Jangan Anggap Sepele! Tubuh Sering Lelah Bisa Jadi Tanda Anemia, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Kesehatan42 Dilihat

KONCOdewe.com – Banyak orang menganggap rasa lelah, lesu, atau sering pusing hanyalah akibat kurang tidur atau aktivitas yang terlalu padat.

Padahal, keluhan tersebut juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami anemia, yaitu kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah berada di bawah batas normal.

Jika tidak segera dikenali dan ditangani, anemia dapat mengganggu fungsi berbagai organ tubuh karena pasokan oksigen menjadi tidak optimal.

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan sehingga penderitanya kerap tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang mengalami kekurangan sel darah merah.

Oleh karena itu, memahami gejala, penyebab, hingga cara penanganannya menjadi langkah penting agar anemia tidak berkembang menjadi lebih serius.

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang lebih rendah dibandingkan nilai normal.

Hemoglobin sendiri merupakan protein penting yang terdapat di dalam sel darah merah dan berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Pada pria dewasa, kadar hemoglobin normal umumnya berada di kisaran 14–18 gram per desiliter, sedangkan pada wanita dewasa berkisar 12–16 gram per desiliter.

Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar Hb atau hematokrit berada di bawah angka tersebut, seseorang dapat dinyatakan mengalami anemia.

Karena hemoglobin berperan sebagai pengangkut oksigen, kadar yang terlalu rendah membuat jaringan tubuh kekurangan pasokan oksigen.

Akibatnya, berbagai organ tidak dapat bekerja secara optimal sehingga muncul berbagai keluhan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

BACA:  Tak Hanya Lezat, Ini Beragam Manfaat Durian bagi Kesehatan yang Belum Banyak Diketahui

Gejala Anemia yang Perlu Diwaspadai

Keluhan akibat anemia dapat berbeda-beda pada setiap orang. Tingkat keparahan gejala biasanya dipengaruhi oleh penyebab anemia, usia, hingga kondisi kesehatan penderitanya.

Pada kasus anemia yang dipicu penyakit kronis, gejala penyakit utama sering kali lebih dominan sehingga anemia baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan darah.

Meski demikian, terdapat sejumlah tanda khas yang cukup sering dialami penderita.

Beberapa gejala anemia yang umum muncul antara lain tubuh mudah lelah, terasa lemah, kulit tampak pucat atau kekuningan.

Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, sesak napas, pusing, nyeri dada, tangan dan kaki terasa dingin, hingga sakit kepala.

Pada tahap awal, gejala tersebut biasanya masih ringan sehingga sering diabaikan.

Padahal, jika terus dibiarkan, kondisi anemia dapat semakin memburuk dan mengurangi kualitas hidup penderitanya.

Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Anemia bukan hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Rasa lelah yang berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas.

Pada ibu hamil, anemia meningkatkan risiko terjadinya komplikasi selama kehamilan maupun persalinan.

Selain itu, anemia juga dapat memberikan beban lebih pada jantung karena organ tersebut harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu gangguan irama jantung atau aritmia.

Pada anemia yang sangat berat dan tidak segera ditangani, komplikasi serius bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Penyebab Anemia Sangat Beragam

Penyebab anemia tidak selalu sama pada setiap orang. Kasus yang paling banyak ditemukan adalah anemia akibat kekurangan zat besi.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 maupun asam folat juga menjadi penyebab yang cukup sering terjadi.

BACA:  Mengapa Manusia Selalu Lapar, Mengantuk, dan Ingin Sembuh? Ternyata Ada Hikmah Besar di Baliknya

Di sisi lain, beberapa jenis anemia muncul akibat kelainan bawaan maupun gangguan pada sumsum tulang.

Penderita thalassemia, misalnya, dapat mengalami anemia yang membutuhkan transfusi darah secara berkala.

Ada pula anemia aplastik dan anemia hemolitik yang memerlukan penanganan medis lebih kompleks.

Karena penyebabnya sangat beragam, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan menjadi langkah penting agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien.

Cara Mengatasi Anemia

Penanganan anemia bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Bila disebabkan kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat, dokter biasanya akan menyarankan konsumsi suplemen disertai perbaikan pola makan agar kebutuhan nutrisi tubuh kembali terpenuhi.

Sementara itu, anemia akibat penyakit tertentu memerlukan terapi yang lebih spesifik.

Pada penderita thalassemia, transfusi darah dapat menjadi bagian dari pengobatan rutin.

Sedangkan beberapa kasus anemia aplastik maupun hemolitik mungkin membutuhkan tindakan khusus.

Seperti transplantasi sumsum tulang, prosedur operasi, atau terapi medis lainnya sesuai pertimbangan dokter.

Karena gejalanya sering menyerupai kelelahan biasa, anemia sebaiknya tidak dianggap sepele.

Jika keluhan seperti mudah lelah, pucat, pusing, atau sesak napas berlangsung terus-menerus, pemeriksaan darah dapat menjadi langkah awal untuk memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (kangtop)