KONCOdewe.com – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia dalam berbagai sektor prioritas.
Seperti energi, pengembangan sumber daya manusia, dan hubungan pertahanan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Pertemuan Tahunan Pemimpin Indonesia-Singapura (Leaders’ Retreat) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Lawrence mengatakan kedua negara sepakat memperluas kolaborasi guna membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat, meningkatkan ketahanan nasional, serta memperkuat daya saing Indonesia dan Singapura.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan kesepakatan yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut.
Sektor energi menjadi salah satu fokus utama kerja sama.
Menurut Lawrence, dinamika geopolitik global, termasuk situasi di Timur Tengah, semakin menegaskan pentingnya diversifikasi sumber energi dan penguatan ketahanan energi.
Karena itu, Singapura melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.
Kerja sama di bidang energi akan mencakup pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya di Morowali, Sulawesi Tengah, serta implementasi perdagangan listrik lintas batas antara kedua negara.
Selain itu, Indonesia dan Singapura juga akan memperluas kolaborasi dalam pengembangan ekonomi hijau.
Di luar sektor energi, kedua pemimpin sepakat mempererat hubungan antarmasyarakat melalui berbagai program, termasuk pertukaran pelajar antara Singapura dan siswa Sekolah Garuda.
Lawrence juga menyoroti pentingnya hubungan erat antara Singapore Armed Forces dan Tentara Nasional Indonesia sebagai fondasi kepercayaan bilateral.
Sekaligus mengapresiasi kontribusi Prabowo dalam memperkuat hubungan pertahanan sejak masih menjabat Menteri Pertahanan.
Sementara itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, hubungan kedua negara harus terus dipelihara melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Terlebih menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, kedua negara menghasilkan 26 capaian konkret.
Yang terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah dan delapan kerja sama antarpelaku usaha.
Kerja sama itu meliputi perdagangan, investasi, energi, ekonomi digital, keamanan siber, konektivitas, ketahanan pangan.
Hingga perdagangan listrik lintas batas yang implementasinya akan dikawal oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. (kangtop)









