Harga Telur Ayam Ras Bertahan di Rp29.250 per Kg, Simak Update Harga Pangan Terbaru Hari Ini

Kombis39 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras pada perdagangan Selasa (14/7/2026) masih berada di level Rp29.250 per kilogram.

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia hingga pukul 09.30 WIB.

Komoditas ini masih menjadi salah satu kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil di tengah pergerakan sejumlah bahan pangan lainnya.

Di kelompok komoditas hortikultura, cabai rawit merah masih menjadi jenis cabai dengan harga tertinggi, yakni Rp63.900 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting dipasarkan Rp51.800 per kilogram, cabai merah besar Rp46.200 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp36.000 per kilogram.

Untuk bumbu dapur, bawang merah tercatat dijual Rp50.700 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp46.200 per kilogram.

Harga beras juga masih bervariasi berdasarkan kualitasnya.

Beras kualitas bawah I diperdagangkan Rp16.250 per kilogram, kualitas bawah II Rp15.600 per kilogram, medium I Rp17.350 per kilogram, medium II Rp16.450 per kilogram.

Sedangkan kualitas super I dan super II masing-masing dijual Rp18.800 per kilogram dan Rp17.700 per kilogram.

Untuk komoditas protein lainnya, daging ayam ras segar dipasarkan dengan harga rata-rata Rp41.900 per kilogram.

Sementara itu, daging sapi kualitas I dijual Rp151.650 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp145.650 per kilogram.

Di sisi lain, gula pasir premium diperdagangkan Rp22.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp19.150 per kilogram.

Adapun harga minyak goreng curah berada di level Rp21.350 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp25.000 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.350 per liter.

Data tersebut merupakan rata-rata harga eceran nasional yang dirilis PIHPS Bank Indonesia.

BACA:  Update Harga Pangan Nasional: Minyak Goreng Kemasan Bermerek I Dijual Rp24.250 per Liter

Harga di setiap daerah dapat berbeda sesuai kondisi pasokan, distribusi, dan tingkat permintaan di masing-masing wilayah. (kangtop)