Di Tengah Memanaskan Konflik Global, Presiden Prabowo Pastikan Indonesia Tetap Konsisten Dorong Perdamaian

Politik33 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung terciptanya perdamaian dunia di tengah meningkatnya berbagai konflik internasional.

Menurutnya, kebijakan luar negeri Indonesia akan tetap berlandaskan prinsip bebas aktif, nonblok, serta menjalin hubungan baik dengan seluruh negara tanpa berpihak pada kekuatan mana pun.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan dengan jajaran pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7), dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan itu, ia menilai kondisi geopolitik dunia saat ini semakin kompleks karena berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan.

Prabowo menyebut perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Konflik tersebut, menurutnya, telah memengaruhi berbagai sektor penting, mulai dari pasokan pangan hingga harga energi di banyak negara.

Di sisi lain, situasi di Timur Tengah juga masih memanas. Konflik yang melibatkan Gaza, Lebanon, Iran, dan sejumlah wilayah lain terus menjadi perhatian dunia.

Sementara di kawasan Asia Tenggara, ketegangan masih terjadi di Myanmar, termasuk perselisihan antara Thailand dan Kamboja.

Menghadapi kondisi tersebut, Presiden menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dengan blok politik maupun aliansi militer tertentu.

Pemerintah, kata dia, lebih memilih menjalankan politik bertetangga yang baik sebagai fondasi dalam membangun hubungan internasional.

Menurut Prabowo, pemerintah terus berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga melalui dialog dan rekonsiliasi.

Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam penyelesaian berbagai persoalan, termasuk sengketa perbatasan yang merupakan warisan sejarah masa kolonial.

Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab untuk bersikap bijaksana, sabar, dan tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi dinamika hubungan antarnegara.

BACA:  Draf Kesepakatan Iran dan AS Muncul, Blokade Laut dan Pasukan Militer Jadi Sorotan

Sikap tersebut menjadi modal penting agar Indonesia tetap dipercaya sebagai mitra yang mampu menjembatani komunikasi di berbagai forum internasional.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia menjaga hubungan baik dengan seluruh negara besar, seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, Australia, serta negara-negara di kawasan.

Kebijakan yang tidak memihak inilah, menurutnya, membuat Indonesia diterima oleh berbagai pihak.

Sebagai contoh, Prabowo mengungkapkan bahwa saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung sempat meminta kesediaannya untuk membantu membuka ruang dialog dengan Korea Utara.

Ia mengaku siap menjalankan peran tersebut apabila diminta secara resmi sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian.

Menurut Prabowo, kepercayaan tersebut muncul karena Indonesia dikenal tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Prinsip itulah yang selama ini terus dijaga dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.

Menutup pernyataannya, Presiden mengingatkan bahwa situasi global yang penuh ketidakpastian harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk tetap waspada tanpa diliputi rasa takut.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, mengedepankan kebijaksanaan dalam bersikap.

Serta terus memperkuat solidaritas agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan baik. (kangtop)