganggap kulitnya tidak memiliki manfaat, mungkin sudah waktunya melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Kulit apel ternyata bukan sekadar bagian yang dibuang, melainkan turut menyimpan berbagai zat gizi yang sayang untuk dilewatkan.

Dengan pemilihan buah yang tepat dan proses pencucian yang baik, apel dapat dinikmati bersama kulitnya sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. (kangtop)